Mewarnai rambut telah menjadi tren populer di kalangan anak muda, tetapi apakah ada potensi risiko kesehatan terkait dengan penggunaan cat rambut? Beberapa rumor beredar tentang hubungan antara cat rambut dan kanker, namun sebelum kita membuat keputusan, mari kita telaah fakta-fakta yang ada.
Advertisement
Tipe-Tipe Cat Rambut yang Perlu Diketahui
Sebelum membahas potensi risiko kesehatan, penting untuk memahami tipe-tipe cat rambut yang beredar di pasaran. Ada tiga jenis utama, yaitu:
1. Pewarna Temporer: Menutupi permukaan rambut tanpa menembus batang rambut. Umumnya bertahan selama 1-2 kali keramas.
2. Pewarna Semi-Permanen: Tidak menembus batang rambut dan bertahan selama 5-10 kali keramas.
3. Pewarna Permanen (Oksidatif): Menyebabkan perubahan kimia permanen pada batang rambut dan populer karena warnanya tetap stabil hingga muncul rambut baru.
Advertisement
Mengapa Cat Rambut Diduga Berpotensi Menyebabkan Kanker?
Menurut National Cancer Institute, terdapat lebih dari 5.000 macam zat kimia dalam pewarna rambut. Beberapa di antaranya dapat menjadi penyebab kanker pada hewan.
Paparan zat kimia ini dapat terjadi melalui kontak kulit atau inhalasi selama proses pewarnaan rambut.
Bagi mereka yang bekerja di industri kecantikan, seperti penata rambut, risiko terpapar zat kimia pada cat rambut cukup tinggi.
Namun, apakah ini juga berlaku untuk mereka yang mewarnai rambut sendiri masih belum pasti, karena hasil penelitian belum konsisten.
Advertisement
Risiko Kanker Tertentu yang Perlu Diperhatikan
Advertisement
1. Risiko Kanker Payudara
National Institute of Health menyatakan bahwa penggunaan cat rambut juga memiliki potensi risiko terhadap kanker payudara. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan hubungan ini.
Advertisement
2. Risiko Kanker Kandung Kemih
Penelitian menunjukkan risiko yang tidak terlalu tinggi, terutama pada mereka yang terus-menerus terpapar zat kimia cat rambut. Profesi seperti penata rambut dan tukang cukur berpotensi lebih rentan.
Advertisement
3. Risiko Kanker Leukemia dan Lymphoma
Risiko kanker darah ini masih menjadi perdebatan, dan hasil penelitian belum konsisten. Hubungan antara cat rambut dan kanker ini belum dapat dipastikan.
Advertisement
Jenis Cat Rambut yang Berpotensi Berbahaya
Beberapa lembaga ahli, seperti International Agency of Research on Cancer (IARC), telah mengklasifikasikan profesi yang berisiko tinggi, seperti tukang cukur atau penata rambut.
Namun, untuk mewarnai rambut sendiri, risiko kanker belum dapat diidentifikasi secara pasti.
National Toxicology Program (NTP) menyatakan bahwa belum ada kaitan yang jelas antara cat rambut dan kanker. Meskipun demikian, beberapa bahan kimia dalam pewarna rambut masuk dalam kategori yang berpotensi menjadi karsinogen bagi manusia.
Advertisement
Cara Mewarnai Rambut dengan Aman
Meskipun risiko masih menjadi perdebatan, langkah-langkah berikut dapat membantu meminimalkan potensi risiko saat mewarnai rambut:
1. Jangan meninggalkan pewarna di kepala lebih lama dari yang dianjurkan.
2. Bilas kulit kepala dengan air setelah menggunakan cat rambut.
3. Gunakan sarung tangan saat menerapkan cat rambut.
4. Patuhi petunjuk pada produk dengan seksama.
5. Hindari mencampur produk pewarna rambut yang berbeda.
6. Lakukan patch test untuk mengidentifikasi reaksi alergi sebelum penggunaan secara menyeluruh.
Advertisement
Melalui langkah-langkah ini, Anda dapat menikmati tren mewarnai rambut dengan lebih aman.
Advertisement
Namun, perlu diingat bahwa informasi ini masih berkembang, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara cat rambut dan kanker secara lebih mendalam.