Para hackers atau dalam bahasa Indonesia disebut peretas mendapatkan tantangan secara langsung dari Google untuk meretas browser mereka, Chrome. Google pun dengan terbuka mengumumkan akan memberi imbalan berupa uang tunai sebesar USD 1 juta bagi para peretas yang berhasil meretas Chrome. Syarat yang diajukan Google cukup mudah, peretas harus meretas Chrome di ajang CanSecWest 2012 di Vancouver, Kanada, pada tanggal 7 - 9 Maret ini bukan di tempat lain. Kontes tersebut dinamakan Pwn2Own Competition.
Dengan menantang para peretas ini, Google bermaksud mengetahui tingkat kelemahan yang dimiliki oleh Chrome. Selama ini pihak teknisi Google telah memperbaiki tingkat keamanan Chrome dengan mempelajari teknik exploit serta vulnerability. Chrome juga telah dilakukan pengujian berkali-kali, dan menurut mereka sampai saat ini, sampai saat ini tingkat keamanan Chrome masih tergolong stabil. Hadiah yang ditawarkan Google dibagi menjadi tiga kategori. Kategori pertama yaitu kategori Full Chrome Exploit. Dalam kategori ini, para peretas hanya boleh menggunakan bugs yang terdapat di dalam Chrome. Hadiah yang akan diberikan Google untuk kategori ini sebesar USD 60.000. Kategori kedua disebut Partial Chrome Exploit. Para peretas dalam kategori ini selain dapat menggunakan bugs asli dari Chrome juga dapat menggunakan bugs lainnya. Pemenang dari kategori kedua ini akan memperoleh uang sebesar USD 40.000. Untuk kategori terakhir, hadiah yang ditawarkan sebesar USD 20.000. kategori ketiga ini disebut Consolation reward, Flash / Windows / other. Untuk kategori ini, para peretas tidak diperkenankan menggunakan bugs lain ataupun bugs yang terdapat di dalam Chrome.Seperti yang dirilis oleh Cbsnews.com, selain Google Chrome, dalam kompetisi Pwn2Own ini juga akan mengikutsertakan browser-browser lain seperti Microsoft Internet Explorer, Apple Safari, dan Mozilla Firefox. Komputer yang dapat digunakan oleh para peretas harus menggunakan operating system terbaru seperti Mac OS X Lion atau minimal Windows 7. Akhirnya, Google pun harus mengakui kepiawaian sekelompok peretas dari Perancis yang berhasil menaklukkan Chrome kurang dari lima menit. Kelompok peretas tersebut menamakan diri mereka VUPEN. Seperti yang diberitakan Zdnet.com, Vupen adalah perusahaan kontrofersial yang menjual berbagai macam vulnerabilities dan exploits secara umum. Zdnet.com juga mengatakan, "Tidak ada software ataupun situs apalagi browser yang tidak dapat dibuka apabila peretas sudah mempersiapkan diri mereka secara matang sebelum melakukan tugasnya". Hal tersebut sepertinya membantah apa yang diberitakan oleh Arstechnica.com yang mengatakan Chrome merupakan satu-satunya browser yang masih sanggup bertahan dari serangan peretas sampai hari terakhir kompetisi Pwn2Own. "Google Chrome merupakan browser pertama yang jatuh selama kompetisi berlangsung", tulis Vupen dalam account Twitternya. "Kita menggunakan exploit untuk menerobos DEP/ASLR dan SanBox!", lanjutnya.
Walaupun menjadi browser pertama yang jatuh dalam kompetisi ini, banyak peretas yang juga mengatakan bahwa Chrome memiliki tingkat keamanan yang hampir sempurna. "Google SandBox merupakan pengaman yang sangat sulit ditembus karena tidak mudah memasukkan exploit ke dalamnya", ungkap Chaouki Bekrar, VUPEN Head of Research.