Begini Nasib Seorang Wanita Gara-gara "Nekat" Bawa Pistol saat Diperiksa Mesin MRI

Kejadian ini benar-benar terjadi dan pasien tak menuruti aturan yang berlaku.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Begini Nasib Seorang Wanita Gara-gara "Nekat" Bawa Pistol saat Diperiksa Mesin MRI
Begini Nasib Seorang Wanita Gara-gara "Nekat" Bawa Pistol saat Diperiksa Mesin MRI (© 2023 merdeka.com)

Seorang wanita baru-baru ini dilaporkan mengalami kecelakaan yang menyakitkan setelah mengabaikan kebijakan “tanpa logam” saat menjalani pemindaian resonansi magnetik (MRI).

Menurut laporan IFLScience pada Jumat, (15/12), kecelakaan ini terjadi setelah wanita itu membawa sebuah pistol besi secara diam-diam ke ruang MRI tanpa disadari siapapun.

Akibatnya, dia harus menerima tembakan yang dilontarkan oleh pistolnya sendiri pada bagian bokong kanannya.

Dok. Istimewa
© Unsplash/Jay Rembert

Laporan mengenai kejadian ini dikeluarkan oleh Administrasi Makanan dan Obat-Obatan AS (FDA) sebagai “peristiwa yang merugikan”.

Dok. Istimewa
© Unsplash/maxx ❄

Laporan ini menjelaskan bagaimana pasien menyelundupkan pistol besi ke ruang MRI. Ketika masuk ke mesin MRI, pistol tertarik oleh magnet, menembakkan satu tembakan ke arah dirinya.

Dilaporkan pula bahwa sebelum pemeriksaan, pasien juga telah menjalankan proses penyaringan standar untuk benda-benda magnetik, termasuk senjata.

Namun, informasi yang diberikan tidak sepenuhnya akurat, menyebabkan kecelakaan yang tidak perlu terjadi.

MRI beroperasi dengan menggunakan medan magnet yang kuat bersama dengan gelombang radio untuk fokus pada inti hidrogen atau proton yang ada dalam molekul air.

Saat inti proton terpapar oleh medan magnet, yang jauh lebih kuat daripada magnet kulkas dengan kekuatan ribuan kali lipat, inti proton ini sejajar.

Meskipun MRI merupakan alat yang sangat berguna untuk melihat ke dalam tubuh manusia, penting untuk diingat bahwa kehadiran logam dalam ruang mesin tersebut dapat menjadi sangat berbahaya.

Dok. Istimewa
© Unsplash/Accuray

Mesin ini bekerja dengan prinsip medan magnet yang kuat, dan kehadiran logam bisa menjadi ancaman serius bagi keselamatan pasien dan staf medis.

Kejadian tragis ini menjadi pengingat penting akan urgensi mematuhi aturan keamanan dalam penggunaan peralatan medis seperti MRI. Sebelum ini pun, pada bulan Februari 2023 ini seorang pria telah tewas karena membawa pistol ke dalam mesin MRI.

Hal ini sekaligus menyoroti akan pentingnya menyadari risiko yang terkait dengan pembawaan logam saat menjalani perawatan medis. Pelarangan pembawaan logam bukanlah tanpa alasan, melainkan instruksi keamanan yang dapat mencegah pasien celaka atau bahkan terbunuh oleh mesin ini.

Rekomendasi