Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Upacara Mate Ncayur Ntua, Ritual Pemakaman Khusus untuk Orang Tua di Pakpak

Mengenal Upacara Mate Ncayur Ntua, Ritual Pemakaman Khusus untuk Orang Tua di Pakpak Rumah Adat Pakpak. batak-network.blogspot.com ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Setiap daerah di Indonesia memiliki acara ritual pemakaman bagi keluarga ataupun kerabat. Dalam masyarakat Kabupaten Pakpak, Sumatra Utara, ritual tersebut dikenal dengan nama Mate Ncayur Ntua.

Upacara Mate Ncayur Ntua di Pakpak dilaksanakan apabila seseorang meninggal dunia sudah dalam keadaan usia yang cukup tua, telah kawin, dan semua anak keturunannya sudah berumah tangga. Sehingga pelaksanaannya sendiri tidak bisa dilakukan sembarangan atau tidak semua masyarakat bisa menjalankan upacara tersebut.

Upacara pemakaman orang tua ini juga biasa disebut dengan nama Palit Omban. Kata "Palit" berarti membuat coretan atau tanda dengan kapur sirih, sedangkan "Omba" artinya sepotong kayu yang digunakan untuk menggali lubang.

Simak ulasan upacara Mate Ncayur Ntua yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Terbagi dalam Tiga Kelas

Melansir dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, pelaksanaan upacara Mate Ncayur Ntua tergolong cukup menggelontorkan dana yang cukup besar, tetapi semua ini tergantung dari kelas sosialnya.

Pertama, Males Bulung Simbernaek yaitu upacara yang tingkatannya paling tinggi, karena saat pelaksanaannya harus memotong lembu atau kerbau. Besar kecilnya upacara terlihat dari berapa jumlah ekor lembu atau kerbau yang dipotong. Biasanya, upacara ini hanya mampu dilaksanakan oleh orang keturunan raja atau orang kaya.

Kedua, Males Bulung Buluh merupakan jenis upacara yang tergolong menengah. Hewan yang digunakan untuk pelaksanaan upacara tersebut cukup dengan memotong kambing atau babi yang biasa dijadikan lauk makanan sehari-hari.

Ketiga, Males Bulung Sampula adalah tingkatan paling rendah dalam upacara Mate Ncayur Ntua. Dalam pelaksanaannya hanya memotong seekor ayam dan dimainkan dengan musik genderang.

Melakukan Berbagai Persiapan

Apabila seseorang telah meninggal dunia dalam keadaan yang sesuai dengan ciri-ciri yang diperuntukkan Mate Ncayur Ntua, kelompok masyarakat dan kelompok puang melakukan berbagai persiapan upacara agar berjalan dengan lancar.

Beberapa benda pendukung yang perlu disiapkan seperti pengadaan kayu api, pengambilan air, pemasangan tratak (tenda) dan pengadaan alat penerangan untuk malam harinya.

Adapun tugas-tugas dalam persiapan upacara Mate Ncayur Ntua diserahkan kepada pemuda-pemudi setempat, tetangga, dan juga pihak Beru.

Melansir dari skripsi "Upacara Kematian Ncayur Ntua Pada Etnik Pakpak: Kajian Semiotik" karya Suriadi Sinamo dituliskan bahwa sebelum acara pemakaman bisa terlaksana, pihak keluarga akan melakukan sebuah musyawarah untuk menentukan tempat penguburan, tata cara penguburan sampai kelengkapan adat yang perlu disiapkan.

Pelaksanaan Penuh Makna

Dalam pelaksanaan upacara Mate Ncayur Ntua sendiri terbilang cukup panjang. Namun, ada beberapa sesi yang cukup sakral dan bermakna. Seperti kelompok Puang membawa satu ekor ayam, tikar, sumpit berisi beras dan sumpit pandan.

Beras dan ayam bermakna sebagai Nakan Persirangan atau makanan perpisahan. Sedangkan tikar dianggap sebagai tempat tidur perpisahan terakhir. Semua barang-barang tadi biasanya diletakkan di bagian kepala almarhum.

Selain itu, ada pemberian Oles (kain Ulos) yang dinamakan Oles Penaput. Pemberian ini dilakukan oleh pihak kelompok Berru. Kain tersebut digunakan untuk menutup tubuh almarhum. Pemberian Oles ini bermakna agar roh selalu diberkati para keturunan atau leluhur yang ditinggalkan.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP