Kantongi Dukungan Pemerintah, PANDI Lanjutkan Pendaftaran Domain Aksara Jawa ke ICANN

Senin, 18 Mei 2020 22:38 Reporter : Syakur Usman
Kantongi Dukungan Pemerintah, PANDI Lanjutkan Pendaftaran Domain Aksara Jawa ke ICANN PANDI mendapat dukungan pemerintah untuk mendaftarkan aksara Jawa ke ICANN. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mendaftarkan nama domain beraksara Jawa (hanacaraka) ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) mendapat dukungan pemerintah RI.

Dukungan tersebut ditunjukkan lewat surat kepada PANDI oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Selain itu, dukungan penuh juga didapat dari beberapa komunitas pegiat aksara.

Beberapa kementerian juga menyatakan akan memberikan surat dukungannya, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sementara daftar komunitas yang mendukung, antara lain Aksara Jawa Sega Jabung, Panjebar Semangat, Tembi Rumah Budaya dan Sanggar Aksara Jawa Kidang Pananjung Indramayu. Kemudian ada juga dukungan dari Fakultas Ilmu Budaya UGM dan masih ditunggu dukungannya dari Pemerintah Provinsi, Dinas Sosial, dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan, karena hal ini memang diperlukan sebagai syarat. Surat dukungan ini menyatakan bahwa benar aksara Jawa (hanacaraka) adalah bagian dari bahasa daerah di Indonesia dan masih banyak digunakan oleh masyarakat hingga saat ini,” ujar Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, dalam keterangan persnya, Senin petang (18/5).

Menurut Yudho, surat dukungan yang diperolehnya akan memudahkan proses pendaftaran domain aksara Jawa ke ICANN. Di sisi lain kegiatan ini juga untuk melestarikan budaya bahasa asli Indonesia dan menjadikannya Internazionalize Domain Name (IDN) pertama di Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki keberagaman budaya, sehingga aksara lain juga akan diperjuangkan untuk dibuat IDN-nya.

“Yang akan menyusul setelah hanacaraka selesai adalah aksara Sunda, Bali, Batak, Bugis, Makassar, dan Rejang. Paling tidak karena aksara-aksara tersebut sudah terdaftar dalam standar Unicode,” pungkas Yudho.

Mohamad Shidiq Purnama, Chief Registry Operator (CRO) PANDI, menambahkan pada pertengahan Juni nanti PANDI akan melakukan submit form program Fast Track ICANN untuk IDN. Setelah itu, tinggal menunggu prosesnya yang makan waktu sekitar 8 pekan atau awal September dari ICANN.

“Dari sisi teknis, PANDI sudah siapkan sistem dan aplikasi dengan menggunakan infrastruktur yang dimiliki PANDI saat ini,” terang Shidiq.

Dengan ada lampu hijau dari pemerintah, Shidiq berharap proses approval akan berjalan lancar, sehingga domain hanacaraka bisa segera diluncurkan bersamaan dengan Kongres Aksara Jawa pada Oktober 2020.

“Semoga sebelum acara kongres Aksara Jawa Oktober nanti, pendaftaran Nama Domain Hanacaraka sudah di approve sehingga kita bisa merayakan keberhasilan ini bersama dengan pemerintah dan komunitas,” pungkas Shidiq.

Sebagai informasi, ekstensi nama domain hanacaraka yang akan diluncurkan adalah kata yang memilik pengertian sama dengan .ina (.ꦇꦤ) yang akan diikuti oleh nama domain aksara lainnya.

Baca Selanjutnya: Kompetisi Website Berkonten Aksara Jawa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini