9 Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Hipertiroid, Perlu Diketahui

Hipertiroid terjadi ketika ada terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh. Kondisi ini juga disebut tirotoksikosis.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
9 Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Hipertiroid, Perlu Diketahui
9 Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Hipertiroid, Perlu Diketahui (Merdeka.com)

Hipertiroid terjadi ketika ada terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh. Kondisi ini juga disebut tirotoksikosis. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau membesar dapat menghasilkan lebih banyak hormon tiroid.

Gejala tiroid yang terlalu aktif meliputi penurunan berat badan yang tidak disengaja, kecemasan, berkeringat, sering buang air besar, sulit tidur, dan kelemahan otot. Hipertiroid jauh lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Pola makan seseorang dapat berpengaruh pada gejala hipertiroid. Beberapa makanan dapat memperbaiki kondisi, sementara yang lain dapat memperburuk gejala atau mengganggu pengobatan.

Oleh karena itu, perlu mengetahui makanan aman untuk hipertiroid. Berikut merdeka.com merangkum makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertiroid yang wajib diketahui:

Sebelum mengetahui makanan aman untuk hipertiroid, ketahui terlebih dahulu gejala hipertiroid. Hipertiroid dapat dengan mudah dikacaukan dengan masalah kesehatan lainnya. Kisaran gejalanya meliputi:

-Penurunan berat badan secara tiba-tiba
-Nafsu makan meningkat kecemasan, lekas marah, dan gugup
-Perubahan suasana hati
-Sulit tidur
-Merasa panas
- Gondok

Salah satu hal yang memicu penyakit hipertiroid adalah adanya pembengkakan kelenjar tiroid pada bagian leher. Namun, tentu saja kondisi kesehatan tersebut juga terjadi lantaran adanya beberapa penyebab hipertiroid yang muncul di dalam tubuh.

Beberapa gangguan kesehatan sebagai penyebab hipertiroid tersebut antara lain yaitu:

1. Faktor Genetik

Penyebab hipertiroid yang pertama adalah faktor genetik. Saat anggota keluarga memiliki riwayat penyakit hipertiroid, maka hal ini berisiko untuk dapat diturunkan kepada keturunan selanjutnya. Penyebab hipertiroid yang satu ini tidak dapat dihindari saat salah satu anggota keluarga pernah menderita jenis penyakit ini.

2. Peradangan Kelenjar Tiroid

Kondisi yang seringkali disebut sebagai tiroiditis ini juga merupakan salah satu penyebab hipertiroid. Saat kelenjar tiroid mengalami inflamasi, maka fungsinya pun akan semakin meningkat untuk mengimbangi kondisi kelenjar tiroid yang mengalami peradangan.

3. Kekurangan Yodium

Bukan hanya dapat mengakibatkan gondok, kekurangan zat yodium pun diklaim dapat menyebabkan penyakit hipertiroid. Menebalnya kelenjar tiroid merupakan kondisi yang tepat untuk mengeluarkan hormon tiroid dalam jumlah berlebihan.

4. Penyakit Autoimun

Penyebab hipertiroid selanjutnya adalah penyakit autoimun. Saat seseorang terjangkit penyakit autoimun, maka sistem kekebalan tubuhnya pun juga dapat mengalami gangguan. Saat itu, biasanya kelenjar tiroid akan berfungsi secara tidak optimal.

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Hipertiroid
© 2024 merdeka.com

Berikut beberapa makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertiroid, antara lain:

Sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis, kol, dan kembang kol mengandung senyawa yang dapat mempengaruhi produksi hormon tiroid. Namun, mereka juga kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C, serat, dan antioksidan.

Jadi, sebaiknya mengonsumsi sayuran ini dalam jumlah yang seimbang, dan disertai dengan pemanasan untuk mengurangi efek negatifnya pada kesehatan tiroid.

Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Buah-buahan seperti blueberry, raspberry, strawberry, dan anggur, serta sayuran seperti wortel, bayam, dan tomat, merupakan sumber antioksidan yang baik.

Mengonsumsi makanan ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan sel, dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan hipertiroid.

Menderita hipertiroid dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti gandum utuh, biji-bijian, sayuran hijau, dan buah-buahan segar.  Serat membantu memperbaiki fungsi pencernaan dan menjaga kesehatan usus.

Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Mengonsumsi cukup protein juga dapat membantu menjaga kesehatan otot dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang mungkin terganggu akibat hipertiroid.

Pilihlah sumber protein yang sehat seperti daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak.

Makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan cokelat dapat meningkatkan kecepatan detak jantung dan mengganggu keseimbangan hormon.

Terutama bagi mereka yang mengalami hiperaktivitas tiroid, sebaiknya mengurangi atau menghindari konsumsi makanan yang mengandung kafein.

Makanan tinggi gula dan olahan, seperti minuman bersoda, permen, kue, dan makanan cepat saji, dapat mempengaruhi kadar gula darah dan berkontribusi pada peningkatan berat badan.

Hal ini dapat menjadi masalah bagi penderita hipertiroid yang cenderung mengalami pengunaan berat badan. Sebaiknya, batasi konsumsi makanan olahan dan gula, dan pilihlah makanan yang lebih sehat dan alami.

Makanan laut seperti ikan salmon, tuna, dan sarden mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan tiroid.

Asam lemak omega-3 memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan hipertiroid.

Selenium adalah mineral esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk mengatur fungsi tiroid. Makanan yang kaya akan selenium meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, ikan, dan telur. Konsumsi makanan ini dapat membantu menjaga kesehatan tiroid dan mengurangi gejala hipertiroid.

Terakhir, penting untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Minum cukup air putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk kesehatan tiroid. Air membantu menjaga fungsi tiroid yang optimal dan membantu menghindari dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi hipertiroid.

Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Hipertiroid
© 2024 merdeka.com

Agar penyakit hipertiroid tidak semakin memburuk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Hindari makanan yang mengandung kafein berlebihan

Kafein dapat meningkatkan produksi hormon tiroid dan memperburuk gejala hipertiroid. Hindari minuman seperti kopi, teh hitam, atau minuman energi yang tinggi kafein.

2. Batasi konsumsi makanan yang mengandung gluten

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara intoleransi gluten dan gangguan tiroid, termasuk hipertiroid. Jadi, penderita hipertiroid disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi gandum, barley, dan produk olahannya.

3. Kurangi konsumsi makanan tinggi gula dan olahannya

Konsumsi gula berlebihan dapat mempengaruhi kadar gula darah dan mengganggu keseimbangan hormonal,sehingga dapat memperburuk gejala hipertiroid. Makanan tinggi gula seperti permen, kue, dan minuman manis sebaiknya dikurangi atau dihindari.

4. Pilih makanan rendah garam

Konsumsi garam berlebihan dapat memperburuk tekanan darah dan menyebabkan retensi cairan. Penderita hipertiroid sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang tinggi garam, seperti makanan olahan, makanan cepat saji, dan makanan kalengan.

Goitrogen adalah senyawa yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Makanan yang mengandung goitrogen antara lain brokoli, kubis, kembang kol, dan kacang-kacangan. Meskipun mengandung nutrisi penting, penderita hipertiroid disarankan untuk tidak mengonsumsi goitrogen secara berlebihan.

Rekomendasi