Ditemukan Sebuah Jimat Berbentuk Liontin Bergambar Raja Sulaiman Menusuk Iblis dengan Tombak

Arkeolog di Turki telah menemukan liontin Kristen langka dari abad kelima.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ditemukan Sebuah Jimat Berbentuk Liontin Bergambar Raja Sulaiman Menusuk Iblis dengan Tombak
Ditemukan Sebuah Jimat Berbentuk Liontin Bergambar Raja Sulaiman Menusuk Iblis dengan Tombak (Karabük University)

Arkeolog di Turki telah menemukan liontin Kristen langka dari abad kelima yang menggambarkan Raja Salomo menunggang kuda sedang menusuk iblis dengan tombak.

Ini adalah satu-satunya liontin yang pernah ditemukan di Anatolia, wilayah yang mencakup sebagian besar wilayah Turki modern hingga saat ini.

Kedua sisi liontin perunggu itu menampilkan tulisan dalam bahasa Yunani kuno. Teks di sisi Raja Salomo diterjemahkan menjadi "Tuhan kita mengalahkan kejahatan", sementara sisi lainnya mencantumkan empat nama malaikat: Azrael, Gabriel, Mikhael, dan Israfil.

"Ini adalah simbol agama dan kekuasaan," kata Ersin Çelikbaş, seorang arkeolog dari Universitas Karabük di Turki dikutip dari Live Science, Selasa (5/8).

Dilanjutkan Ersin, Liontin itu digunakan sebagai jimat, yakni benda yang diyakini melindungi dari kejahatan atau bahaya.

Menurut Kitab Ibrani, Raja Salomo adalah penguasa Israel kuno pada abad ke-10 SM, namun hanya sedikit bukti arkeologis yang dapat mengonfirmasi catatan tersebut dalam Alkitab.

Meskipun Çelikbaş yakin bahwa artefak tersebut adalah liontin Kristen, ia mengatakan bahwa Salomo adalah tokoh penting dalam tiga agama besar.

"Meskipun ia disebut sebagai raja dalam Taurat dan Alkitab, ia juga diakui sebagai nabi dalam Islam. Penggambaran Salomo pada [liontin] ini mengejutkan kami dan menunjukkan betapa pentingnya artefak ini bagi arkeologi Anatolia," jelasnya dalam pernyataan tersebut.

Para arkeolog menemukan liontin itu selama penggalian di Hadrianopolis. Permukiman kuno ini berada di wilayah Paflagonia, kawasan di Turki utara-tengah yang menghadap Laut Hitam, yang menjadi kota di bawah kekuasaan Romawi.

Kota ini dinamai Hadrianopolis untuk menghormati Kaisar Romawi Hadrian, yang memerintah dari tahun 117 hingga 138 M, dan dibangun kembali pada masa awal Kekaisaran Bizantium. Saat ini, lokasi tersebut berada di sekitar kota Karabük.

Rekomendasi