Penggelaran jaringan baru Biznet terkendala tertahannya puluhan kilometer kabel optik di pelabuhan karena berbagai hal seperti surat-surat sampai peralatan yang rusak.Hal tersebut dikeluhkan oleh Presiden Direktur PT Supra Primatama Nusantara (Biznet Networks) Adi Kusma karena target penambahan kapasitas jaringan hingga 50.000 satuan sambungan dikhawatirkan terhambat."Saat ini kami baru membangun 75.000 satuan sambungan internet dan TV berbayar. Meski jumlah pelanggan masih sekitar 3.000 sambungan, namun kami harus tetap melakukan ekspansi jaringan baik di Jawa maupun di Sumatra," keluhnya kepada merdeka.com, Kamis (18/7).Selain itu, dia juga mengeluhkan kesulitan penggelaran jaringan terutama di daerah, karena kebanyakan pemerintah daerah mengira kalau penggelaran infrastruktur internet berarti sama saja mendirikan base transceiver station (BTS).Adi menilai hal ini bisa memicu biaya tinggi karena terlalu banyaknya perizinan, padahal investasi perangkat untuk satu sambungan saja bisa mencapai USD 1.000 – USD 2.000 per pelanggan.Biznet Networks merupakan operator multimedia yang memiliki beberapa lisensi, di antaranya Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), TV kabel, Data Center, dan jaringan tertutup.Layanan TV kabel Biznet max3 sudah tersedia di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bali, Bandung, dan Bogor. Biznet akan memperlukan cakupan wilayah layanannya di berbagai kota di Jawa dan Bali.
Kabel optik tertahan, ekspansi jaringan Biznet terhambat
Nampaknya, Biznet harus bersabar karena beberapa kendala menyebabkan langkah untuk mengembangkan sayap terganggu.
Advertisement
Rekomendasi