Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Fakta Kopi Arabika Sipirok, Ditanam Sejak Zaman Kolonial dan Punya Cita Rasa Unik

4 Fakta Kopi Arabika Sipirok, Ditanam Sejak Zaman Kolonial dan Punya Cita Rasa Unik Ilustrasi kopi. boldsky.com

Merdeka.com - Tapanuli Selatan tidak hanya terkenal melalui destinasi wisata dan kekayaan budayanya saja. Sumber Daya Alam yang berkualitas tinggi juga berasal dari wilayah ini salah satunya yaitu Kopi Sipirok.

Kopi Arabika Sipirok merupakan salah satu kopi nusantara yang memiliki karakter unik. Bahkan kenikmatan dan keunikan rasa dari kopi ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Bagi sebagian orang, tidak mengenal apa itu Kopi Sipirok. Namun, bagi sebagian orang yang bergelut di bidang kopi tentu saja Kopi Sipirok sudah mendunia berkat rasanya.

Simak fakta tentang Kopi Arabika Sipirok yang memiliki cita rasa lokal yang sudah mendunia dirangkum melalui smilebatangtoru.ipb.ac.id dan berbagai sumber lainnya.

1. Sejak Zaman Kolonial

Fakta pertama Kopi Arabika Sipirok ini adalah penanaman biji kopi di wilayah Sipirok sudah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda. Saat itu, ketika masa Kerajaan Siregar Akkola Dolok 1839, pertama kalinya dikenal tanaman kopi yang kemudian dipasarkan ke kolonial Belanda.

ilustrasi kopi

pexels

Penanaman biji kopi oleh kolonial Belanda terdapat di 6 daerah, yaitu Marancar, Angkola Timur, Arse, Saipar Dokok Hole, Aek Bilah, dan Sipirok. Ke enam daerah ini akhirnya menjadi penghasil kopi utama.

Hasil panen kopi dari Sipirok biasanya dikirim ke Mandhaeling untuk dikumpulkan sebelum dijual. Maka dari itu, kopi Mandhaeling lebih terdengar familiar oleh pasar.

2. Tumbuh di Dataran Tinggi

011 tantri setyorini

© Pexels

Kopi Arabika Sipirok ini biasanya tumbuh subur di dataran tinggi yang cenderung memiliki suhu udara yang cukup dingin. Perkebunan kopi bisanya dikelola masyarakat di Sipirok yang merupakan zona penyangga Cagar Alam Sibual-buali yang terletak di ketinggian 1200-1300 mdpl.

Letaknya yang ideal untuk ditanami biji kopi menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra terbaik kopi Arabika di Sumatera. Perkebunan kopi yang dikelola secara langsung oleh masyarakat dan merupakan bagian dari Cagar Alam Sibual-buali ini dilindungi demi menunjang keberlangsungan varietas kopi ikonik Tapanuli ini.

3. Mengantongi Hak Paten

Kopi Arabika Sipirok ini sudah cukup dikenal di bidangnya, kini kopi tersebut telah mengantongi hak paten dan sudah layak untuk berdiri sendiri. Sertifikat Indikasi Geografis untuk nama "Kopi Arabika Sipirok" ditetapkan oleh Ditjen Hak Kekayaan Interlektual Februari 2018.

ilustrasi biji kopi

©©2012 Shutterstock/barbaradudzinska

Selain mendapat hak paten, Kopi Arabika Sipirok juga mendapatkan rekor MURI pada tahun 2014 berkat festival kopi yang digelar di Sipirok. Pencapaian ini tidak lepas dari peran masyarakat setempat, Pemerintah Kabupaten, Dinas Pertanian dan instansi terkait.

Selain itu, para petani kopi di Tapanuli juga bisa merasakan dampak dari keuntungan yang dihasilkan serta meningkatkan perekonomian daerah Sipirok.

4. Karakter Kopi yang Unik

Para pecinta kopi tentu mencari kenikmatan tersendiri apabila mencicipi berbagai jenis kopi yang ada di dunia. Begitu juga dengan kenikmatan Kopi Arabika Sipirok yang memberikan sensasi dan ciri khas sendiri.

Rasa pahit yang kental, dengan tingkat keasaman yang cukup rendah, dipadukan dengan rasa rempah dan juga cokelat.

ilustrasi biji kopi

©shutterstock.com/saiko3p

Uniknya, Kopi Arabika Sipirok cenderung memiliki rasa earthy yang cukup kuat. Berbeda dengan kopi lain yang dominan rasa buahnya. Ini yang membuat para pecinta kopi kepincut oleh Kopi Arabika Sipirok.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP