Geliat industri garmen
-
Ekonomi •Rugi Besar, Produsen Garmen Gulung Tikar Hingga PHK 1.163 KaryawanPT Tuntex Garment Indonesia-Cikupa, Kabupaten Tangerang, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.163 karyawan, imbas kerugian besar yang dialami perusahaan.
-
11News •Geliat Industri Garmen Meningkat Jelang RamadanGeliat Industri Garmen Meningkat Jelang Ramadan. Menjelang bulan Ramadan, industri garmen di PIK Pulogadung mengalami peningkatan pesanan hingga 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Saat ini industri garmen tersebut mampu memproduksi sekitar 500 potong.
-
Ekonomi •Impor Baju Bekas Ancaman bagi Industri GarmenWakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel, menyayangkan masih terjadi impor pakaian bekas di Indonesia. Padahal hal itu melanggar peraturan dan mengancam keberadaan industri garmen kecil dan rumahan.
-
Travel •Kota Petro Dollar Majalaya, Pernah Berjaya Berkat Kain TenunnyaKain tenun tradisional Majalaya menjadi identitas kain tenun Jawa Barat. Dahulu, sentra kerajinan tenun ini pernah menjadi pusat tekstil nasional. Perekonomian warganya juga meroket berkat kain tenun Majalaya. Namun, semua tinggal kenangan.
-
Ekonomi •Asosiasi Tekstil: Tak Mungkin Buruh Positif Covid-19 Disuruh BekerjaJemmy menjamin seluruh anggota asosiasi yang dipimpinnya taat protokol kesehatan dalam bekerja. Sebab, jika penyebaran virus terus melonjak, para pengusaha justru semakin dirugikan.
-
Ekonomi •Pengusaha: Penerapan Bea Masuk Garmen Berpotensi Picu Impor IlegalPenerapan safeguard tersebut berpotensi membawa efek negatif terhadap kelangsungan bisnis garmen domestik. Menyusul ancaman maraknya barang-barang impor yang masuk Indonesia secara ilegal.
-
Ekonomi •Rencana Penerapan Bea Masuk Garmen Dikhawatirkan akan Picu Impor IlegalPenerapan safeguard produk garmen berpotensi membawa efek negatif terhadap perekonomian, salah satunya akan semakin maraknya barang-barang impor yang masuk Indonesia secara ilegal.
-
Ekonomi •Survei: 59 Persen Konsumen Ingin Garmen Ramah Lingkungan di Tengah Pandemi Covid-19Berdasarkan data survei global U.S. Cotton Trust Protocol terkini, 54 persen pemimpin perusahaan brand garmen dan tekstil mengatakan bahwa mereka telah melihat tuntutan konsumennya akan praktik dan produk yang ramah lingkungan meningkat sejak awal pandemi Covid-19.
-
Ekonomi •Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Catatkan Investasi Kuartal II Rp 32,39 TriliunKementerian Perindustrian terus memacu kinerja industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) agar mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Dari sisi kinerja ekspor pada triwulan II-2020, sektor IKFT menyumbang USD14,59 miliar, dan realisasi investasinya menembus Rp32,39 triliun.
-
News •Produsen Tekstil Tanah Air Disarankan Gunakan Kapas AmerikaProdusen tekstil di Indonesia disarankan agar menggunakan kapas dari Amerika Serikat yang kualitasnya telah diakui dunia. Dengan kapas berkualitas tersebut, diyakini akan menaikkan nilai jual produk, sekaligus memperluas pasar tujuan ekspor.
-
Ekonomi •Kemenperin: Investor Tekstil China Tak Mau Kolaborasi dengan Perusahaan LokalKemenperin menyebut industri tekstil pada umumnya masih dikuasai lokal dari hulu sampai hilir. Ini menghilangkan kekhawatiran bahwa investasi akan lari ke luar negeri, sebab pelaku industri masih orang Indonesia.
-
Ekonomi •Bahan Baku Industri Pakaian Jadi Andalan ImporJika berjalan baik, maka konsep ini mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2 persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari 5 persen menjadi 6-7 persen pada periode tahun 2018-2030.
-
Ekonomi •Produsen Serat Kain RI Target Tembus Pasar Turki hingga PakistanDirektur APR, Basrie Kamba mengatakan, saat ini APR telah mengoperasi pabriknya yang berlokasi di Riau dengan nilai Rp 10,9 triliun. Fasilitas produksi tersebut mampu menghasilkan viscose rayon hingga 240 ribu ton per tahun.
-
8Ekonomi •Geliat produksi atribut partai di masa kampanye Pemilu 2019Geliat produksi atribut partai di masa kampanye Pemilu 2019. Dalam sehari, pekerja di pabrik konveksi tersebut bisa memproduksi hingga 2.000 potong atribut partai, mulai dari kaos, bendera, dan topi.
-
Ekonomi •Mendag Enggar: Industri tekstil andalan devisa nomor 3 terbesar IndonesiaDia mengajak agar pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk meningkatkan produksinya. Dia menjelaskan, TPT dianggap sebagai industri sunset karena pernah mengalami masa jayanya, namun kemudian turun drastis. Hal ini dikarenakan industri ini kurang mampu menguasai pasar dan sangat bergantung dengan impor.
-
Ekonomi •Lima perusahaan BUMN kolaborasi kembangkan pasar sarung dan industri tekstilModel kerja sama seperti ini akan terus diterapkan ke depannya. Dalam 4 tahun terakhir, Kementerian BUMN katanya terus mendorong pola kolaborasi seperti ini. Tiap-tiap BUMN mempunyai kelebihan masing-masing dan harus kerja sama seperti ini.
-
Ekonomi •Industri tekstil Indonesia kalah saing dibanding Vietnam dan Bangladesh, ini sebabnyaSalah satunya penyebab Indonesia kalah bersaing adalah harga bahan baku yang tersedia di dalam negeri. Ditemukan bahwa harga bahan baku dalam negeri justru kalah bersaing dengan bahan yang sama berlabel impor. Bahan baku tersebut adalah serat polyester sebagai bahan baku benang.
-
Ekonomi •SRIL sebar dividen 2017 sebesar Rp 163,6 miliar, naik 193 persen dari 2016Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk., Iwan Setiawan, menyatakan total dividen PT Sri Rejeki Isman Tbk. tersebut akan dibagikan untuk 20.452.176.844 lembar saham dan akan dibayarkan pada tanggal 21 Juni 2018 kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Mei 2018.
-
Ekonomi •Siberia minat impor produk tekstil dan alas kaki IndonesiaKetua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Siberia Tengah, Rafael Shageev, menyampaikan minatnya untuk mengimpor produk tekstil dan alas kaki dari Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, Rafael mengatakan keinginan impor produk RI karena mutunya baik.
-
Ekonomi •Cerita buruh difabel, bekerja di pabrik pembuat baju anti peluru kelas duniaANWECA merupakan perusahaan yang bergerak industri garmen dan trading. Ada pun produk unggulan yang dihasilkan antara lain safety vest, baju anti peluru, dan jas hujan. Saat ini telah ada 4 pekerja difabel di pabrik Jakarta. Sedangkan, untuk pabrik di Jawa Tengah sudah ada 20 pekerja difabel.