Beri Alat Bantu Dengar kepada Penyandang Disabilitas di Sumut, Ini Harapan Kemensos

Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas melalui sentra "Bahagia" di Medan berupa alat bantu dengar. Pembagian bantuan itu disalurkan kepada 36 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) disabilitas di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Beri Alat Bantu Dengar kepada Penyandang Disabilitas di Sumut, Ini Harapan Kemensos
Ilustrasi Penyandang Disabilitas. ©2015 Merdeka.com

Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas melalui sentra "Bahagia" di Medan berupa alat bantu dengar. Pembagian bantuan itu disalurkan kepada 36 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) disabilitas di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Pemberian alat bantu dengar juga disalurkan ke beberapa wilayah kabupaten di Sumatra Utara, di antaranya Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, dan Kota Pematangsiantar.

"Senang sekali, sekarang suara kereta (sepeda motor) pun udah bisa terdengar," ungkap salah satu penerima alat bantu dengar dari Kabupaten Batubara, AP (21) dikutip dari Liputan6.com (6/1).

AP merasa sangat senang dengan pemberian alat bantu dengar tersebut dan akhirnya bisa mendengar setelah penantian selama seumur hidupnya.

"Terima kasih, karena udah ngasih alat bantu dengar ini," tambahnya.

Pengembangan Inovasi dan Teknologi

Kemensos RI pada Selasa, 3 Januari 2023, menjabarkan kinerjanya sepanjang 2022, termasuk dalam penanganan masalah yang dihadapi penyandang disabilitas.

Sepanjang 2022 ini Kemensos juga mengupayakan sebuah inovasi teknologi yang bisa diterapkan untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. Upaya dilakukan dengan membentuk gerakan Indonesia Melihat, Indonesia Mendengar, dan Indonesia Melangkah.

Hasil pengembangan teknologi untuk penyandang disabilitas yaitu kursi roda elektrik, motor niaga roda tiga, tongkat adaptif disabilitas tunanetra, dan masih banyak lagi.

Masih di tahun yang sama, Kemensos RI juga telah mendistribusikan alat bantu itu kepada 1.145 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan bantuan 3 miliar rupiah untuk program Indonesia Mendengar.

Sedangkan Indonesia Melihat menjangkau 2.116 PPKS dengan total bantuan 23 miliar rupiah, dan Indonesia Melangkah menjangkau 6.960 PPKS dengan total 10 miliar rupiah.

Perlu Diperhatikan

Pihak Kemensos RI juga menyoroti perhatian terhadap penyandang disabilitas dalam ancaman bencana hidrometeorologi dengan menyiapkan Difabel Relawan Tanggap Bencana (Difagna).

Selain itu, Kemensos meminta kepada jajarannya termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia untuk mendorong pembebasan Orang dengan Gangguan Jiwa (DGJ) dari pemasungan.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini juga menyerukan agar tidak ada lagi kasus pemasungan terhadap ODGJ.

"Saya minta tidak ada lagi pemasungan. Penderita gangguan jiwa bisa disembuhkan dengan minum obat secara teratur," jelas Tri Rismaharini dilansir Liputan6.com.

Atasi Kemiskinan

Tak cukup sampai situ, Kemensos RI terus berupaya untuk mengatasi kemiskinan yang menjadi masalah utama bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas.

Di bawah arahan langsung dari Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Kemensos mengimplementasikan berbagai kebijakan dalam mempercepat penanganan kemiskinan.

Ada dua strategi utama Kemensos dalam mendorong penanganan kemiskinan di Indonesia, yaitu mendorong peningkatan pendapatan dan mengurangi pengeluaran masyarakat miskin dan rentan.

Untuk meningkatkan pendapat, Kemensos telah memberi akses kerja ke dunia kerja bagi kelompok terpinggirkan seperti pemulung, gelandangan, dan pengemis.

Dalam menekan pengeluaran keluarga miskin, Risma juga terus melanjutkan penyaluran bantuan sosial (Bansos).

"Untuk mengurangi beban ekonomi diterapkan kebijakan subsidi secara proporsional dan dengan bantuan sosial yang mencakup kebutuhan pokok, kesehatan, serta pendidikan," tambah Risma.

Rekomendasi