Mengenal Batalyon Infanteri 8 Marinir, Pasukan Kuat Penjaga Wilayah Laut di Sisi Barat NKRI
Yonif 8 Marinir, pasukan benteng terkuat di sisi Barat wilayah NKRI.
Pasukan yang terdiri dari Baret Ungu ini menjadi salah satu benteng terkuat di wilayah ujung barat laut Indonesia.
Mengenal Batalyon Infanteri 8 Marinir, Pasukan Kuat Penjaga Wilayah Laut di Sisi Barat NKRI
Setiap wilayah perbatasan NKRI tentunya perlu penjagaan yang ketat dengan persiapan pasukan yang tak kalah kuat dan siap siaga.Di sisi Barat Indonesia, wilayah kelautan terdapat benteng terkuat TNI yaitu Batalyon Infanteri 8 Marinir atau biasa disebut Yonif 8 Marinir.
Satuan ini adalah pasukan TNI Angkatan Laut (AL) dari kesatuan pelaksana Brigif 4 Marinir.
Yonif 8 Marinir saat ini berada di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara yang diharapkan menjadi benteng terkuat Marinir yang ada di ujung Barat NKRI.
Dibentuk Tahun 2004
Mengutip dari beberapa sumber, Yonif 8 Marinir berdiri pada tanggal 13 Februari 2004 yang saat ini dikenal dengan maskot Harimau Putih. Sejak tahun 2007, Yonif 8 Marinir berada dibawah pimpinan Korps Marinir TNI AL.
Dulunya, pasukan ini bermarkas di daerah Kwini, Jakarta Pusat. Seiring perkembangan kekuatan dan keamanan negara, Yonif 8 Marinir dipindah tugas menuju Pangkalan Brandan di Sumatra Utara.
Wilayah Strategis
Pemindahan markas Yonif 8 Marinir ke Pangkalan Brandan ini bukan tanpa sebab. Pasalnya wilayah tersebut cukup strategis yaitu di antara jalan lintas Timur Medan-Banda Aceh.
Apabila dari Kota Medan, berjarak sekitar 80 Km atau ditempuh selama 2,5 jam perjalanan darat dan perbatasan Provinsi Aceh kurang lebih 20 Km dengan waktu 1,5 perjalanan darat.
Tak hanya strategis di darat, di perairan sendiri bisa diakses melalui 3 titik, mulai dari Sungai Babalan (samping markas), Dermaga Pertamina Pangkalan Brandan, dan juga Dermaga Pangkalan Susu yang aksesnya langsung menuju Selat Malaka.
Keahlian Mumpuni
Setiap pasukan tentunya harus memiliki keahlian tetap dan siap siaga apabila terjadi sesuatu di bagian wilayah penjagaannya. Maka dari itu, setiap pasukan Yonif 8 Marinir terus mengasah kemampuan melalui latihan tempur.
Mengutip dari beberapa sumber, Yonif 8 Marinir pernah melaksanakan operasi penyerangan ke Pangkalan Susu yang bertujuan untuk melakukan penyergapan dan penghancuran tempat-tempat strategis.
Tak hanya latihan tempur, pasukan juga diajarkan materi hukum, seperti HAM, KUHP, KUHAP, Bea Cukai, Imigrasi dan sebagainya. Selain itu, mereka juga belajar materi Penanganan Pelintas Batas Ilegal yaitu meliputi illegal logging, illegal mining, dan peredaran narkoba.