Lembaga Pengelola Investasi
-
Ekonomi •INA Suntik Rp39 T ke Hutama Karya, Jokowi: Senang Karena Telurnya PecahPresiden Joko Widodo (Jokowi) senang karena Indonesia Investment Authority (INA) kini sudah melakukan perjanjian kerja sama perdana dengan Hutama Karya. Perjanjian strategis pembiayaan dengan nilai mencapai lebih dari Rp 39 triliun akan mencakup pembangunan ruas jalan tol Trans Sumatera dan Trans Jawa.
-
Ekonomi •INA Punya Peran Vital, Sri Mulyani Ingatkan Peringkat Daya Saing RI di ASEAN 5 RendahSri Mulyani mengatakan, peran Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Autority (INA) penting dalam upaya pembiayaan proyek strategis nasional. Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur, dia mengakui, rangking competitiveness atau daya saing Indonesia masih lebih rendah dibanding 5 negara ASEAN.
-
Ekonomi •LPDP Hingga LPI Terima Rp92 T, Menteri Sri Mulyani Harap Beri Manfaat Rakyat3 lembaga penerima investasi hari ini menandatangani Letter of Commitment (LoC) untuk mendapat kucuran dana segar dari pemerintah sebesar Rp 92 triliun. Tiga lembaga tersebut yakni Lembaga Pengelola Investasi (LPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKP).
-
Ekonomi •Lembaga Pengelola Investasi Tetap Beroperasi Meski UU Cipta Kerja DirevisiMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) tetap beroperasi sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung (MK) setelah Pengujian Formil Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.
-
Ekonomi •Waskita Karya Negosiasi dengan LPI Soal Pembiayaan 6 Ruas TolPT Waskita Karya (Persero) Tbk mengungkapkan terdapat enam ruas tol yang dalam proses negosiasi dengan sovereign wealth fund (SWF) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
-
Ekonomi •LPI Kantongi Minat Investasi Asing Rp231,6 TriliunSelain itu, juga terdapat investor finansial global, korporasi asing yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia, kemudian ada juga dari domestic players seperti BPJS Ketenagakerjaan, Taspen dan lain-lain.
-
Ekonomi •Pengusaha Ragu LPI Mau Suntik Modal ke Proyek Tol yang Sepi PengunjungMenurut dia, LPI sebagai institusi finansial tidak akan serta merta membeli proyek infrastruktur yang sangat mahal. Di sisi lain, pengusaha juga akan sulit melepas kepemilikan jalan tol yang punya volume lalu lintas tinggi.
-
Ekonomi •INA Resmi Masuk Jaringan Global Sovereign Wealth Fund IFSWFLembaga Pengelola Investasi (INA) resmi menjadi anggota asosiasi/associate member dari International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). Dengan bergabungnya Indonesia ke jaringan global sovereign wealth fund, maka IFSWF sekarang memiliki 35 anggota penuh dan 6 anggota asosiasi, mewakili 40 negara di seluruh dunia.
-
Ekonomi •BPJamsostek dan INA Kerja Sama Terkait Investasi LangsungBadan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dan Indonesia Investment Authority (INA) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mensinergikan sumber daya dan dana yang dimiliki dalam melakukan kerjasama investasi, khususnya melalui instrumen investasi langsung.
-
Ekonomi •LPI Tandatangani MoU Platform Investasi Infrastruktur Pertama IndonesiaMelalui MOU ini, INA berencana menjajaki peluang investasi bersama dalam kemitraan dengan CDPQ, APG dan ADIA pada aset jalan tol Indonesia. Platform Investasi ini akan menjadi kendaraan utama anggota konsorsium untuk investasi jalan tol di Indonesia.
-
Ekonomi •Kehadiran LPI Bakal Dongkrak Permintaan Semen DomestikPermintaan semen domestik nasional telah mengalami pertumbuhan positif sejak Februari 2021 dan cenderung menguat pada bulan Maret lalu.
-
Ekonomi •Pemerintah Rayu 52 Calon Mitra Strategis agar Mau Tanamkan Modal di LPIMenko Airlangga mencatat, saat ini, pemerintah terus melakukan pembicaraan kepada 52 perusahaan dan mitra strategis INA agar mau menanamkan modalnya di Indonesia. Namun, dia tidak merinci daftar ke-52 calon mitra yang dimaksudkan tersebut.
-
Ekonomi •Pemerintah Pastikan Abu Dhabi Akan Suntik Modal LPI Rp145 TriliunSovereign Wealth Fund Abu Dhabi atau Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) berencana akan menyuntikkan dana ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Adapun dana yang akan masuk ke Indonesia Investment Authority (INA) tersebut mencapai USD10 miliar atau sekitar Rp145 triliun (kurs Rp 14.500 per USD).
-
Ekonomi •Kehadiran LPI Diharap Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaAkselerasi percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dapat didorong melalui adanya investasi. Sehingga kehadiran LPI sangat menarik untuk mengelola investasi yang masuk.
-
Ekonomi •Anggota DPR Tak Ingin LPI Bernasib Seperti Jiwasraya dan AsabriMisbakhun ingin, LPI tidak menimbulkan kerugian negara seperti kasus Jiwasraya, Asabri, atau BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi LPI mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebagai modal awal untuk menjalankan tugasnya.
-
Ekonomi •Kadin: LPI Sebuah Terobosan untuk Akselerasi Pembangunan InfrastrukturKetua Komisi Tetap Kebijakan Strategis Infrastruktur Kadin, Mohammed Ali berawi mengatakan, LPI didesain pemerintah untuk melakukan beberapa fungsi penting. Di antaranya pengelolaan investasi untuk pembangunan infrastruktur, maupun pengelolaan aset-aset infrastruktur.
-
Ekonomi •Skema Penyaluran Dana Lembaga Pengelolaan Investasi untuk Pembangunan InfrastrukturDi dalam LPI skemanya bakal ada investor-investor yang masuk baik dari internasional maupun domestik. Pemerintah nantinya bakal berperan menawarkan infrastruktur menarik di RI sebagai tawaran investasi mereka.
-
Ekonomi •Lembaga Pembiayaan Investasi Lahir karena Keterbatasan Instrumen PemerintahDia mengatakan, selama ini instrumen pembiayaan untuk pembangunan di Tanah Air masih mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN). Sementara, alokasi terhadap APBN tidak semuanya bisa digunakan untuk pembangunan.
-
Ekonomi •Lewat Telepon, Jokowi Sukses Rayu Pangeran Abu Dhabi Suntik Rp140 Triliun ke LPISuntikan ini didapatkan bukan tanpa usaha. Diceritakan jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan pembicaraan dengan His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada 19 Maret 2021 melalui telepon.
-
Ekonomi •Kemenkeu Sebut Kehadiran LPI Bisa Tekan Jumlah Utang RIKemenkeu menyebut, kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) bisa menjadi pilihan skema pembiayaan infrastruktur baru di Tanah Air. Dengan begitu, diharapkan skema pembiayaan melalui utang dapat berkurang.