Meski disebut sebagai pendidikan dasar, kurikulum preschool memiliki peran penting dalam membentuk masa-masa emas tumbuh kembang si Kecil.
Advertisement
Berikut adalah sepuluh metode belajar yang sering diterapkan, masing-masing dengan keunikan dan keunggulan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih sekolah untuk si Kecil.
Advertisement
Sebelum kita memahami berbagai metode, penting bagi Ibu untuk mengetahui beberapa jenis kurikulum preschool yang umumnya digunakan di Indonesia.
Meskipun disebut sebagai pendidikan dasar, kurikulum preschool memiliki peran penting dalam masa-masa emas tumbuh kembang si Kecil.
Beberapa jenis kurikulum ini bahkan diadopsi dari luar negeri, menawarkan pendekatan unik dan keunggulan masing-masing.
Advertisement
Metode Montessori, digagas oleh dr. Maria Montessori, menekankan konsep kemandirian. Dalam kurikulum ini, si Kecil diajak untuk mengurus keperluannya sendiri, sementara guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing.
Melalui analisis minat dan bakat, Montessori membantu menemukan keunggulan si Kecil, menciptakan lingkungan belajar dengan permainan kolaboratif, dan fokus pada pengembangan sensori.
"Montessori menciptakan lingkungan belajar yang bertujuan menumbuhkan kemandirian, kebebasan, dan keteraturan pada diri anak." - Dr. Maria Montessori
Advertisement
Advertisement
Kurikulum REA, banyak diadopsi oleh sekolah di Amerika Serikat, berfokus pada komunitas dan ekspresi diri. Guru berperan sebagai fasilitator, membiarkan si Kecil menentukan tugas, kegiatan, dan aktivitas tambahan.
Pendidikan ini meyakini bahwa anak memiliki 100 bahasa untuk mengekspresikan diri, dan REA memberikan kebebasan penuh kepada anak untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan potensi mereka.
"Anak-anak dikaruniai dengan 100 bahasa, yang memungkinkan mereka mengungkapkan ide dan pemikiran melalui berbagai cara." - Loris Malaguzzi
Advertisement
Advertisement
Dibuat oleh Rudolf Steiner, kurikulum Waldorf mirip dengan Montessori namun lebih menekankan aktivitas otak kanan yang berkaitan erat dengan proses kreatif. Melalui seni, permainan, dan aktivitas keterampilan, si Kecil diasah untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
Pendidikan Waldorf mengintegrasikan seni dalam disiplin akademik, memandang bahwa imajinasi, rasa kebenaran, dan tanggung jawab membentuk dasar pendidikan.
"Imajinasi, rasa kebenaran, dan tanggung jawab menjadi urat nadi pendidikan dalam metode Waldorf." - Rudolf Steiner
Advertisement
Advertisement
Kurikulum Play-based, umumnya diterapkan oleh sekolah swasta, menekankan belajar sambil bermain. Semua konsep, mulai dari matematika hingga storytelling, diajarkan melalui metode permainan yang menarik perhatian si Kecil. Kurikulum ini menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menarik bagi si Kecil, menjadikan pembelajaran lebih efektif.
Advertisement
Metode HighScope, dikembangkan oleh Dr. David Weikart, lebih menitikberatkan pada pengembangan sosial dan emosional anak. Partisipasi aktif anak dalam belajar, mulai dari bertanya hingga berdiskusi, menjadi landasan kurikulum ini.
Anak-anak belajar langsung dengan lingkungan sekitar mereka, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan informatif.
"HighScope membawa pendekatan belajar yang melibatkan anak secara langsung dengan lingkungan sosial dan sains mereka." - Dr. David Weikart
Advertisement
Advertisement
Metode Parents Cooperation menggabungkan peran orang tua secara aktif dalam proses belajar di sekolah.
Dengan keselarasan antara orang tua, guru, dan anak, metode ini bertujuan mendukung kecerdasan anak secara optimal. Keterlibatan orang tua secara aktif dapat mendukung keberhasilan belajar si Kecil melalui kolaborasi yang harmonis.
Advertisement
Metode Charlotte Mason berfokus pada pendidikan karakter anak. Orang tua, sebagai pendidik utama, menggembleng anak dalam segi jasmani, mental, emosional, spiritual, dan profesional. Metode ini sering diterapkan dalam homeschooling. "Pendidikan Mason memandang semua aspek pendidikan sebagai sarana untuk menumbuhkan karakter anak." - Filsuf Pendidikan Charlotte Mason
Advertisement
Dikembangkan oleh John Dewy, kurikulum Bank Street menekankan eksplorasi pengalaman anak dalam lingkungan interdisipliner dan kolaboratif.
Advertisement
Dalam kurikulum ini, anak-anak belajar melalui pengalaman dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan kognitif dan emosional siswa.
"Bank Street menempatkan fokus pada kecerdasan anak secara mental, sosial, emosional, dan fisik." - John Dewey
Advertisement
Pendekatan pembelajaran terintegrasi Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) membantu mengembangkan kreativitas dan rasa ingin tahu anak melalui proses pemecahan masalah. Pendidikan STEM sejak usia dini penting untuk menghadapi era teknologi saat ini.
Advertisement
Metode Sariswara, yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara, menitikberatkan pada pendidikan melalui kesenian.
Anak-anak diajak untuk merasakan keindahan dan kehalusan melalui pengalaman yang melibatkan semua indera.
"Melalui cerita kepahlawanan dan permainan peran, Sariswara menanamkan nilai gotong royong, saling menghormati, cinta sesama, dan cinta tanah air." - Ki Hadjar Dewantara.
Advertisement
Advertisement
Apakah Ibu lebih suka pendekatan kemandirian ala Montessori, kebebasan seni dalam Waldorf, atau keterlibatan aktif orang tua?
Advertisement