Pembagian Iklim Dunia Berdasarkan Garis Lintang, Ketahui Dampaknya

Pembagian iklim dunia berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di permukaan bumi. Adanya pembagian iklim berdasarkan garis lintang memberikan dampak suhu, hingga keanekaragaman hayati. Ciri setiap iklim dunia berdasarkan garis lintang signifikan berbeda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pembagian Iklim Dunia Berdasarkan Garis Lintang, Ketahui Dampaknya
ilustrasi cuaca dan iklim. altair.com

Di dunia terdapat kategori iklim yang dibedakan atas berbagai faktor. Salah satunya ialah faktor intensitas sinar matahari. Tokoh yang berperan ialah ahli iklim asal Jerman yakni Dr. Wladimir Koppen.

Pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang dipengaruhi oleh faktor intensitas cahaya matahari. Banyak sedikitnya sinar matahari akan membuat perbedaan pada unsur hujan, angin, temperatur, hingga kelembapan.

Pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang terdiri dari iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang, dan iklim dingin. Ciri-ciri pembagian iklim di dunia berbeda secara jelas. Begitu pula dampak tiap tahun yang dirasakan pada wilayah pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang ini.

Tidak sulit untuk mengetahui dampak dan ciri pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang. Berikut Merdeka.com merangkumnya melansir dari buku Klimatologi Pertanian dalam arsip Perpustakaan Nasional RI.

Pembagian Iklim Dunia Berdasarkan Garis Lintang

©2021 Merdeka.com/pexels-pok-rie

1. Iklim Tropis
Kata tropis berasal dari bahasa Yunani, tropos yang berarti “berputar”, karena posisi Matahari yang berubah antara dua garis balik dalam periode yang disebut tahun.

Pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang yang pertama ialah iklim tropis. Iklim tropis terjadi di kawasan sekitar ekuator atau garis khatulistiwa seperti Indonesia. Oleh Koppen, dikategorikan dengan huruf A. Cuaca hangat mendominasi sepanjang hari dan tidak ada musim dingin. Daerah tropis ini terletak pada garis lintang 23,5° LU - 23,5° LS.

Sebagian iklim tropis seperti hutan hujan tropis, curah hujannya tinggi. Ini adalah kawasan-kawasan yang benar-benar ada di garis khatulistiwa. Sementara agak jauh dari garis khatulistiwa, daerahnya agak kering hingga padang pasir.

2. Iklim Subtropis

Iklim subtropis berada pada pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang 20 hingga 40 derajat. Daerah dengan iklim subtropis punya suhu harian dan musiman yang lebih beragam dari daerah tropis. Wilayah beriklim subtropis merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.

Tepatnya Subtropis adalah wilayah Bumi yang berada di utara dan selatan setelah wilayah tropis yang dibatasi oleh garis balik utara dan garis balik selatan pada lintang 23,5° utara dan selatan.

Daerah beriklim subtropis memiliki 4 musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Iklim subtropis memiliki ciri khas dengan gangguan dan rintangan seperti badai, hujan salju, hingga tornado.

Bahkan di dataran mediterania seperti Yunani dan Italia, iklimnya hangat. Musim panasnya kering sementara musim dinginnya basah. Iklim subtropis punya curah hujan yang sedang sepanjang tahun.

Pembagian Iklim Dunia

 

©2021 Merdeka.com/pexels-eberhard-grossgasteiger

3. Iklim Sedang

Pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang selanjutnya ialah iklim sedang. Iklim sedang atau iklim siklon berada di bumi belahan utara atau utara garis khatulistiwa. Di kawasan ini, kutub yang dingin bertemu dengan udara yang hangat. Pembagian iklim berdasarkan garis lintang pada iklim sedang menjadikan hujan dan salju kerap ditemui di kawasan ini

Iklim subtropis menghasilkan suhu musiman yang beragam. Umumnya ada empat musim yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Berdasarkan garis lintang, iklim sedang dimiliki oleh daerah- daerah yang terletak di wilayah antara 40ᵒ – 66,5ᵒ LU/ LS.

4. Iklim Dingin

Pembagian iklim dunia berdasarkan garis lintang sampai pada daerah kutub bumi. Iklim kutub adalah iklim dingin yang terdapat di daerah kutub. Di daerah itu musim dingin berlangsung lama, musim panas yang sejuk berlangsung singkat. 

Daerah iklim dingin terletak antara 66,50 LU–900 LU dan 66,50 LS–900 LS. Iklim dingin terbagi menjadi iklim tundra dan iklim es. Wilayahnya di belahan bumi utara yaitu Amerika Utara, Greenland, dan pantai utara Siberia, sedangkan di belahan bumi selatan yaitu antartika.

Dampak Pembagian Iklim Dunia Berdasarkan Garis Lintang

 

©2021 Merdeka.com/pexels-eberhard-grossgasteiger

Dampak Iklim Tropis 

• Curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun. 

• Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Daerah khatulistiwa antara 1–5°C, sedangkan amplitudo hariannya lebih besar.

• Tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.

• Tumbuhan daerah tropis  biasanya berdaun lebar dan hijau abadi.

• Suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C.

• Suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C.

• Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.

 

Dampak Iklim Subtropis

• Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa)

• Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar.

• Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

• Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. 

 

Dampak Iklim Sedang

• Sering terjadi gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.

• Iklim sedang memiliki suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.

• Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.

 

Dampak Iklim Dingin 

• Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun

• Saat musim dingin seluruh tanah ditutupi es.

• Memiliki jenis vegetasi berupa lumut-lumutan dan semak-semak.

• Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.

Rekomendasi