Fakta anak terakhir yang kerap dipercaya oleh khalayak umum adalah mereka anak yang manja karena berlimpah dengan perhatian dan kasih sayang sejak kecil. Ini bisa jadi salah dan benar.
Meski kebanyakan memang kasih sayang diberikan secara melimpah ruah kepada anak terakhir, selalu ada faktor lain yang nantinya membentuk kepribadiannya. Tetapi penelitian tentang urutan kelahiran telah melaporkan bahwa anak bungsu sebenarnya tidak terlalu buruk.
Menurut sains, ada beberapa fakta anak terakhir yang menarik untuk diketahui daripada hanya dikenal sebagai anak yang manja. Berikut merdeka.com merangkumnya:
Advertisement
Suka Berpetualang
Fakta anak terakhir yang pertama, tidak seperti anak sulung, yang secara default mengambil peran kepemimpinan dalam kelompok bersaudara, anak bungsu harus mencari posisi mereka sendiri dalam sebuah keluarga, menurut Frank Sulloway, peneliti urutan kelahiran dan penulis Born to Rebel melansir dari huffpost.com.
Untuk menemukan tempat mereka, anak bungsu lebih cenderung bereksperimen dan mengambil lebih banyak risiko untuk menegaskan bakat dan identitas mereka sendiri.
"Untuk alasan ini," tulis Sulloway dalam penelitiannya, "mereka sering lebih eksploratif dan terbuka untuk pengalaman."
Lebih Santai
Fakta anak terakhir berikutnya menurut survei urutan kelahiran YouGov, saudara bungsu juga lebih cenderung melihat diri mereka santai.
Ini biasanya berasal dari memiliki orang tua dengan gaya pengasuhan yang lebih santai, berkat pengalaman mereka membesarkan anak-anak mereka yang lebih besar.
Anak-anak bungsu cenderung kurang berorientasi pada aturan, namun tetap mendapat banyak perhatian.
Hebat dalam berteman
Fakta anak terakhir biasanya lebih sosial dan suka bersenang-senang, menurut penelitian Sulloway. Karena mereka harus menemukan tempat mereka di antara saudara-saudara mereka, bayi-bayi dari keluarga itu akhirnya belajar bagaimana mengendalikan situasi dan memanipulasi orang, menurut Leman.
Anak-anak bungsu manipulatif, sosial, ramah, hebat dalam marketing dan tahu cara bergaul dengan orang-orang.
Tapi itu tidak berarti mereka adalah psikopat, seperti yang mungkin dipikirkan kakak-kakak yang selalu disalahkan atas kelakuan buruk bayinya. Satu studi mencatat bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara menjadi yang termuda dalam keluarga dan berperilaku buruk.
Advertisement
Lebih rentan terhadap obesitas
Ketika para peneliti di Kopenhagen melihat berat badan anak-anak berdasarkan urutan kelahiran, mereka menemukan anak yang lahir terakhir kemungkinan besar mengalami obesitas dalam sebuah keluarga.
Hal tersebut juga kemungkinan dialami oleh anak tunggal.
Memiliki komunikasi yang sama baiknya dengan saudara mereka
Jika seseorang mengira bahwa anak terakhir seringnya diwakilkan dalam setiap pembicaraan karena mereka terlalu muda atau terlalu kecil sehingga membuat kemampuan berkomunikasi mereka tidak sebaik kakak-kakak mereka, Anda bisa jadi keliru.
Para ilmuwan benar-benar menemukan bahwa anak-anak yang lebih muda harus bekerja lebih keras untuk dilibatkan dalam percakapan kakak-kakak mereka, dan mereka "lebih maju dalam keterampilan berkomunikasi mereka" pada akhirnya.
Memiliki risiko diabetes yang lebih rendah
Fakta anak terakhir yang ini mungkin menjadi kabar baik namun juga mencemaskan untuk anak yang lain.
Para peneliti di Oxford menyampaikan kabar buruk bagi anak sulung yang memiliki risiko diabetes tertinggi, namun mereka menemukan bahwa risiko tersebut menurun seiring dengan meningkatnya urutan kelahiran, dengan kata lain, semakin sedikit untuk bayi nomor dua, bahkan lebih sedikit untuk bayi nomor tiga, dll seperti yang disadur dari laman Café Mom.