Keterbatasan fisik tak menjadi halangan bagi bocah laki-laki asal Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut) untuk menjadi seorang hafiz atau penghafal Al-Qur'an.
Tengku Arsya Aditia, bocah tunanetra berusia 11 tahun, berhasil mewujudkan impiannya menjadi hafiz di usianya yang masih belia. Belum lama ini, Ia berkesempatan bertemu dengan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang sudah lama ingin ditemuinya. Ia bertemu dalam acara temu ramah bupati dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda yang diselenggarakan oleh Camat Pandan di kantor Camat Pandan pada Jumat (26/11) lalu.
Kepada Bakhtiar, Tengku mengaku sudah lama ingin bertemu dengan dirinya. Bakhtiar pun langsung berdialog dengan Tengku. Tanpa rasa canggung, Tengku memperkenalkan dirinya. Bakhtiar pun kemudian meminta Tengku untuk melantunkan ayat Al-Qur'an untuknya.
Mendengar alunan ayat Al-Qur'an yang dilantunkan Tengku, Bakhtiar pun tak bisa menyembunyikan rasa haru hingga berkaca-kaca. Ia pun memuji Tengku atas alunan ayat Al-Qur'annya yang sangat indah.
“Masyaallah, luar biasa anak kita ini. Di balik kekurangannya tidak dapat melihat, tetapi dia diberikan oleh Tuhan kelebihan yang luar biasa, bahkan melebihi orang normal. Dia mampu menghafal Al-Qur'an. Aku malu dengan diri sendiri, melihat Tengku yang tuna netra bisa hafiz Al-Qur'an. Luar biasa kamu nak,” puji Bakhtiar.
Kagum dengan Tengku, Bakhtiar pun memberikan kejutan dengan memberikan bocah tersebut hadiah berupa uang tunai dan janji akan membelikan tanah beserta rumah.
Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Dapat Hadiah Uang, Tanah dan Rumah
Dibuat kagum dan haru dengan alunan ayat Al-Qur'an Tengku, Bakhtiar memberikan bocah itu kejutan. Ia tiba-tiba memanggil ajudannya dan mengambil uang sebesar Rp10 juta. Uang itu langsung diberikan kepada Tengku, sebagai hadiah darinya.
“Simpan ya nak uang ini, sampai di rumah kasih sama ibu,” pesannya kepada Tengku, sambil memasukkan uang tersebut ke saku Tengku.
Diketahui, Tengku ini ternyata merupakan anak yatim. Dia dibesarkan oleh ibunya seorang diri. Ia merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Ia bersama ibu dan ketiga kakaknya tinggal di sebuah rumah kontrakan.
Mendengar hal itu, Bakhtiar kembali terenyuh. Ia pun kemudian berjanji akan membelikan tanah dan membangun rumah untuk Tengku dan keluarganya agar tidak pindah-pindah lagi.
“Saya belikan tanahnya, nanti rumahnya kita bangun ya nak lewat program RTLH. Sampaikan salam saya sama ibu dan keluarga,” kata Bakhtiar.
Advertisement
Tengku Sangat Bersyukur
Dengan hadiah yang Ia dapatkan dari orang nomor satu di Tapteng tersebut, Tengku mengaku senang dan bersyukur. Ia mengaku sudah sejak tiga tahun yang lalu ingin bertemu dengan Bakhtiar, namun tidak pernah menyangka akan terwujud dan mendapatkan kebaikan yang sangat besar. “Saya sangat senang, walaupun saya tidak bisa melihat wajah Bapak Bupati, tetapi saya dapat merasakan ketulusan dan kebaikan hatinya. Ini semua karena ijin Allah, meskipun sudah sejak tiga tahun yang lalu saya niatkan untuk ketemu dengan Bapak Bupati, dan inilah saatnya Allah pertemukan," ungkap Tengku.
Tengku juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bakhtiar, dan turut mendoakan agar orang yang menjadi panutannya tersebut selalu dimudahkan rezeki dan diberi kesehatan.
"Terima kasih Bapak Bupati atas perhatian dan bantuannya, kiranya Allah SWT mudahkan rezeki Bapak dan keluarga serta diberikan kesehatan,” kata Tengku, yang memang pandai berkomunikasi meski masih belia.