Menyantap Pagit-pagit Khas Sumut, Kuliner Berbahan Dasar Rumput dari Usus Sapi
Merdeka.com - Indonesia dikenal memiliki ragam warisan kuliner yang menggugah selera, bahkan di mata dunia. Setiap daerah di Tanah Air memiliki cita rasa khas kulinernya masing-masing, tidak terkecuali Sumatera Utara.
Ada salah satu makanan asal Karo, Sumatera Utara, yang sangat unik dan patut untuk dicoba, yaitu Pagit-pagit. Selain unik, makanan tradisional ini juga tergolong ke dalam kuliner ekstrim karena bahan yang digunakan tak lazim.
Pagit-pagit sendiri adalah menu masakan yang dibuat dari bahan dasar rumput yang diambil dari usus sapi. Meski terdengar tidak biasa, namun menu kuliner yang satu ini menjadi favorit bagi masyarakat di Sumatera Utara dan hanya disajikan dalam momen-momen penting tertentu saja.
Diambil dari Usus Besar Sapi
Dilansir dari laman indonesia.go.id, bagi masyarakat yang tidak tahu, banyak yang mengira makanan ini berasal dari kotoran sapi. Padahal tentu bukan. Pagit-pagit ini merupakan makanan yang terbuat dari rumput yang diambil dari usus sapi.
Ketika seekor sapi memakan rumput, maka rumput yang baru dimamah itu disimpan di usus besar. Rumput itu kemudian dimamah kembali, barulah rumput tersebut dicerna. Itu artinya, rumput tersebut belum dicerna.
Meski memang berbau, tetapi rumput tersebut bukanlah kotoran sapi. Rumput yang diambil dari hewan memamah biak juga dinamakan trites.
Tidak Bisa Diambil dengan Sembarangan
Mengambil rumput yang ada di usus sapi ini tentu tidak mudah dan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Caranya, rumput yang terdapat pada usus besar sapi ini diambil dan diperas dengan menggunakan kain tipis. Air perasan rumput inilah yang dijadikan bahan utama untuk membuat makanan Pagit-pagit.
Cara Mengolah Pagit-Pagit

Sumber: indonesia.go.id ©2020 Merdeka.com
Mengolah rumput ini menjadi Pagit-pagit juga tidak mudah. Perlu keahlian khusus dalam mengolah masakan ini, karena jika salah dalam mengolahnya, maka Pagit-pagit akan terasa sangat pahit.Air perasan dari rumput yang sudah diambil kemudian direbus selama 2-3 jam hingga menghasilkan kaldu. Kaldu yang dihasilkan dari perebusan ini biasanya masih berbau amis, jadi untuk menghilangkan bau amisnya biasanya ditambahkan dengan kulit pohon sikkam dan susu segar.Kaldu dari rumput tersebut kemudian dimasak dengan berbagai bumbu dan isian yang akan membuat Pagit-pagit menjadi lebih lezat. Bumbu yang digunakan adalah cabai, bawang, serai, jahe, asam, rimbang, daun jeruk purut.
Biasanya, ditambahkan dengan jeroan, tulang sapi atau kikil dan babat. Bisa juga ditambah daun ubi dan rimbang untuk menambah nilai gizi dan cita rasa enak.
Disajikan Saat Momen Tertentu
Pagit-pagit ini merupakan menu yang istimewa. Masakan ini tidak bisa ditemukan setiap hari, hanya pada waktu tertentu saja. Hal ini karena proses pengolahannya yang sulit dan membutuhkan waktu lama.Masakan yang satu ini biasanya dihidangkan pada acara-acara tertentu, seperti Merdang Merdem (syukuran panen raya) atau pesta kerja tahunan, perayaan memasuki rumah baru dan memberangkatkan anak merantau.Kelihatannya memang membuat tak bergairah untuk dicicipi, tapi setelah sampai di lidah, ada rasa khas yang akan membuat orang ingin lagi dan lagi.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya