Anggota DPR RI mendorong eksplorasi budaya daerah sebagai kunci penguatan industri film nasional, melihat potensi besar di berbagai wilayah dan pentingnya dukungan kebijakan yang komprehensif.
Anggota DPR RI mendesak pemerintah perbanyak **beasiswa sekolah vokasi** dan arahkan CSR industri. Ini penting untuk cetak tenaga kerja terampil dan tingkatkan daya saing bangsa.
Anggota Komisi VII DPR RI mendesak percepatan realisasi jalur penyeberangan Ro-Ro Dumai-Melaka sebagai strategi konkret untuk menggaet potensi wisatawan ASEAN, sekaligus menopang sektor industri dan investasi Indonesia.
Anggota DPR RI Hendry Munief menyerukan Kolaborasi NU Muhammadiyah untuk memberdayakan ekonomi umat, mengingat potensi besar kedua ormas Islam terbesar di Indonesia. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan pariwisata.
Anggota DPR RI Hendry Munief perkuat silaturahmi dengan pelaku UMKM Riau jelang Ramadhan, menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi dan mendorong kemajuan usaha mereka.
Pelemahan ekonomi Singapura membuka peluang besar bagi Batam. Anggota DPR Hendry Munief meminta pemerintah menangkap momentum ini agar Peluang Ekonomi Batam dapat dimaksimalkan, namun juga mewaspadai tantangan baru yang mungkin muncul.
Anggota Komisi VII DPR RI mendesak pemerintah daerah mengoptimalkan potensi UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata lokal. Ini strategi jitu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada APBD yang menipis.
Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief, mendorong BSD City menjadi percontohan nasional dalam pengembangan kawasan industri yang komprehensif, ramah lingkungan, serta mampu memberdayakan tenaga kerja lokal dan UMKM.
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta TVRI menggesa pembenahan layanan siaran jelang Piala Dunia 2026 demi kualitas maksimal dan jangkauan luas di seluruh Indonesia.
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menyatakan kesiapan menjalin Kolaborasi Ekonomi BMIWI Riau dengan 17 ormas wanita Islam untuk maksimalkan potensi pemberdayaan UMKM dan pariwisata.