APBN 2015
-
News •BPK beri opini Wajar Dengan Pengecualian terhadap APBN 2015BPK beri opini Wajar Dengan Pengecualian terhadap APBN 2015. Ketua BPK Harry Azhar Aziz mengatakan IHPS I tahun 2016 memuat ringkasan hasil pemeriksaan pemerintah pusat yang terdiri atas 100 hasil pemeriksaan laporan keuangan. Hasilnya, sesuai dengan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2015.
-
Ekonomi •APBN 2015 tak tercapai, menkeu janji tetapkan target lebih realistis"Pemerintah juga akan menjaga tingkat defisit anggaran dibatas aman setinggi-tingginya 3 persen dari PDB," ujar menkeu.
-
Ekonomi •DPR nilai jelek kinerja anggaran 2015, Sri Mulyani mengamini"Defisit anggaran pada 2015 lalu mencapai Rp 298,5 triliun."
-
Ekonomi •Akhir 2015, aset negara meningkat Rp 1.252,4 triliunTotal jumlah aset negara per 31 Desember 2015 mencapai Rp 5.163,3 triliun.
-
Ekonomi •Pemerintah catat realisasi belanja APBN-P 2015 cuma 91,1 persenRealisasi belanja modal hanya sebesar Rp 215,4 triliun, atau 78,1 dari target sebesar Rp 275,8 triliun.
-
Ekonomi •DPR duga Ketua Wantimpres tak paham masalah penerimaan pajakSri Adiningsih menyoroti rendahnya realisasi penerimaan pajak sepanjang 2015.
-
Ekonomi •Menkeu sebut PPh topang rekor penerimaan pajak tahun ini"Dari pembayar pajak. Ya semualah gabung, PPh, PPN. (Komposisi terbesar). Selalu PPh lah pasti," ujar Bambang.
-
Ekonomi •Pemerintah optimis penerimaan pajak capai Rp 1.000 TKeyakinan tersebut didapat setelah adanya paket kebijakan ekonomi soal revaluasi aset.
-
Ekonomi •Sudirman Said: Harga minyak anjlok ikut gerus penerimaan negaraHarga minyak dunia sudah menyentuh USD 35 per barel, jauh dibawah patokan APBN Perubahan 2015 sebesar USD 60 per barel.
-
Ekonomi •Penerimaan pajak tak tercapai, hambat pertumbuhan ekonomi 2016APBN 2016 akan mengalami perubahan di awal tahun, karena target penerimaan pajak di tahun ini dipastikan tidak sesuai.
-
Ekonomi •Menkeu Bambang sebut penerimaan negara baru mencapai 74 persenUntuk belanja negara sudah mencapai 82,6 persen.
-
Ekonomi •Rapat di DPR, Ken ditantang mundur jika target pajak tak tercapaiMaruarar meminta Ken untuk lebih realistis menetapkan target penerimaan pajak dan berkaca dari sikap Sigit Pramudito.
-
Ekonomi •Penerimaan pajak diperkirakan hanya mencapai 80 persen tahun ini"Saya menghitung akan finish di 80 persen. Shortfall Rp 250 triliun," kata Pras.
-
Ekonomi •Darmin: Ekonomi melambat tapi target pajak terlalu tinggiHal ini terbukti dari realisasi penerimaan pajak baru mencapai 66 persen atau sekitar Rp 865 triliun per November 2015.
-
Ekonomi •Kemenkeu: Dana desa tahap ketiga Rp 4,1 triliun disalurkan hari iniTahap ketiga ini sempat dihentikan sementara. Namun, Kemenkeu tetap ngotot untuk salurkan dana desa tersebut.
-
Ekonomi •Wapres JK: Kita sedang cari cara kelola defisit anggaran"Ya pastilah. Kita lihat perkembangannya," kata JK.
-
Ekonomi •Serapan anggaran kementerian naungan Menko Darmin sangat rendahRata-rata serapan anggaran kementerian tersebut sebesar 34,7 persen atau Rp 78,3 triliun dari total Rp 225,34 triliun.
-
Ekonomi •Serapan anggaran lelet, Mendag Lembong sebut proyek masih dilelang"Kita juga belum melakukan proses penagihan terhadap pekerjaan yang sudah selesai."
-
Ekonomi •Per Agustus 2015, setoran dividen Rp 32,136 triliunItu 87 persen dari target setoran dividen dalam APBN Perubahan 2015 sebesar Rp 36,957 triliun.
-
Ekonomi •Tiap bulan Kementerian PU-Pera harus habiskan Rp 17,79 triliunPenyerapan anggaran kementerian baru mencapai 33,04 persen atau senilai Rp 39,21 triliun.