Didukung PANDI, Ini Enam Pemenang Anugerah Sastera Rancage 2021

Senin, 1 Februari 2021 10:54 Reporter : Syakur Usman
Didukung PANDI, Ini Enam Pemenang Anugerah Sastera Rancage 2021 Anugerah Sastera Rancage 2021 digelar secara daring. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Anugerah Sastera Rancagé ke-33 berhasil digelar secara daring pada akhir pekan lalu (31/1). Kegiatan tahunan Yayasan Kebudayaan Rancagé ini mendapat dukungan teknis Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Melsa.net asal Bandung.

Kegiatan anugerah sastra daerah ke-33 ini menghasilkan enam pemenang.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, menyambut baik sekali acara Anugerah Sastera Rancage tahun ini.

"PANDI akan terus siap untuk berkolaborasi dengan Yayasan Kebudayaan Rancage karena PANDI juga punya kegiatan bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara. Kalau kita bicara aksara, tentu tidak bisa dilepaskan dari bahasa dan bahasa tidak bisa dilepaskan dari budaya," kata Yudho dalam keterangan persnya, Senin (2/1).

Keenam pemenang itu adalah Dadan Sutisna untuk kategori 'Sastera Sunda' dengan novel berjudul Sasalad, Supali Kasim (Sastera Jawa) lewat kumpulan puisi berjudul Sawiji Dina Sawiji Mangsa, dan Komang Berata (Sastera Bali) dengan kumpulan cerpen berjudul Nglekadang Mèmè.

Untuk Sastera Lampung dimenangi kumpulan puisi karya Elly Dharmawanti berjudul Dang Miwang Miku Ading, Sastera Madura lewat kumpulan Puisi Sagara Aeng Mata Ojan karya Lukman Hakim AG, dan terakhir Risnawati sebagai pemenang hadiah Samsudi dengan cerpen anak berjudul Pelesir Ka Basisir.

Untuk kali pertama, Anugerah Sastera Rancage tahun ini tanpa dihadiri sosok penggagasnya, budayawan Ajip Rosidi, karena tutup usia.

Secara daring, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengatakan, Kemendikbud RI menempatkan kemajuan bahasa sebagai program prioritas melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan atau Badan Bahasa.

"Secara konsisten kami menyelenggarakan program pelestarian bahasa daerah. Kami menyadari bahasa daerah yang selama ini terdata sebanyak 718 bahasa merupakan aset bangsa kita. Kelangsungan hidup bahasa tersebut akan sangat bergantung kepada para penutur dan masyarakat tuturnya," ujar Menteri Nadiem.

Tahun ini, lanjut menteri, Kemendikbud menargetkan ratusan karya sastra berbahasa daerah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, agar khasanah kekayaan nusantara dapat dikenal luas. Harapan kami, cara seperti ini akan merawat kebhinekaan dan menumbuhkan apresiasi serta gotong royong guna membangun negeri ini.

Baca Selanjutnya: Digitalisasi Aksara-aksara Daerah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini