Advertisement
Bukan untuk mematut diri, tetapi untuk membaca catatan-catatan itu dengan mudah. Leonardo da Vinci adalah seorang filsuf yang terkenal dengan karya lukisannya Mona Lisa.
Leonardo da Vinci banyak meninggalkan misteri yang ingin dikuak oleh orang banyak. Bukan hanya dari lukisan-lukisannya, tetapi juga dari catatan-catatan yang dia tinggalkan. Salah satunya adalah kemampuannya menulis secara terbalik atau “mirror writing”.
Advertisement
Laporan dari Open Culture, Museum of Science dan Medium, Kamis (19/10), menyatakan bahwa belum diketahui pasti apa penyebab dari kebiasaan unik pelukis ternama ini.
Catatan-catatan pribadinya biasanya ditulis dengan teknik ini. Baru ketika tulisannya ditujukan untuk orang lain, Leonardo menulis dalam arah yang normal.
Banyak yang menyangka bahwa alasan utama Leonardo melakukan hal ini adalah karena tidak ingin ide-idenya direbut orang lain.
Dengan mirror writing, dia bisa membingungkan orang yang ingin mencuri idenya. Namun, ide ini banyak dibantah secara keras.
Advertisement
Leonardo da Vinci merupakan seorang yang jenius. Bukan hanya pelukis, dia juga merupakan ilmuwan dan ahli matematika yang tersohor. Logikanya, jika dia ingin melindungi ide-idenya, kenapa dia tidak membuat kode-kode saja? Teknik mirror writing terlalu mudah untuk dipecahkan.
Karena itu, dugaan yang banyak dipercaya orang-orang adalah karena dia tidak ingin tangannya kotor.
Leonardo adalah seseorang yang terlahir kidal, tetapi kemudian dapat menggunakan kedua tangan dengan sama baiknya atau ambidextrous.
Orang-orang yang hidup pada waktu yang sama dengan Leonardo sering meninggalkan catatan bahwa mereka melihat Leonardo melukis dan menulis dengan tangan kiri.
Bahasa yang digunakan Leonardo da Vinci untuk berkomunikasi adalah bahasa Italia, yang, seperti kebanyakan bahasa lainnya, ditulis dari kiri ke kanan.
Ini memudahkan orang-orang yang tidak kidal, tetapi menyulitkan para kidal. Karena itu, untuk mencegah tangannya dikotori tinta, Leonardo pun menulis secara terbalik.
Advertisement
Advertisement