Pemerintah dan Gubernur Yogyakarta Dukung Program Digitalisasi Aksara Daerah PANDI

Senin, 19 Oktober 2020 11:04 Reporter : Syakur Usman
Pemerintah dan Gubernur Yogyakarta Dukung Program Digitalisasi Aksara Daerah PANDI program merajut nusantara PANDI. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mendukung upaya digitalisasi aksara daerah yang dilakukan oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Dukungan itu disampaikan saat pertemuan secara terbatas Menkominfo Johnny G Plate, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Dewan Pengurus PANDI di Kepatihan, Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, mengatakan saat ini proses digitalisasi aksara Jawa hampir rampung dan masuk tahap selanjutnya.

“Dalam balasan yang kami terima dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), saat ini progres digitalisasi aksara Jawa sudah mencapai 80 persen dan masuk dalam tahap peninjauan stabilitas DNS yang kita punya,” ujar Yudho dalam keterangan resminya, Senin (19/10).

Dia menegaskan tekad PANDI menjadikan seluruh aksara daerah di Indonesia yang masih bisa dilacak jejaknya sebagai alternatif nama domain internet, atau istilah spesifiknya IDN-ccTLD (Internationalized Domain Name - country code Top Level Domain). Kami bersama komunitas penggiat aksara akan melakukan digitalisasi aksara yang belum terdaftar di Unicode.

Unicode adalah standar dalam dunia komputer untuk pengkodean (encoding) karakter tertulis dan teks yang mencakup hampir semua sistem penulisan yang ada di dunia. Dengan Unicode, pertukaran data teks dapat terjadi secara universal dan konsisten. Berkaitan dengan aksara, nanti seluruh aksara nusantara bisa diakses di perangkat pintar, seperti telepon genggam dan komputer/laptop seperti aksara latin pada umumnya.

Untuk IDN-ccTLD aksara Jawa, kata Yudho, prosesnya akan rampung pada akhir tahun ini. Rencananya, ada selebrasi yang diselenggarakan di Keraton Yogyakarta.

“Jika tidak ada hambatan, semoga aksara Jawa menjadi salah satu alternatif ccTLD pada Desember ini, dan kami bekerja sama dengan keraton untuk menggelar acara selebrasinya,” ucap Yudho.

Untuk meningkatkan literasi aksara daerah, saat ini PANDI bersama pegiat aksara Jawa dan Sunda sudah menggelar lomba pembuatan website dengan konten aksara daerah tersebut. Para pemenangnya akan diumumkan di akhir tahun ini.

“Selain Jawa dan Sunda, minggu depan menyusul lomba pembuatan website dengan konten aksara Bali, kerja sama antara PANDI dan FIB Universitas Udayana. Kemudian pada bulan depan, dimulai lomba aksara lontara, kerja sama antara PANDI dan Yayasan Lontara Nusantara,” kata Yudho, di sela pertemuan dengan menkominfo dan gubernur Yogyakarta.

Upaya digitalisasi terhadap aksara daerah lain segera menyusul untuk didaftarkan. Akhir tahun ini, aksara Jawa sudah terdigitisasi di internet, sehingga PANDI bisa mengupayakan pendaftaran aksara lainnya pada tahun depan (2021).

Ada dua atau tiga aksara yang akan didaftarkan, yaitu Sunda, Lontara, dan Bali. Selanjutnya aksara Rejang, Pegon, Kawi, dan lain-lain pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Selanjutnya: Program Merajut Nusantara...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini