Rekor Buruk Arema FC di BRI Liga 1 Musim Ini: 3 Kali Ganti Pelatih, Jeblok di Putaran

Rekor Buruk Arema FC di BRI Liga 1 Musim Ini: 3 Kali Ganti Pelatih, Jeblok di Putaran Kedua

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rekor Buruk Arema FC di BRI Liga 1 Musim Ini: 3 Kali Ganti Pelatih, Jeblok di Putaran
<p>Pemain Persib Bandung, Ciro Alves (kiri) berebut bola dengan pemain Arema FC, Rizky Dwi Febrianto pada pertandingan pekan ke-26 BRI Liga 1 2022/2023 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (23/2/2023). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p&g

Bola.com, Jakarta - Arema FC tergolong tim yang belum stabil di BRI Liga 1 2022/2023. Meski sudah tiga kali ganti pelatih, hasil yang didapat di kompetisi belum bisa memuaskan.

Sejak ditangani pelatih lokal I Putu Gede Swisantoso, secara permainan ada perbaikan. Sampai saat ini, Arema terlempar dari 10 besar klasemen sementara. Tim berjuluk Singo Edan ini berada di urutan 11 dengan 32 poin.

Banyak faktor yang membuat Arema belum stabil. Mulai bermain sebagai tim musafir, adaptasi tiga kali berganti pelatih hingga seretnya produktivitas gol. Bola.comberfokus pada hasil yang didapat Arema di putaran kedua. Mereka baru memetik 2 kemenangan dari 7 laga.

Bagi tim sekelas Arema, itu bukan capaian positif. Meningat materi pemain Singo Edan sebenarnya cukup mentereng. Ada Evan Dimas, Bagas Adi, Dedik Setiawan, M. Rafli dan lainnya. Nama-nama itu belum lama jadi bagian Timnas Indonesia.

Namun mereka belum bisa memberikan banyak kemenangan untuk Singo Edan. Justru sejumlah rekor buruk lebih banyak didapat. Berikut rentetan catatan negatif Arema FC musim ini.

Terlalu Banyak Telan Kekalahan

Yuran Fernandes (belakang) berduel dengan Dendi Sulistyawan pada laga Arema FC versus PSM Makassar dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023, Sabtu (4/2/2023) sore WIB. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Musim ini Arema sudah menelan 12 kekalahan dari 23 pertandingan. Jumlah yang sangat banyak jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Dimana Arema hanya kalah dalam 5 pertandingan musim lalu dan finish di posisi 4.

Khusus di putaran kedua, Arema sudah mengalami 5 kekalahan. Sedangkan 7 kekalahan lainnya didapat di putaran pertama. Artinya, di putaran kedua Arema belum juga bangkit. Faktor bermain sebagai tim musafir dan tanpa dukungan Aremania jadi penyebabnya. Itu merupakan sanksi dari Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

Ditambah lagi pada awal putaran kedua, Singo Edan langsung berjumpa sederet tim papan atas, PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Tiga tim yang kini bersaing dalam perebutan juara Liga 1. Tiga tim itu juga memberikan kekalahan di putaran pertama. Sehingga Arema belum sanggup membalasnya di pertemuan kedua.

Baru Cetak 3 Gol di Putaran Kedua

Pemain Arema FC, Abel Camara menguasai bola dalam laga leg kedua final Piala Presiden 2022 antara Borneo FC melawan Arema FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (17/7/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Meski sudah melakukan pergantian pelatih ketiga, persoalan Arema masih belum teratasi, yakni seretnya gol. Tercatat baru tiga gol dicetak dalam 7 pertandingan putaran kedua.

Padahal, komposisi lini depan Arema sudah komplet. Abel Camara, Dedik Setiawan dan M. Rafli sudah bergantian dicoba sebagai penyerang utama. Tapi ketajamannya juga belum maksimal. Dedik jadi pemain paling subur dengan 7 gol. Namun dia tidak selalu jadi striker utama. Kadang diposisikan sebagai sayap.

Sedangkan Abel Camara baru mengemas 4 gol. Padahal dia lebih banyak diberi kesempatan sebagai ujung tombak. Sementara M. Rafli belum pecah telur. Arema sangat kehilangan sosok Carlos Fortes yang jadi striker andalah musim lalu.

Fortes menyumbangkan 20 gol dan jadi pemain tersubur kedua Liga 1. Ketika striker asal Portugal itu pindah ke PSIS Semarang, Arema belum menemukan pengganti sepadan. Camara yang dari segi pengalaman di Liga Portugal lebih mentereng, justru melempem musim ini.

Tak Bisa Menang Beruntun di Putaran Kedua

Pemain Persib Bandung, David Da Silva (tengah) berebut bola dengan pemain Arema FC, Johan Ahmat Farizi pada pertandingan pekan ke-26 BRI Liga 1 2022/2023 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Kamis (23/2/2023). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Musim lalu, Arema punya rekor tak terkalahkan dalam 23 pertandingan. Rekor yang luar biasa. Namun musim ini, jangankan terkalahkan, Arema baru sanggup menang dalam 4 laga beruntun. Itu terjadi di pengujung putaran pertama.

Sedangkan di putaran kedua, Singo Edan tak mampu meraih kemenangan beruntun. Sejak ditangani Putu Gede, setelah meraih kemenangan, mereka selalu kalah di laga selanjutnya. Ini yang membuat Arema sulit memperbaiki posisi di klasemen.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Rekomendasi