Jangan Sampai Berkepanjangan, Kenali 5 Macam Sakit Kepala dan Penyebabnya

Kenali penyebab sakit kepala yang dialami agar bisa melakukan penanganan yang tepat.

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
Jangan Sampai Berkepanjangan, Kenali 5 Macam Sakit Kepala dan Penyebabnya
Jangan Sampai Berkepanjangan, Kenali 5 Macam Sakit Kepala dan Penyebabnya (Merdeka.com)

Jadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami, hampir semua orang mungkin pernah merasakan sakit kepala. Meskipun terlihat sepele, tapi masalah kesehatan yang satu ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu kegiatan penderitanya.

Namun, tahu nggak sih kalau nggak semua sakit kepala yang dialami itu sama? Ternyata, ada beberapa jenis sakit kepala yang sering dialami masing-masing individu. Beda jenisnya, beda juga cara penanganannya. Yuk, cari tahu lebih lanjut yang dilansir dari Regional Neurological Associate!

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Gejala sakit kepala ini paling umum terjadi. Dari laman yang sama disebutkan bahwa 3 dari 4 orang mengalami gejala penyakit ini dengan penyebab yang berbeda. Antara lain karena tekanan emosional seperti stres atau rasa bingung yang kuat sehingga memicu rasa tegang di area leher dan bahu.

Rasa sakit kepala ini akan menyerang bagian belakang, samping leher hingga pangkal, terutama ketika otot-otot leher dan bahu mulai kaku. Sementara itu, penanganan terbaik yaitu dengan mengistirahatkan otot bahu dan leher yang tegang. Sesekali, oleskan obat antiinflamasi pada bagian belakang leher. Sakit kepala ini biasanya tidak berlangsung lama.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Migrain termasuk jarang terjadi dibandingkan sakit kepala tegang. Tetapi secara umum dianggap jauh lebih parah terutama terkait gejala dan durasi serangannya. Sakit kepala migrain bisa berlangsung hingga beberapa hari dengan keluhan yang sedikit atau nggak ada sama sekali sebelumnya.

Meski begitu, diketahui bahwa ada sejumlah pemicu terjadinya migrain seperti stress dan melewatkan waktu makan. Gejala yang timbul juga disertai dengan gangguan penglihatan disertai rasa sakit yang hebat di salah satu sisi kepala.

Penanganannya bisa dilakukan dengan minum obat, baik yang dijual bebas maupun yang diresepkan.

Namun, jika hal ini sering terjadi, segeralah pergi ke dokter untuk mengetahui penyebab utamanya. Selain itu, cobalah menghilangkan pemicu seperti dengan makan dan minum teratur, serta beristirahat di ruangan yang gelap dan tenang.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Sakit kepala sinus terjadi ketika tekanan dalam saluran pernapasan (sinus) kepala meningkat bersamaan dengan hidung tersumbat. Sering kali, hal ini terjadi ketika alergi atau musim flu melanda. Sakit kepala ini disertai rasa sakit di bagian depan kepala dan telinga. Kamu bisa mengkonsumsi obat alergi untuk mengurangi gejala sinus agar sakit kepala nggak semakin parah.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Sakit kepala ini juga sering dikenal karena pemicunya yaitu akibat aktivitas olahraga atau fisik yang intens seperti berlari, melompat, mengangkat beban berat.

Sering kali, jenis sakit kepala ini diakibatkan oleh meningkatnya tensi yang terjadi ketika melakukan aktivitas, sehingga menyebabkan ketegangan pada tubuh secara keseluruhan, terutama pada kepala. Sakit kepala ini biasanya mereda dengan cepat dan dapat diatasi dengan obat warung yang dijual bebas.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Sesuai namanya sakit kepala cluster dinamakan demikian karena cenderung kambuh dalam jangka waktu beberapa minggu. Rasa sakitnya sering muncul terbatas pada satu sisi kepala, biasanya di sekitar salah satu bagian mata. Dalam kebanyakan kasus, obat perlu diresepkan untuk mengatasi kondisi ini dan membuat gejalanya lebih ringan. Sering kali, setiap sakitnya muncul berlangsung kurang dari 3 jam.

Itu dia gejala sakit kepala yang umumnya menyerang banyak orang. Apabila muncul sakit kepala serius dengan jangka waktu sering, maka kamu perlu periksa ke dokter dokter karena kemungkinan kondisi tersebut merupakan gejala dari penyakit seperti tekanan darah tinggi, cedera di kepala atau gegar otak, dehidrasi parah, infeksi di jaringan otak, tumor, kanker, aneurisma, pendarahan otak hingga infeksi pada gigi atau gusi.

Penulis: Farhati Haqiya Silmi

Rekomendasi