Diam-diam China Kembangkan Satelit Mata-Mata Bisa Tangkap Detail Wajah Manusia

Ilmuwan China berhasil menciptakan satelit dengan teknologi pencitraan laser yang dapat menangkap detail wajah manusia dari jarak lebih dari 100 km.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Diam-diam China Kembangkan Satelit Mata-Mata Bisa Tangkap Detail Wajah Manusia
Diam-diam China Kembangkan Satelit Mata-Mata Bisa Tangkap Detail Wajah Manusia (ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)

Ilmuwan di China berhasil menciptakan satelit dengan teknologi pencitraan laser yang mampu menangkap detail wajah manusia dari jarak lebih dari 100 kilometer.

Penemuan ini merupakan terobosan besar dengan peningkatan kinerja hingga 100 kali lipat dibandingkan kamera mata-mata dan teleskop tradisional, menurut laporan South China Morning Post. Teknologi ini memungkinkan pemantauan satelit asing dengan tingkat detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mengutip LiveScience, Rabu (12/3), para peneliti dari Academy of Sciences’ Aerospace Information Research Institute di China mengungkapkan hasil studi mereka dalam jurnal Chinese Journal of Lasers (Edisi 52, Volume 3). Mereka menguji sistem terbaru ini menggunakan teknologi synthetic aperture lidar (SAL), sejenis radar laser yang mampu membentuk gambar dua atau tiga dimensi.

SAL bekerja dengan memanfaatkan gerakan objek, seperti satelit, untuk menghasilkan gambar beresolusi lebih tinggi dibandingkan sistem radar lainnya. Sebelumnya, sistem radar synthetic aperture (SAR) menggunakan gelombang mikro, yang memiliki panjang gelombang lebih besar sehingga menghasilkan resolusi gambar lebih rendah.

Namun, teknologi terbaru ini bekerja pada panjang gelombang optik yang jauh lebih pendek dibandingkan gelombang mikro, sehingga menghasilkan gambar yang lebih jelas. Dalam pengujian di Danau Qinghai, China, sistem ini berhasil menangkap detail sekecil 1,7 milimeter dari jarak 101,8 kilometer, serta mengukur jarak dengan akurasi hingga 15,6 milimeter.

Keberhasilan ini melampaui pencapaian sebelumnya, seperti uji coba oleh Lockheed Martin pada 2011 yang hanya mampu mencapai resolusi 2 cm dari jarak 1,6 km, atau pengujian China sebelumnya yang mencatat resolusi 5 cm pada jarak 6,9 km.

Para ilmuwan mencapai terobosan ini dengan membagi sinar laser pada sistem lidar ke dalam array mikro-lensa 4x4, yang memperluas aperture optik dari 17,2 mm menjadi 68,8 mm. Dengan cara ini, mereka mengatasi kendala antara bidang pandang dan ukuran aperture, yang selama ini menjadi tantangan dalam sistem pencitraan canggih.

Faktor Cuaca Mempengaruhi Akurasi Sistem

Pengujian dilakukan dalam kondisi cuaca hampir sempurna, dengan angin stabil dan tutupan awan yang minim. Para ahli mencatat bahwa kondisi cuaca buruk atau gangguan visibilitas dapat memengaruhi keakuratan dan keandalan sistem ini.

Penemuan ini menandai langkah maju dalam teknologi pencitraan satelit dan membuka peluang baru dalam pengawasan satelit asing, keamanan nasional, serta eksplorasi luar angkasa.

Rekomendasi