Festival Parara Digelar Hybrid, Dimeriahkan Ratusan Komunitas Lokal & Masyarakat Adat

Selasa, 23 November 2021 15:25 Reporter : Syakur Usman
Festival Parara Digelar Hybrid, Dimeriahkan Ratusan Komunitas Lokal & Masyarakat Adat Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) digelar pada 2–18 Desember dengan skema hybrid. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Lebih dari 105 komunitas lokal dan masyarakat adat dari seluruh Indonesia ikut memeriahkan Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) yang digelar pada 2–18 Desember tahun ini dengan skema hybrid.

Tradisi pangan lokal dari berbagai daerah di nusantara, berbagai produk kreatif, hasil kerajinan, produk hasil nonkayu serta dialog interaktif di beberapa wilayah (Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Jawa dan sekitarnya, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, dan Maluku) menjadi tajuk utama festival ini.

Melihat dari visi dan misinya, PARARA bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli akan produk lestari dan tradisional Nusantara. Hal ini diharapkan masyarakat Indonesia memahami pentingnya cara melestarikan dan menjaga tradisi agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Jusupta Tarigan, Ketua Konsorsium PARARA, mengatakan, PARARA bertujuan mendukung ekonomi komunitas lokal dan masyarakat adat secara adil dan lestari. Yang mana pengelolaan produk komunitas lokal dan masyarakat adat dapat mempertahankan kearifan lokal dan lingkungan. Dengan melestarikan produk berbasis kearifan lokal, diharapkan memperkuat identitas dan perekat bangsa. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara yang paling kaya dalam keanekaragaman hayati di dunia, sekaligus negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam.

“PARARA bertujuan mempromosikan produk komunitas lokal dan masyarakat adat serta meningkatkan akses pasar yang mampu menilai/reward produk tersebut dengan harga adil. Secara kualitas, produk lokal memiliki nilai dan potensi pasar mendunia seperti kain tenun. Tenun tidak hanya menjadi warisan budaya, tapi juga potensi wirausaha yang memiliki pasar domestik dan luar negeri. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian kita untuk menjaga dan melestarikan produk-produk lokal Indonesia sekaligus komunitas lokal dan masyarakat adat produsen serta kearifan lokal,” ujar Jusupta Tarigan dalam keterangan persnya, kemarin.

Ketahanan dan kedaulatan pangan juga merupakan salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui PARARA. Untuk tujuan itu, PARARA mengajak semua pihak dapat memberikan ruang lebih besar pada pangan lokal yang sehat, adil, dan lestari bagi petani, nelayan, komunitas lokal dan masyarakat adat, produsen skala kecil serta mendukung dengan kebijakan dan praktek ekonomi yang lebih adil, ramah lingkungan, dan mempertahankan ketahanan di tingkat lokal terhadap perubahan iklim.

Meski tema utamanya soal pangan, festival PARARA juga merayakan produk-produk komunitas lokal dan masyarakat adat lainnya seperti tekstil dan kerajinan tangan.

Selain festival, PARARA diharapkan menjadi platform untuk mendukung integrasi antara komunitas lokal dan masyarakat adat, pasar, dan kebijakan-kebijakan yang mengatur industri kreatif dan lokal. Sinergi lintas pelaku dengan kondisi yang memungkinkan untuk ekonomi yang lebih memihak pada komunitas lokal dan masyarakat adat demi kesejahteraan dan keberlanjutan.

Selain pameran produk kreatif, PARARA 2021 juga menghadirkan sesi seminar dan coaching clinic dengan topik menarik seputar kewirausahaan, management keuangan, industri kreatif dan workshop craft. Bagi pencinta fotografi, akan ada sesi lomba fotografi.

Beberapa pihak pendukung Festival PARARA 2021, antara lain EU Switch Asia: Project Local Harvest, GLA-Green Livelihoods Alliance, dan Swedish Society for Nature Conservation. Kemudian pendukung acara seperti WARSI, WALHI, ASPPUK, dan lain-lain. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini