Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Musim dingin datang, paus bungkuk masih betah di Antartika

Musim dingin datang, paus bungkuk masih betah di Antartika Ikan paus bungkuk. ©Shutterstock.com/idreamphoto

Merdeka.com - Selama musim panas, rombongan paus bungkuk (humpback whales) menghabiskan hari-hari mereka di Antartika untuk berburu udang. Sekarang, saat musim dingin sudah semakin dekat, paus-paus ini masih enggan meninggalkan Antartika.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Endangered Species Research menunjukkan bahwa daerah Antartika telah menjadi tempat yang penting bagi rombongan paus bungkuk untuk mencari makan. Para ilmuwan juga memperkirakan bahwa perubahan iklim di musim dingin akan mempengaruhi kebiasaan migrasi paus.

"Menentukan jumlah paus bungkuk di perairan pantai bagian barat Semenanjung Antartika sangat penting untuk memahami peran mereka dalam ekosistem yang berubah cepat ini," kata peneliti Ari Friedlaender, ilmuwan di Duke University Marine Lab, pada NBC News (30/07).

Friedlander, dan David Johnston, ketua penelitian dari Duke University dan rekan mereka mengamati teluk dan selat dari bagian barat Semenanjung Antartika antara April hingga Juni 2009, saat musim panas hampir berakhir.

Paus bungkuk biasanya makan pada daerah lintang tinggi saat musim panas dan bergerak menuju khatulistiwa saat musim dingin untuk berkembang biak. Saat ini paus bungkuk menjadi hewan yang dilindungi di bawah U.S Endangered Species Act dan The International Union for Conservation of Nature.

Hasil yang didapatkan oleh para ilmuwan adalah adanya 371 kelompok paus bungkuk di wilayah seluas 406 mil (654 kilometer). Ini berarti rata-rata kepadatan adalah 1,75 per kilometer persegi.

"Ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan," kata Johnston.

Penemuan ini menunjukkan bahwa ikan paus bungkuk menghabiskan waktu lebih lama di Antartika dari yang diduga oleh para ilmuwan. Setelah itu mereka akan memulai migrasi ke Amerika Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan untuk berkembang biak. Pola ini bisa berubah-ubah tergantung pada perubahan iklim. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP