Dalam beberapa hari ke depan, seluruh dunia akan segera mengetahui siapa pemenang Ballon d'Or 2014. Kemungkinannya kini mengerucut pada tiga nama besar, yakni Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Manuel Neuer. Dari tiga pemain tersebut, semuanya memiliki kans yang sama sebagai pemenang.Beberapa tahun pemilihan Ballon d'Or kerap menghasilkan pemenang telak yang artinya dia berhasil unggul dengan selisih yang jauh. Namun ada pula beberapa pemenang yang justru hanya terpaut tipis dari sang runner up. Hal ini sangat patut disesalkan oleh juara kedua.Sebagai catatan, sebelum Ballon d'Or menjadi FIFA Ballon d'Or, jajak pendapat didasarkan pada poin. Para pemilih memilih 5 pilihan. Yang pertama mendapat 5 poin, kedua 4 poin, ketiga 3 poin, keempat 2 poin, dan pilihan kelima 1 poin. Kini pemilihan berdasarkan persentase.Lantas, siapa saja pemain yang nyaris meraih predikat pemain terbaik dunia dengan selisih poin yang tipis? Berikut ulasannya.
Advertisement
Pada tahun 2000, terjadi perebutan pemenang Ballon d'Or yang menghadirkan dua nama besar, yakni Luis Figo (Real Madrid) versus Zinedine Zidane (Juventus). Kala itu Zidane lebih diunggulkan sebab Figo sendiri telah membuat keputusan kontroversial hijrah dari Barcelona ke El Real.Namun akhirnya Figo memenangkan penghargaan bergengsi tersebut dengan 197 poin, sedangkan Zidane hanya terpaut tipis di bawahnya dengan 181 poin. Usai menyabet gelar tersebut, Figo menjadi pemain kedua dari Portugal yang memenangkan Ballon d'Or setelah Eusebio pada tahun 1965.Figo pun menjadi pemain ketiga Real Madrid yang menyabet penghargaan Ballon d'Or dan juga yang pertama untuk Los Blancos sejak tahun 1959.
Advertisement
Hasil pemenang Ballon d'Or pada tahun 1996 adalah salah satu yang sangat menyedihkan. Betapa tidak, selisih poin yang terjadi antara pemenang dan runner up sangat dekat, yakni 3 poin!Adalah Matthias Sammer, legenda Borussia Dortmund yang berhasil menjuarai Liga Champions dengan klub kuning-hitam tahun 1996 dan membantu Jerman menjadi pemenang Euro di tahun yang sama. Hal itu jelas menjadi track record yang luar biasa.Sedangkan penantang sengitnya adalah Ronaldo Luiz, pesepakbola Brasil memiliki kualitas permainan jauh di atas rata-rata. Sayangnya di tahun itu, Il Fenomeno tidak memenangi satu trofi pun. Sehingga perolehan poin saat itu adalah Sammer 144 dan Ronaldo 141.Gelandang Jerman itu akhirnya keluar sebagai pemenangan dan dinilai lebih pantas dari Ronaldo. namun pada tahun 2002, Si Plontos berhasil memenangi Ballon d'Or untuk kali kedua.
Advertisement
Dia adalah pemain asal Bulgaria yang memiliki kemampuan mengolah bola yang sangat luar biasa. Bahkan Stoichkov disebut sebagai pesepakbola terbesar Bulgaria.Pada tahun 1992, pemain Barcelona tersebut masuk jajaran sebagai kandidat peraih Ballon d'Or dengan pesaing terberatnya adalah Marco van Basten yang kala itu berseragam AC Milan. Akhirnya, van Basten pun keluar sebagai pemenang dengan perolehan poin yang terbilang sangat tipis.Dari data yang diperoleh, pemain asal Belanda tersebut menang dengan poin 98, sementara Stoichkov berada di bawahnya dengan poin 80. Meskipun dia tidak berhasil menang di tahun 1992, namun Stoichkov lebih dulu mengalahkan van Basten setahun sebelumnya yakni pada 1991. Kemudian tahun 1994, dia kembali memenangkan Ballon d'Or.
Advertisement
Tahun 2002, merupakan persaingan antara dua jagoan Brasil di pentas Ballon d'Or, yakni Roberto Carlos dan Ronald Luiz. Tak hanya berasal dari satu negara, namun keduanya juga bermain di klub yang sama, yaitu Real Madrid.Duo ini telah berhasil mengantarkan Brasil menjuarai Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang. Namun Roberto Carlos memiliki piala lainnya yang lebih dibanggakan ketimbang Ronaldo kala itu, sebab Il Fenomeno bergabung dengan El Real sebelum musim 2002/03. Meski begitu pemenang tetap berpihak pada Ronaldo dengan perolehan 169 poin (setelah dihitung ulang ternyata mencapai 171 poin), sedangkan Roberto Carlos mengemas 149 poin. Ini bisa dibilang selisih yang cukup kecil, mengingat Carlos merupakan pemain belakang. Sehingga sangat luar biasa jika harus bersanding dan bersaing dengan striker top kala itu.
Advertisement
Yang paling menghebohkan adalah peraih pemain terbaik tahun 2013 lalu. Tiga kandidat besar kala itu menghadirkan Lionel Messi, Franck Ribery, dan Cristiano Ronaldo. Ribery sendiri adalah sosok pemain hebat yang di tahun itu berhasil menggondol treble winner bersama Bayern Munich. Bahkan dia juga terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa 2013. Namun kenyataannya, pesepakbola asal Prancis itu hanya mampu berada di posisi ketiga dengan perolehan poling sebesar 23,36 persen.Lionel Messi menempati peringkat kedua dengan 24,72 persen di bawah Cristiano Ronaldo yang unggul tipis dengan 27,99 persen. Nah, untuk FIFA Ballon d'Or 2014, siapakah yang akan menjadi pemenangnya? Mungkinkah akan menghadirkan persaingan sengit dengan selisih presentase yang tipis? Kita lihat saja 12 Januari mendatang!