10 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Depresi

Depresi dan masalaha kesehatan bisa saling memengaruhi dengan berbagai cara tertentu.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
10 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Depresi
10 Masalah Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Depresi (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Munculnya masalah kesehatan mental berupa stres hingga depresi kadang kala tidak bisa dihindari. Munculnya depresi pada seseorang yang tak kunjung diatasi ini kadang bisa berujung pada sejumlah masalah fisik dan kesehatan.

Depresi adalah kondisi mental yang serius yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang. Namun, tidak hanya aspek mental yang terpengaruh oleh depresi. Kesehatan fisik juga dapat terancam ketika seseorang mengalami depresi.

Sejumlah kondisi mungkin dialami seseorang sebagai dampak dari depresi atau juga sebaliknya. Dilansir dari Health, berikut sejumlah masalah kesehatan yang rentan muncul ketika seseorang mengalami depresi.

Kanker dan Depresi

Kanker dan Depresi
Dok. Istimewa

Kanker adalah salah satu kondisi medis yang dapat terkait dengan depresi. Menurut National Cancer Institute, orang dengan kanker gastrointestinal, terutama perut atau pankreas, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami depresi.

Selain itu, depresi sering kali muncul sebelum diagnosis kanker. Faktor risiko seperti nyeri kanker yang tidak terkontrol, fisik yang lemah, prognosis buruk, atau penggunaan obat tertentu juga dapat memicu depresi pada penderita kanker.

Nyeri Kronis

Nyeri kronis adalah kondisi yang seringkali terkait dengan depresi. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa sekitar 60 persen pasien dengan nyeri kronis juga mengalami depresi. Depresi dan nyeri kronis bisa saling memengaruhi.

Nyeri dapat memicu pelepasan penanda peradangan yang dapat berhubungan dengan perubahan mood, dan nyeri kronis yang berkelanjutan dapat memicu depresi. Sebaliknya, depresi juga dapat menjadi penyebab nyeri kronis.

Masalah Tiroid dan Depresi

Masalah Tiroid dan Depresi
Dok. Istimewa

Masalah pada kelenjar tiroid, baik hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) atau hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), dapat menyebabkan depresi. Depresi juga bisa muncul sebelum masalah tiroid terdeteksi. Perubahan mood yang terkait dengan masalah tiroid umumnya dapat diatasi dengan efektif melalui pengobatan tiroid yang sesuai.

Lupus dan Depresi

Penyakit autoimun seperti lupus dapat menyebabkan depresi. Lupus, yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh, seringkali terkait dengan depresi. Stress yang disebabkan oleh gejala lupus yang tidak dapat dijelaskan, seperti demam, kelelahan, nyeri sendi, atau ruam, dapat memicu depresi. Selain itu, beberapa obat lupus juga dapat berkontribusi pada depresi.

Penyakit Jantung dan Depresi

Penyakit Jantung dan Depresi
Dok. Istimewa

Depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hingga 20 persen orang yang pernah mengalami serangan jantung bisa mengalami depresi, sementara orang dengan depresi memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Depresi juga dapat menghambat pemulihan dari penyakit jantung.

Diabetes dan Depresi

Diabetes dan depresi, baik berupa tipe 1 maupun tipe 2, dapat saling terkait. Mengelola diabetes dapat menjadi tugas yang melelahkan, yang dapat memengaruhi mood. Depresi membuat lebih sulit menjaga pengobatan diabetes yang tepat, diet yang sehat, dan aktivitas fisik yang cukup, yang kemudian dapat memperburuk depresi dan diabetes itu sendiri.

HIV dan Depresi

HIV dan Depresi
Dok. Istimewa

Depresi adalah masalah umum yang dihadapi oleh penderita HIV dan AIDS. Selain itu, HIV dapat merusak otak langsung, yang dapat menyebabkan depresi atau demensia HIV. Beberapa obat HIV juga dapat memperburuk depresi.

Infeksi Lain dan Depresi

Selain HIV, banyak infeksi lain yang terkait dengan depresi, termasuk influenza, herpes, hepatitis C, dan virus yang menyebabkan cacar air dan cacar api. Hubungan antara infeksi dan depresi belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa teori menunjukkan bahwa perubahan inflamasi mungkin menjadi faktor bersama.

Sklerosis Multipel dan Depresi

Sklerosis Multipel dan Depresi
Dok. Istimewa

Depresi adalah salah satu gejala umum dari sklerosis multipel (MS) dan seringkali muncul bahkan sebelum gejala MS lainnya muncul. MS dapat merusak bagian otak yang mengatur mood, dan perubahan hormonal dan sistem kekebalan tubuh yang terkait dengan MS juga dapat menyebabkan depresi.

Kekurangan Vitamin B12 dan Depresi

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan gejala depresi, seperti yang dilaporkan dalam sebuah studi tahun 2013. Vitamin B12 diperlukan dalam tubuh untuk mengatur mood. Kekurangan B12 dapat terjadi akibat gangguan pada usus kecil, termasuk penyakit celiac, penyakit Crohn, atau operasi penurunan berat badan.

Penting untuk diingat bahwa depresi bukan hanya masalah mental, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan fisik. Jika Anda mengalami gejala depresi atau memiliki riwayat depresi, penting untuk mencari bantuan medis dan dukungan yang tepat.

Penanganan dan pengobatan yang tepat bisa menjadi cara agar penyakit tidak berkembang menjadi depresi atau sebaliknya.

Penanganan dan pengobatan yang tepat bisa menjadi cara agar penyakit tidak berkembang menjadi depresi atau sebaliknya.
Dok. Istimewa
Rekomendasi