Masih Banyak yang Gagal Paham, Minyak Bumi Bukan dari Fosil Dinosaurus

Fosil dinosaurus bukanlah material minyak bumi. Hal itu tidak ada hubungannya.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Masih Banyak yang Gagal Paham, Minyak Bumi Bukan dari Fosil Dinosaurus
Menurut sebuah penelitian, jumlah dinosaurus telah menurun sebelum punah akibat hantaman asteroid ke Bumi (Mark Garlick/Science Photo Library) (© 2025 Liputan6.com)

Kepercayaan populer yang menyebut bahwa minyak bumi berasal dari jasad dinosaurus kembali dibantah oleh para ilmuwan. Menurut ahli geologi dari Universitas Oslo, minyak bukanlah hasil peluruhan fosil dinosaurus, melainkan berasal dari triliunan mikroorganisme laut seperti alga dan plankton.

“Untuk alasan yang aneh, ide bahwa minyak berasal dari dinosaurus sangat melekat di benak banyak orang,” ujar Reidar Müller, geolog dari University of Oslo, seperti dikutip dari Science Norway.

“Namun kenyataannya, minyak berasal dari organisme mikroskopis yang hidup di lautan jutaan tahun lalu," imbuhnya dikutip IFLScience.

Müller menjelaskan bahwa alga dan plankton yang mati ratusan juta tahun lalu akan tenggelam ke dasar laut, lalu tertimbun lapisan sedimen.

Dalam kondisi bertekanan tinggi dan kadar oksigen yang rendah, jasad mikroorganisme ini perlahan berubah menjadi minyak bumi setelah melalui proses geologis selama jutaan tahun.

Minyak kemudian merembes ke atas hingga terperangkap oleh lapisan batuan yang tidak bisa ditembus, dan pada titik itulah manusia harus melakukan pengeboran untuk mengeluarkannya. Dalam beberapa kasus, bencana alam bisa memicu pelepasan minyak secara alami.

Sementara itu, anggapan bahwa dinosaurus, termasuk jenis laut atau darat seperti Tyrannosaurus rex, berkontribusi pada pembentukan minyak bumi dianggap tidak masuk akal secara ilmiah.

Selain karena jumlah mereka relatif kecil dibandingkan mikroorganisme laut, jasad dinosaurus tidak memenuhi kondisi geologis khusus yang dibutuhkan untuk menghasilkan minyak.

“Lingkungan yang dibutuhkan untuk pembentukan minyak harus sangat rendah oksigen. Sedangkan jasad dinosaurus yang mati di laut kemungkinan besar akan langsung dimakan oleh hewan laut lain sebelum sempat terkubur dan mengalami proses geologis,” jelas Müller.

Penjelasan ini sekaligus menjawab pertanyaan mengapa tulang-tulang dinosaurus tidak tersebar di seluruh permukaan Bumi, meskipun mereka pernah mendominasi daratan jutaan tahun lalu.

Klarifikasi ini penting mengingat pemahaman yang salah kaprah tentang asal-usul minyak bumi masih banyak dipercaya publik, bahkan sering muncul dalam budaya populer dan kampanye pemasaran.

Rekomendasi