Mantan komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Chris Hadfield, menceritakan bagaimana ia dibuat tertegun saat melihat dahsyatnya letusan gunung dari luar angkasa.
Pernyataannya itu ia ungkap dari akun X-nya pada 3 Juni saat terjadi letusan gunung Etna, Italia. Saat itu tangkapan layar letusan gunung tersebut viral di media sosial.
“Luar biasa melihat gunung meletus dari luar angkasa. Selama enam bulan di ISS saya menyaksikan beberapa letusan, tapi letusan Etna kali ini benar-benar gila,” tulisnya dikutip dari LiveScience, Rabu (11/6).
Pemandangan gunung Meletus yang bisa ia lihat dari luar angkasa, diakuinya menjadi pengingat betapa kecilnya manusia.
“Kita hidup di atas kerak bumi yang tipis, mengapung di atas lautan batuan cair,” tutur dia.
Letusan dahsyat mengguncang Gunung Etna di Italia pada 2 Juni 2024, sekitar pukul 11.20 waktu setempat. Gunung api aktif terbesar di Eropa ini memuntahkan awan panas superpanas dari puncaknya yang langsung meluncur deras ke lereng barat. Letusan mendadak itu membuat wisatawan panik dan berlarian menyelamatkan diri. Untungnya, tidak ada korban luka maupun jiwa.
Para ahli menduga awan panas—yang dikenal sebagai pyroclastic flow—terjadi akibat runtuhnya sebagian dinding kaldera, yang memicu longsoran abu dan gas berkecepatan tinggi. Semburan ini juga disertai kolom abu vulkanik dan gas beracun setinggi 6,5 kilometer ke langit Pulau Sisilia.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah apa yang terekam dari luar angkasa. Di tengah kepanikan di darat, salah satu satelit milik Uni Eropa dari program Copernicus berhasil menangkap pemandangan luar biasa dari orbit Bumi: aliran lava bercahaya mengalir menuruni lereng Gunung Etna, berpijar merah menyala di antara lanskap gelap.
Menariknya, aliran lava ini tidak terlihat jelas dari darat, karena perhatian publik terfokus pada kolom abu raksasa yang menjulang. Namun dari luar angkasa, "sungai api" itu tampak mencolok. Untungnya, lava tidak mencapai permukiman warga.
Dalam citra satelit tersebut, lava terlihat mengular di antara tanah vulkanik yang gelap—area ini merupakan bekas aliran lava dari letusan-letusan sebelumnya yang telah membatu dan menciptakan lanskap seperti bayangan besar menuju pesisir Mediterania.
Letusan Gunung Etna memang langganan terekam dari luar angkasa. Pada Maret 2021, satelit Landsat juga memotret aliran lava dari lereng Etna. Lalu pada Februari 2022, para astronot di ISS mengabadikan kolom asap raksasa menjulang dari puncak gunung ini.