Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nongkrong di Atas Pohon, Cara Pemuda di Labura Cari Sinyal Ini Curi Perhatian Netizen

Nongkrong di Atas Pohon, Cara Pemuda di Labura Cari Sinyal Ini Curi Perhatian Netizen Nongkrong di Atas Pohon, Cara Pemuda di Labura Cari Sinyal Ini Curi Perhatian Netizen. Instagram/@laburaku ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski zaman sudah modern dan teknologi berkembang pesat, namun sampai saat ini masih ada daerah di Tanah Air yang minim fasilitas akses komunikasi.

Biasanya, di daerah pedesaan maupun terpencil, masyarakat masih belum mendapatkan akses komunikasi yang mudah dan layak. Tak jarang masyarakat harus susah-payah mencari cara agar bisa mendapatkan sinyal yang bagus.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara (Sumut). Sebuah foto viral di media sosial, memperlihatkan anak-anak muda di Dusun 7, Desa Hasang, Kecamatan Kualuh Selatan harus rela memanjat pohon tinggi hanya demi mendapatkan sinyal.

Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram @laburaku pada Senin (13/9) dan curi perhatian warganet.

"Seberapa jelek signal internet di daerahmu?? Beginilah potret anak anak dusun 7 desa Hasang kec.Kualuh Selatan berusaha mengakses internet," tulis keterangan di unggahan itu.

Pemandangan itu membuat warganet ngeri sekaligus miris, lantaran para pemuda itu harus bersusah payah mencari sinyal, di tengah perkembangan teknologi yang kini sangat maju sekaligus membahayakan nyawanya.

Penasaran seperti apa potretnya? Berikut infromasi selengkapnya.

Naik ke Pohon Tinggi

nongkrong di atas pohon cara pemuda di labura cari sinyal ini curi perhatian netizen

Instagram/@laburaku ©2021 Merdeka.com

Di foto tersebut, sejumlah remaja terlihat berada di atas pohon sedang asyik bermain handphone. Dari keterangan di unggan itu, mereka terpaksa harus memanjat pohon demi mendapatkan sinyal.

Meski terlihat berbahaya, para remaja itu justru terlihat santai duduk bertengger di pohon tersebut. Padahal jika dilihat, pohon tersebut bisa dibilang cukup tinggi.

"Lokasi kampung yg jauh dari kota membuat akses internet hanya ada di atas pohon," jelas keterangan di unggahan tersebut.

Apalagi di masa pandemi ini, mereka tak punya pilihan lain selain memanjat pohon tinggi tersebut agar bisa mengikuti proses belajar daring.

Ditutupi Sarung

Dari foto tersebut ada pemandangan unik yang membuat warganet bertanya-tanya. Para remaja itu naik ke atas pohon dan menutupi kepala mereka dengan sarung. Ternyata, hal itu mereka lakukan agar bisa melihat layar handphone yang kontras saat terkena cahaya matahari. "Ada yang tahu kenapa mereka pake sarung begitu??? Hehehe, karena mereka main HP di luar ruangan kontras cahaya HP tentu kalah sama matahari, makanya mereka tutup pake sarung biar lebih gelap dan cahaya layar HP bisa kebaca," lanjut keterangan di unggahan itu.

Komentar Warganet

Pemandangan itu pun tuai beragam komentar dari warganet. Sebagian besar warganet sangat heran bagaimana para remaja itu bisa memanjat pohon tinggi tersebut. Warganet juga mengkhawatirkan keselamatan mereka.  Tak sedikit juga yang merasa miris melihat kondisi mereka yang masih minim akses komunikasi."Ya Allah kok gak bisa manjat cemana," tulis akun @saniahsgl."Owalahhhhh kasihannya kalian dek, kok aku ya yg ngeri takut mereka gak bisa jaga keseimbangan akhirnya jatuh. Maunya ada Bantuan pemerintah buat rumah pohon," tulis akun @dinatwin_"Takut nya jatoh wihhhh.. kasihan kali adek2 itu," tulis akun @liaadelialim."Pemandangan yang luar bisa. Tetap jaga K3 ya dek. Dan sesuai SOP memanjat pohon," tulis akun @nita_spr.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP