Punya Bentuk yang Nyentrik, Ini Fakta Unik 'Rumah Sepatu' di Medan
Merdeka.com - Memiliki hunian yang nyaman tentu menjadi impian semua orang. Tak hanya sekedar untuk tempat berlindung, namun memiliki rumah seperti yang diimpikan bisa menambah rasa bahagia dan menjadi kepuasan tersendiri bagi penghuni rumah.
Di Medan, ada satu rumah yang memiliki bentuk sangat unik, yakni berbentuk sepatu. Rumah itu berdiri tegak di tengah lahan di Jalan SMA 2, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara.
Rumah bercat dominan putih berlantai tiga itu tampak menonjol karena berada di tanah yang cukup lapang di tepi jalan. Memiliki bentuk yang mirip sepatu, rumah ini sering kali dijuluki sebagai 'Rumah Sepatu' oleh masyarakat sekitar.
Terinspirasi dari Rumah Sepatu di India

Sumber: semedan.com ©2020 Merdeka.com
Dilansir dari semedan, rumah unik ini ternyata milik mantan atlet sepeda asal Sumut, Muhammad Jusuf Sokartara. Sudah menjadi impiannya sejak lama membangun rumah sepatu seperti ini. Awalnya, ide pembangunan rumah ini berawal saat Ia melihat sebuah rumah sepatu di majalah India.
Dari situlah, pria yang lama menetap di Belanda ini kemudian ingin melihat secara langsung rumah tersebut. Keinginannya tercapai saat Ia mengelilingi dunia dengan bersepeda dan saat berada di India Ia berkesempatan melihat rumah sepatu itu.
Penuh Makna Angka 13
Rumah sepatu ini memiliki panjang bangunan sekitar 9 meter. Berbentuk sepatu lars, lengkap dengan rangkaian besi yang diibaratkan sebagai tali sepatu. Rumah ini memiliki tiga lantai, di mana setiap lantainya memiliki jendela dan ada balkon dengan teralis pengaman.Di tembok ini terdapat tulisan angka 13, yang merupakan angka favorit sang pemilik. Tak sekedar hiasan, ternyata angka ini memiliki makna. Angka 13 ini merupakan tanggal pernikahan Jusuf dengan istrinya. Selain itu, rumah tersebut berdiri dengan tinggi 13 meter dan dibangun pada tanggal 13 pula.
Sulit Membuat Bentuk Rumah Melengkung
Membangun rumah dengan bentuk yang tak biasa ini ternyata tidak mudah. Sang pemilik bercerita, kesulitan saat rumah sepatu ini dibangun adalah membentuk bagian rumah yang kebanyakan melengkung.
Dibangun Selama 6 Bulan
Butuh waktu selama 6 bulan untuk membangun rumah sepatu ini. Pembangunannya pun tak selalu berjalan mulus, karena sang pemilik terkadang kehabisan dana sehingga harus kembali ke Belanda untuk mengumpulkan uang.Meski begitu, rumah yang menghabiskan sekitar Rp600 juta ini membawa kepuasan tersendiri bagi Jusuf karena berhasil mewujudkan impiannya.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya