Dinas Kebudayaan DIY dan PANDI Kawal Pelestarian Aksara Jawa di Dunia Maya

Rabu, 21 Oktober 2020 17:33 Reporter : Syakur Usman
Dinas Kebudayaan DIY dan PANDI Kawal Pelestarian Aksara Jawa di Dunia Maya PANDI daftarkan aksara Jawa ke Pengelola Nama Domain Internet Dunia. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen untuk berperan aktif dalam pelestarian, pembinaan, dan pengembangan aksara Jawa khususnya di dunia maya. Termasuk bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Kehadiran aksara Jawa di dunia maya, otomatis akan memudahkan proses pembinaan dan pengembangan aksara tersebut.

Sumadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan DIY, menjelaskan pesatnya perkembangan teknologi berperan penting bagi pelestarian aksara Jawa saat ini. Perkembangan ini bisa dikelola dan dikembangkan lebih baik lagi.

“Isu digitalisasi aksara Jawa merupakan sesuatu yang menjadi perhatian khusus. Berapa banyak masyarakat Jawa sekarang mengetahui bahwa aksaranya terdaftar dan memiliki slot Unicode A980 – A9DF. Oleh karena itu, dinas kebudayaan berkomitmen ikut mengawal perkembangan isu digitalisasi aksara Jawa melalui gelaran Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta,” ujar Sumadi dalam keterangan resminya, Rabu (21/10).

Dinas Kebudayaan DIY juga bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Bahkan dinas mendukung penuh PANDI dalam pengajuan enkripsi aksara Jawa di internet menjadi sebuah domain, agar bisa diakses di ranah digital.

Secara terpisah, Gunawan Tyas Jatmiko, Deputi Marketing, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha PANDI merespons dukungan dari Disbud DIY.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan dari Disbud DIY, selain kami juga berterima kasih kepada para komunitas pegiat aksara Jawa yang sama-sama mengawal proses pengajuan aksara Jawa ke ICANN agar bisa terenkripsi dan digunakan di dunia digital,” katanya.

Gunawan berharap, dengan berbagai kegiatan yang ada, isu–isu terkait dengan aksara Jawa bisa dikenal lebih luas, dan pemakaianya di ranah dunia digital semakin masif.

Sumadi menegaskan bahwa pihaknya mencoba mengambil peranan strategis dengan menggelar Kongres Aksara Jawa I dengan mengangkat isu digitalisasi aksara Jawa, unicodisasi aksara Jawa, dan sebagainya.

Baca Selanjutnya: Kongres Aksara Jawa Pertama...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini