Berawal dari Lamar Kerja, Intip Kisah Sukses Perantau Batak di New Caledonia

Pria asli Batak ini memilih untuk merantau hingga ke negeri orang untuk bekerja hingga meraih kesuksesan.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Berawal dari Lamar Kerja, Intip Kisah Sukses Perantau Batak di New Caledonia
Berawal dari Lamar Kerja, Intip Kisah Sukses Perantau Batak di New Caledonia (Merdeka.com)

Orang Batak memiliki etos kerja yang begitu tinggi. Mereka juga dikenal menganut sistem budaya merantau ketika sudah dewasa kelak.

Bahkan, semasa menempuh pendidikan terkadang mereka sudah memilih untuk keluar dari tanah kelahirannya.

Tak sedikit dari mereka justru bernasib baik alias sukses di tanah perantauan. Salah satunya pria bermarga Tambunan ini sudah merantau ke luar negeri tepatnya di Noumea, New Caledonia. Sebuah kota kecil yang terletak di seberang laut Perancis atau di Samudera Pasifik.

Lantas, bagaimana kisah perjalanan pria ini sampai meraih kesuksesan di tanah perantauan? Simak cerita selengkapnya yang dirangkum dari kanal Youtube Voice of Batak berikut ini.

Berawal Melamar Pekerjaan

Jintar Tambunan yang berasal dari Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara ini memulai cerita perantauannya ketika Ia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan tambang di Irian Barat pada tahun 1970 silam.

Jintar pun rupanya tak hanya melamar satu perusahaan saja, melainkan dua perusahaan ia daftarkan. Kedua perusahaan tersebut menerima lamaran kerja Jintar, namun ia memilih ke perusahaan yang bermarkas di Perancis lantaran perusahaan ini yang menawarnya lebih dulu.

"Pada saat berangkat, ada 20-an orang Batak yang ikut dalam satu pesawat. Mulai dari marga Aritonang, Siregar, dan Panggabean," ucap Jintar.

Diperpanjang Masa Kontrak

Ketika Jintar sudah bekerja dengan sistem kontrak yang diperpanjang, ia sempat kembali ke Tanah Air sebanyak 2 kali. Kemudian, saat ketiga kalinya, ia ditawarkan untuk perpanjang kontrak kembali karena perusahaan itu masih membutuhkan jasanya.

Akibat makin sedikit tenaga kerja di New Caledonia, Jintar pun memutuskan untuk melanjutkan tawaran kontrak dari perusahaan tersebut sehingga dirinya menetap di kota tersebut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Alasan lain Jintar untuk menetap di kota ini adalah ketika ia bertemu dengan seorang wanita bernama Tina. Mereka menjalin asmara hingga ke jenjang pernikahan. Saat ini mereka sudah dikaruniai dua anak laki-laki dan satu perempuan.

Mendirikan Perkumpulan Masyarakat Indonesia

Saat Jintar sudah mulai bekerja di New Caledonia, banyak aktivitas layaknya di negara sendiri seperti, kegiatan gereja, menjadi narahubung keluarga di Tanah Air hingga perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemudian, Jintar memutuskan untuk membentuk suatu perkumpulan orang-orang Indonesia yang ada di sana. Ia sudah resmi menjabat selama 9 tahun. Uniknya, Jintar merupakan orang satu-satunya yang berasal dari Suku Batak di New Caledonia ini.

Kiat Sukses di Perantauan

Tujuan Jintar merantau sendiri adalah untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin. Namun, menurutnya ada prinsip hidup orang Batak yang selalu ia pegang: "Kalau pergi satu celana, sebelum mendapat celana lima tidak akan pulang".

Artinya, ketika sedang berada di tanah perantauan tentu harus memberikan hasil yang lebih. Saat kembali ke kampung, mereka secara sadar dituntut untuk membawa hasil alias tanpa tangan kosong.

Itulah mengapa banyak sekali orang-orang yang sukses di tanah rantau. Ada pun dari mereka yang gagal karena tidak membuahkan hasil dan pulang dengan tangan kosong.

Rekomendasi