Hujan kembali rutin turun di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek), setelah berbulan-bulan dilanda kemarau. Pada masa peralihan musim ini, orangtua perlu lebih jeli memantau kondisi kesehatan anak.
Dokter spesialis anak, Aisya Fikritama Aditya, menegaskan perubahan musim tidak secara langsung membuat anak sakit. Namun, perubahan suhu, kelembapan, pola aktivitas, dan paparan kuman di lingkungan tertentu dapat meningkatkan risiko infeksi, dikutip dari Antara.
Menurut Aisya, kondisi tersebut dapat memicu sejumlah penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang meliputi batuk, pilek, dan influenza. Selain itu, diare akibat makanan atau air yang terkontaminasi, serta demam berdarah dengue (DBD) berisiko meningkat ketika banyak genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Jika terjadi banjir, kita juga perlu mewaspadai leptospirosis, terutama pada anak yang berkontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi,” tutur Aisya dikutip dari Antara.
Aisya mengingatkan sejumlah gejala awal yang perlu diperhatikan antara lain demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, muntah, diare, atau anak tampak lebih lemas dan kurang aktif dari biasanya.
Ia menekankan bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit yang sama. Demam pada musim hujan, misalnya, tidak boleh langsung dianggap sebagai flu karena bisa juga disebabkan oleh DBD atau infeksi lainnya.
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, tanda dehidrasi, atau demam disertai nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, maupun perdarahan.
“Kenali gejala awal penyakit dan jangan menunda pemeriksaan jika anak menunjukkan tanda bahaya. Karena menjaga kesehatan anak bukan hanya tentang mengobati saat sakit, tetapi juga membangun kebiasaan sehat setiap hari,” ujar Aisya yang juga dosen Fakultas Kedokteran UNS Solo itu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505609/original/097843900_1771392009-btn8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9368598/original/092424100_1791441911-a5e98c84-68f6-47ae-8a9d-f8bd9aa3a39e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383090/original/027791900_1793069484-20261024_101517.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355552/original/005701400_1790135642-Ilustrasi_pernikahan_230926_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382978/original/073015900_1793039101-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_4.12.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380481/original/048155500_1792711880-000_D3Y98GK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)