Produk Olahan Belum Maksimal, Dewan Asosiasi Aren Sumut Harap Dukungan Pemerintah

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Aren Indonesia (DPW AAI) Sumatra Utara (Sumut) meminta dukungan dari pemerintah setempat untuk memberikan pembinaan dalam pengembangan produksi dan produk jadi tanaman aren.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Produk Olahan Belum Maksimal, Dewan Asosiasi Aren Sumut Harap Dukungan Pemerintah
Ilustrasi gula jawa, gula aren, dan gula palem. © Kombucha Home

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Aren Indonesia (DPW AAI) Sumatra Utara (Sumut) meminta dukungan dari pemerintah setempat untuk memberikan pembinaan dalam pengembangan produksi dan produk jadi tanaman aren.

Ketua DWP AAI Sumut, Edi Koesriadi, di Medan mengatakan, tanaman aren banyak dijumpai di kawasan Sumut. Namun, kurangnya pembinaan maka hasil produk olahannya otomatis tidak maksimal.

"Hampir semua kota dan kabupaten di Sumut memiliki tanaman aren. Tapi karena kurang pembinaan, produksi, kualitas dan produk hilirnya belum maksimal," Ujar Edi Koesriadi mengutip dari ANTARA (5/6).

Menurutnya, tanaman aren merupakan tumbuhan serbaguna mulai dari batang sampai buahnya. Selain itu, aren termasuk golongan tanaman hutan untuk reboisasi, tanaman tumpang sari dan bisa ditanam di hutan sosial.

"Tapi akibatnya petani kurang memahami cara bercocok tanam yang baik dan pengolahan produknya dengan benar, maka hasilnya tidak berjalan maksimal," lanjutnya.

Tanpa Kepastian Jumlah Produksi

Edi Koesriadi atau biasa disapa Ody menjelaskan, petani membeli bibit aren yang tidak sesuai dengan kondisi lahan yang akan ditanam dan akhirnya memicu hasil produksi yang tidak maksimal.

"Petani masih mengolah hasil aren seperti pengolahan nira menjadi gula merah atau gula semut tanpa standarisasi yang baik sehingga kualitasnya tidak maksimal," jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Ody dengan tidak adanya data lengkap dan kepastian jumlah produksi, tanaman aren hingga sekarang belum bisa menjadi produksi industri.

"Saat ini Sumut memasok gula aren dari provinsi lain karena hasil produksinya belum maksimal di tengah permintaan yang terus melonjak khususnya dari restoran, kafe, dan hotel berbintang," katanya.

Harap Dukungan Pemerintah

Dengan hasil produksi yang tidak bisa maksimal, tren minum kopi dengan gula merah di kafe dan restoran pun tak bisa dimanfaatkan petani dan UMKM. Padahal, potensi ekspor gula aren seperti brown sugar sangat besar di tengah masyarakat yang sadar akan kesehatannya.

"Pengolahan aren untuk menjadi gula cair atau kristal yang berkualitas dan higienis juga belum mampu dilakukan akibat kurangnya pembinaan," tambahnya.

Maka dari itu, pihak DPW AAI Sumut sangat berharap adanya campur tangan dan dukungan dari pemerintah agar petani dan produksi aren bisa semakin berkembang dan sejahtera.

"DPW AAI siap dilibatkan dalam program pemerintah. Mulai dari penyediaan bibit, budi daya, pemanfaatan lahan hutan, dan juga sosialisasi kepada petani aren," tutup Ody.

Rekomendasi