Pengusaha Ragu LPI Mau Suntik Modal ke Proyek Tol yang Sepi Pengunjung

Menurut dia, LPI sebagai institusi finansial tidak akan serta merta membeli proyek infrastruktur yang sangat mahal. Di sisi lain, pengusaha juga akan sulit melepas kepemilikan jalan tol yang punya volume lalu lintas tinggi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pengusaha Ragu LPI Mau Suntik Modal ke Proyek Tol yang Sepi Pengunjung
Pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Pengusaha Jalan Tol tak yakin kehadiran Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) bakal banyak membantu penyuntikan modal untuk pembangunan jalan tol. Sebab, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menilai investor pasti lebih mengincar proyek jalan tol yang punya potensi pengguna besar ketimbang yang minim lalu lintas harian rata-rata (LHR).

Secara garis besar, Bendahara Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) M Ramdani Basri mengatakan, kehadiran LPI memang menjanjikan kekuatan besar untuk membangun infrastruktur, khususnya dalam rangka pengembangan jalan tol.

"Namun perlu kita sadari, bahwa INA merupakan financial institution. Hitungan mereka berbeda dengan strategic investor. Mereka akan lihat return yang didapat dari proyek berapa besar," kata Ramdani dalam sesi teleconference, Jumat (9/7).

Menurut dia, LPI sebagai institusi finansial tidak akan serta merta membeli proyek infrastruktur yang sangat mahal. Di sisi lain, pengusaha juga akan sulit melepas kepemilikan jalan tol yang punya volume lalu lintas tinggi.

Jalan tol dengan lalu lintas harian rata-rata rendah jadi pilihan untuk ditawarkan ke investor. Namun, proyek tersebut juga belum tentu dilirik LPI.

"Kalau memang LHR-nya baik itu mungkin kendalanya BUJT akan sulit melepas, karena cashflow mereka di sana. kalau trafiknya rendah eggak mungkin ditawarkan ke mereka, karena kalau return enggak baik enggak akan masuk," paparnya.

Oleh karenanya, Ramdani meminta pengusaha tol jangan terlalu berharap akan kehadiran LPI. Sementara itu, dia juga ingin INA lebih mengerti kondisi BUJT saat ini sehingga tercipta win win solution.

"Istilahnya mereka mau jembatani proyek tol yang LHR kurang baik, sehingga BUJT dapat fresh money untuk melakukan proyek lainnya. Implementasi enggak akan semudah itu memang, kami harap ada win win solution," tukas Ramdani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi