Rekaman misi luar angkasa NASA kembali viral setelah menampilkan momen menegangkan ketika seorang astronot terbang tanpa pengaman (untethered) untuk menangkap satelit yang mengorbit. Misi ini menjadi salah satu aksi paling berisiko yang pernah dilakukan manusia di luar angkasa.
Momen tersebut berasal dari misi STS-41-B pada Februari 1984, ketika astronaut Bruce McCandless II melakukan uji coba MMU (Manned Maneuvering Unit), sebuah perangkat jetpack yang memungkinkan pergerakan bebas di luar pesawat tanpa tali pengaman.
Dalam rekaman yang kembali beredar, McCandless tampak melayang sendiri di ruang hampa, mendekati dan menangkap satelit Westar VI, satelit komunikasi komersial milik Western Union.
Mengutip IFLScience, Minggu (30/3), tak hanya Westar VI, misi ini juga mencakup upaya pengambilan satelit Palapa B2, milik Indonesia, yang diluncurkan dalam misi sebelumnya namun gagal mencapai orbit yang tepat.
Kedua satelit itu tidak dapat beroperasi karena kendala pada pendorong roket, dan akhirnya ditargetkan untuk dikembalikan ke Bumi menggunakan upaya langsung dari para astronaut NASA.
NASA merancang misi kompleks ini dengan memanfaatkan pakaian antariksa dan MMU, memungkinkan astronaut melayang bebas untuk mendekati dan mengamankan kedua satelit tersebut.
Sementara itu, astronaut Anna Fisher mengoperasikan Remote Manipulator System (RMS) atau lengan robotik, untuk membantu dalam proses pengambilan satelit.
Peristiwa tersebut sempat menjadi sorotan dunia karena mempertaruhkan keselamatan seorang astronaut tanpa alat pengaman langsung ke wahana induk.
Dalam rekaman, McCandless tampak hanya bergantung pada kontrol MMU untuk menjaga kestabilan dan arah geraknya.
“Ini adalah penerbangan luar angkasa paling bebas yang pernah dilakukan manusia,” ujar komentator dalam rekaman resmi NASA. Momen tersebut kini kembali ramai di media sosial karena dianggap menunjukkan keberanian dan ketenangan luar biasa seorang astronaut dalam kondisi ekstrem.
Meskipun MMU tidak lagi digunakan sejak pertengahan 1980-an karena alasan keselamatan, misi ini membuka jalan bagi teknologi aktivitas luar kendaraan (EVA) yang lebih canggih dan aman, serta memperkuat peran manusia dalam pemeliharaan satelit dan misi pemulihan orbit.
McCandless, astronaut pertama yang terbang bebas di luar angkasa, wafat pada 2017. Aksi heroiknya bersama tim STS-41-B kini dikenang sebagai tonggak bersejarah dalam eksplorasi antariksa dan kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia melalui misi penyelamatan Palapa B2.
NASA menegaskan bahwa meskipun aksi seperti itu tidak lagi dilakukan, semangat keberanian dan eksplorasi tetap menjadi fondasi utama dalam misi luar angkasa hingga saat ini.