Banyak perayaan kebudayaan setiap tahunnya di Indonesia sebab Indonesia adalah negara multikultur yang memang memiliki ribuan suku bangsa yang hidup berbaur di berbagai wilayah.
Salah satu suku yang tersebar yaitu suku Tionghoa yang mencakup sekitar 2,03 persen atau sekitar 1.233.000 jiwa dari penduduk Indonesia. Setiap tahunnya suku Tionghoa merayakan Imlek, yakni Tahun Baru China yang sudah dilakukan dari masa ke masa.
Lima belas hari perayaan setelah Imlek yakni dilaksanakan perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh dirayakan sebagai hari penutup perayaan Imlek. Berikut selengkapnya merdeka.com merangkum tradisi Cap Go Meh perayaan setelah Imlek:
Advertisement
Mengenal Cap Go Meh
Cap Go Meh mempunyai arti, ‘Cap Go’ adalah hari ke lima belas, sedangkan ‘Meh’ adalah malam. Istilah tersebut berasal dari dialek Hokkien dan sering disebut Yuan Hsiao Cieh atau Shang Yuan Cieh dalam bahasa Mandarin.
Menurut tradisi rakyat Tiongkok, sehabis Cap Go Meh maka berakhirlah seluruh perayaan Tahun Baru Imlek. Pada perayaan Cap Go Meh, tradisi yang dilakukan masyarakat Tionghoa yakni mengadakan pertunjukan di jalan-jalan yang diiringi Barongsai yang dimulai dari Kelenteng.
Selain itu, masyarakat Tionghoa juga menghiasai jalanan terutama sekitar klenteng dan tempat tinggal mereka dengan lampion. Seperti yang dituturkan oleh Suhu Tay Kak Sie di Klenteng Sam Poo Kong mengutip dari repository Unika, Lampion sebagai simbol kebahagiaan dan harapan.
Pancaran cahaya merah dari Lampion memiliki makna filosofis tersendiri. Nyala merah Lampion menjadi symbol penghargaan dan harapan supaya di tahun mendatang akan dipenuhi dengan rezeki dan suka cita.
Konon dalam legenda klasik, lampion juga digunakan untuk mengusir kekuatan dan ancaman kejahatan.
Mitos Cap Go Meh
Mitos mengatakan bahwa lampion merah pernah digantung oleh penduduk desa untuk membuatnya tampak seperti rumah mereka sudah terbakar sehingga Kaisar tidak akan menghancurkan desa mereka menjadi rata dengan tanah.
Untuk menyelamatkan diri, penduduk desa disarankan oleh seorang penatua untuk menggantung lentera merah dan menyalakan petasan agar terlihat seperti desa telah dibakar.
Tertipu, Kaisar Langit membiarkannya tak tersentuh dan sejak saat itu, orang-orang merayakan hari ke 15 Tahun Baru China dengan parade lentera dan petasan.
Dengan demikian, lentera atau lampion menjadi bagian besar dari perayaan Cap Go Meh.
Legenda lain menceritakan bagaimana wanita di China kuno, dulu dilarang bepergian di jalanan dengan bebas.
Namun, pada hari ke 15 Tahun Baru Imlek, mereka bebas pergi ke kuil-kuil, mengenakan pakaian terbaik untuk menarik calon pelamar.
Pada perayaan hari Cap Go Meh, mereka yang merayakan biasanya berkumpul untuk makan besar, di mana bola ketan, yang dikenal sebagai "Yuan Xiao", biasanya disajikan.
Para bakta religius juga memberikan penghormatan kepada Dewa Kemakmuran di kuil-kuil untuk meminta berkah keberuntungan bagi keluarga mereka.
Advertisement
Makanan Cap Go Meh di Indonesia
Banyak terdapat makanan khas masyarakat Tionghoa Peranakan di Indonesia dalam perayaan Cap Go Meh, salah satunya adalah lontong Cap Go Meh. Berikut resepnya:
Lontong Cap Go Meh
Bahan-Bahan
- lontong secukupnya
- telur rebus
- petis (bila suka)
- sambal sesuai selera
Resep Opor Ayam
Bahan:
- 1 ekor ayam (potong menjadi 12 bagian)
Bumbu:
- 5 siung bawang putih
- 8 siung bawang merah
- 3 biji kemiri
- 1 sdt merica
- 1 sdt ketumbar
- 1 ruas jahe
- 1 ruas kunyit
- 2 batang serai
- 1 ruas lengkuas
- 4 lbr daun salam
- 4 lbr daun jeruk
- 300 ml santan kelapa
- Garam, peyedap rasa dan gula secukupnya
- 1 sdm kaldu ayam bubuk
Cara Membuat:
- Bersihkan daging ayam dengan air mengalir. Kemudian rebus dengan air hingga matang. Kemudian tiriskan.
- Haluskan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, ketumbar, jahe dan kunyit.
- Tumis bumbu yang telah dihaluskan dengan sedikit minyak. Tumis hingga harum, kemudian tambahkan 400 ml air.
- Masukkan juga daun jeruk, daun salam, lengkuas, serai, garam, gula, penyedap rasa, dan kaldu ayam bubuk.
- Masukkan ayam dan masak hingga mendidih.
- Tambahkan santan kelapa, aduk-aduk sampai tercampur rata. Masak hingga mendidih dan tes rasa.
- Jika rasa sudah pas, tambahkan bawang goreng supaya lebih sedap.
- Opor ayam siap disajikan.
Resep Sambal Goreng Ati Sapi Pedas
Bahan:
- 400 gr hati sapi
- 2 buah kentang, potong dadu dan goreng
- 100 ml santan
Bumbu rebus:
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
Bumbu utuh:
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 2 batang serai, memarkan
- 2 ruas lengkuas, memarkan
- 1 buah cabai merah, iris tipis
Bumbu Halus
- 3 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 4 buah cabai merah besar
- 4 buah cabai rawit
- 2 butir kemiri
- 1 sdm gula merah, sisir
- 1 sdt terasi
- garam dan kaldu bubuk secukupnya
Cara Membuat:
- Rebus hati sapi dengan daun salam, daun jeruk dan sedikit garam. Rebus hati sapi hingga matang. Tiriskan dan potong dadu.
- Tumis bumbu halus dengan minyak secukupnya. Masukkan
- Masukkan semua bumbu utuh, tumis hingga bumbu matang.
- Masukkan hati sapi, kentang dan tuang santan. Masukkan gula merah, garam dan kaldu bubuk secukupnya.
- Masak hingga santan habis dan bumbu meresap. Angkat.