iPhone ini masih hidup meski telah tenggelam 2 hari di laut
Merdeka.com - Apple selaku perusahaan yang menciptakan iPhone tidak pernah sekalipun menyebut bahwa smartphone andalannya tersebut tahan banting. Namun dalam beberapa kasus, iPhone justru dapat selamat meskip telah jatuh dari ketinggian ratusan meter.
Nah, kabar terbaru kembali membuat kaget ketika ada iPhone yang dilaporkan berhasil selamat setelah tenggelam selama dua hari di laut. Bagaimana bisa?
Seperti yang dikutip dari Mirror (18/7), kejadian ini dialami oleh penyelam asal Inggris bernama Cerys Hearsey. Dia menyelam di laut sekitar Dorset, Inggris, ia tiba-tiba melihat kilatan cahaya di dasar laut yang ternyata berasal dari LED nofikasi iPhone. Saat itu, iPhone dalam kondisi terbungkus kantong anti air dan berada dalam kedalaman 9 meter.
Melihat tanda-tanda iPhone masih hidup, Hearsey pun membawanya ke daratan. Setelah dilakukan pengecekan, iPhone tersebut ternyata masih dapat menyala dan berjalan normal. Luar biasanya, perangkat itu masih memiliki sisa baterai 84 persen.
Begitu mengetahui perangkat masih dapat menyala, dia segera membuka kontak untuk mengetahui siapa pemiliknya. Beruntung, ia berhasil menemukan pemilik iPhone tersebut dan segera menghubunginya.
"Saya membawanya ke daratan dan segera membuka pembungkusnya karena sudah ada air di dalamnya. Lalu, saya mencari pemiliknya dan segera mengontaknya. Smartphone merupakan barang penting saat ini dan sulit untuk digantikan," tutur Hearsey.
Sang pemilik pun segera merespon pesan Hearsey dan mengatur pertemuan. Alhasil, pemilik yang bernama Rob Smith sepakat bertemu dengan Hearsey untuk mengambil perangkatnya tersebut.
Saat bertemu, Smith menuturkan, iPhone tersebut dimiliki oleh sepupunya yang tinggal di Kanada. Dia menjatuhkan perangkat itu saat sedang menaiki kayak di Dorset dua hari sebelumnya.
Ketika peristiwa itu terjadi, menurut Smith, sang sepupu sebenarnya sudah pasrah. Meski terbungkus kantong anti-air, dia merasa perangkat itu tidak dapat diselematkan dan memilih kembali ke Kanada.
"Sepupu saya tidak percaya hal ini. Awalnya, dia marah karena berpikir harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli smartphone baru. Dia menyimpan banyak foto selama perjalanan di Inggris di ponsel tersebut dan berpikir tidak akan bisa melihatnya lagi," tutur Smith.
Kini, iPhone tersebut sudah dikirimkan kembali ke pemilik sebenarnya yang berada di Kanada. Sayangnya, tidak dapat diketahui alasan iPhone itu mampu bertahan hingga dua hari di dasar laut, mengingat smartphone anti-air sekalipun tidak disarankan terkena air laut.
Kemungkinan yang masuk akal adalah sang pemilik menggunakan kantong anti air yang benar-benar teruji kualitasnya. Itu terbukti dari jumlah air yang masuk dalam kedalamnya ternyata tidak banyak, sehingga iPhone masih dapat diselamatkan.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya