INA Punya Peran Vital, Sri Mulyani Ingatkan Peringkat Daya Saing RI di ASEAN 5 Rendah

Sri Mulyani mengatakan, peran Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Autority (INA) penting dalam upaya pembiayaan proyek strategis nasional. Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur, dia mengakui, rangking competitiveness atau daya saing Indonesia masih lebih rendah dibanding 5 negara ASEAN.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
INA Punya Peran Vital, Sri Mulyani Ingatkan Peringkat Daya Saing RI di ASEAN 5 Rendah
Menteri Keuangan Sri Mulyani. ©2022 BRI

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, peran Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Autority (INA) penting dalam upaya pembiayaan proyek strategis nasional. Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur, dia mengakui, rangking competitiveness atau daya saing Indonesia masih lebih rendah dibanding 5 negara ASEAN.

"Dengan pembangunan infrastruktur dan jalan tol yang begitu banyak, rangking competitiveness Indonesia masih relatif lebih rendah dari negara Asean 5. Kami pahami PR kita masih sangat banyak," katanya, Jakarta, Kamis (14/4).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 hingga 2024 kebutuhan pendanaan infrastruktur mencapai Rp6.445 triliun. Sementara itu, APBN dalam hal ini menyediakan sebesar Rp2.385 triliun atau 37 persen dari kebutuhan.

"Ini belum saat negara hadapi shock pandemi. Di mana dana APBN terpaksa dan dipaksa pindah prioritas ke masalah kesehatan, bansos dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, untuk meneruskan pembangunan tidak mungkin terus menerus bergantung pada APBN. Peran APBN jelas penting dan swasta diperlukan, untuk itu Kemenkeu terus melakukan reformasi fiskal.

"Di mana kita terus memperbaiki sisi penerimaan baik pajak, bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak. Belanja makin berkualitas belanja baik di pusat, daerah dan sisi pembiayaan prudent dan inovatif," jelasnya.

Kemenkeu sebagai pengelola keuangan negara terus melakukan transformasi menjaga kesehatan APBN sesudah melakukan tugas sangat berat menangani dampak pandemi. Pengelolaan keuangan negara terus ditingkatkan termasuk melakukan berbagai inovasi dukung peranan BUMN dan peranan swasta.

"APBN meski sangat penting tidak mungkin bekerja sendiri. BUMN memiliki kontribusi sangat penting meski juga saat BUMN harus lakukan fungsi pembangunan dibutuhkan injeksi modal pemerintah melalui APBN," tandas Menteri Sri Mulyani.

Rekomendasi