Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Supardi Nasir Sesalkan Bobotoh Merusak dan Vandalisme di Bandung

Supardi Nasir Sesalkan Bobotoh Merusak dan Vandalisme di Bandung Bobotoh sambut pemain Persib Bandung. ©2015 Merdeka.com/Pangeran Aditya

Merdeka.com - Salah seorang pemain Persib Bandung, Supardi Nasir mengerti kekecewaan pendukung karena tim tidak menjuarai Piala Menpora 2021. Namun, ia menyayangkan adanya oknum yang melakukan pelemparan kantor manajemen hingga aksi vandalisme yang terjadi.

Menurut dia, hasil di Final Piala Menpora memang tidak sesuai dengan harapan. Namun, ia memastikan semua pemain sudah bekerja keras dalam pertandingan.

"Bagi bobotoh ini prestise, lebih dari sekadar main (karena lawan Persija). Cuma minta pemahaman juga. Tim bukan enggak serius, setiap pertandingan kami anggap penting dan serius. Tapi, inilah hasil yang bisa kita berikan. Yakinlah tim ini akan berkembang," kata Supardi , Senin (26/4).

Piala Menpora menurut dia merupakan ajang pemanasan, sekaligus ujian apakah liga 1 bisa berjalan di tengah pandemi atau tidak. Di sisi lain, hampir semua pemain belum mencapai kondisi fit setelah tidak bertanding hampir satu tahun.

Pencapaian sampai final bukan sesuatu yang mudah. Namun, ada hikmah lain yang didapatkan, yakni kesempatan bagi pemain muda untuk tampil.

Di singgung mengenai adanya respons dari Bobotoh (sebutan suporter Persib Bandung) yang melakukan pelemparan ke kantor manajemen hingga vandalisme, Supardi mengaku kecewa.

"Saya menyayangkan hal itu. Saya pribadi ketika ada anarkis saya tidak bisa terima. Saya memahami ada kekecewaan (karena tidak juara). Tidak ada satu pun yang lebih kecewa dari bobotoh melainkan kita dan keluarga. Saya punya anak, bagaimana ketika ayahnya kalah. Saya tahu bagaimana sedihnya mereka," ujar dia.

"Tekanan batin ketika mereka ke masjid, abinya kalah, anak kecil dibully seperti itu. Saya sebagai abinya jauh lebih sakit. Keluarga kita juga sakit. Apakah harus sampai disitu. Kita harus bangkit," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pendukung Persib menahan diri dan bersikap dewasa saat timnya kalah. Ia geram karena beberapa oknum di antara mereka diduga melakukan pelemparan dan melakukan vandalisme.

Diketahui, Persib Bandung kalah melawan Persija Jakarta dalam babak final Piala Menpora 2021. Pada Leg pertama, tim berjuluk Maung Bandung takluk dengan skor 2-0. Di leg kedua, mereka kembali kalah dengan skor 2-1.

Buntut dari kekalahan itu, kantor manajemen Persib yang berada di Jalan Sulanjana, Kota Bandung didatangi oleh beberapa orang diduga oknum pendukung Persib pada Minggu (25/4) malam. Mereka melempari kantor dengan batu hingga flare.

"Mereka datang sekitar pukul 22.30 WIB, sempat dibubarkan polisi. Datang lagi satu jam kemudian. Alhamdulillah tidak ada korban," ucap salah seorang penjaga keamanan, Rukandi seraya menyebut massa yang datang sekira 100 orang.

Selain itu, di media sosial ramai menjadi perbincangan aksi vandalisme terhadap mobil berplat B. Salah satu yang menjadi korban adalah keluarga dari Aqil Saviq, pemain Persib Bandung.

Hal ini mendapat tanggapan dari Ridwan Kamil. Menurut dia, mereka yang tidak bisa menerima kekalahan dan melampiaskan kekecewaan dengan merusak serta harus segera ditindak tegas.

"Saya titip kalau perkaranya memang masuk ke ranah pidana, ini polisi lakukan tindakan hukum, kita harus tegas," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Senin (26/4).

Menurutnya, menang kalah dalam sebuah pertandingan olahraga adalah suatu hal yang biasa. Sikap yang harus dijunjung adalah sportivitas. Saat menang, tak jumawa. Begitupun saat kalah, jangan kecewa berlebihan.

"Tetap dukung Persib Bandung, jangan mendukung saat menang saja tapi juga dukung saat sedang tidak menang atau kesusahan, jangan Jabar yang bagus kondusifitas ini dirusak oleh hal-hal tidak baik," tegas dia. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP