4 Kunci Membesarkan Anak agar Menjadi Baik dan Perhatian Menurut Peneliti dari Harvard

Agar anak menjadi baik dan perhatian terhadap lingkungan sekitar, menurut peneliti Harvard, ini yang harus dilakukan.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
4 Kunci Membesarkan Anak agar Menjadi Baik dan Perhatian Menurut Peneliti dari Harvard
4 Kunci Membesarkan Anak agar Menjadi Baik dan Perhatian Menurut Peneliti dari Harvard (Merdeka.com)

Bagi banyak orangtua, mereka biasanya sudah memiliki sejumlah pandangan mengenai ingin seperti apa anak mereka kelak. Hal ini tidak hanya cita-cita pekerjaan namun juga sifat pada anak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

pada saat ini, anak dinilai lebih tidak peduli dengan orang lain. Berdasar riset yang dilakukan peneliti dari Harvard, hal ini rupanya terjadi karena pengajaran dari orangtua yang mengajarkan bahwa kebahagiaan pribadi dan pencapaian lebih penting daripada peduli pada orang lain.

Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa 96 persen orangtua mengatakan bahwa mengembangkan moralitas pada anak merupakan hal yang sangat penting. Pada kenyatannya, hanya 19 persen anak diajarkan lepedulian sebagai prioritas, sementara 54 persen lebih fokus pada pencapaian, dar 27 persen lebih fokus pada kebahagiaan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan kata lain, walau orangtua menginginkan anak yang berkelakukan dan berbudi pekerti baik, namun pada kenyataannya banyak yang lebih bangga jika anak mendapat nilai tinggi dibanding saat anak berbuat kebaikan.

Untuk membuat anak berbudi pekerti dan berkelakuan baik, peneliti dari Harvard juga memiliki pedoman mengenai apa yang bisa dilakukan orangtua untuk mendidik anak mereka. Berikut empat teknik untuk mendidik anak yang baik, perhatian, dan berbudi pekerti.

Lakukan Secara Berulang

Lakukan Secara Berulang
Dok. Istimewa

Anak-anak membutuhkan waktu dan kesempatan untuk memperaktikan dan berlatih agar lebih baik dan perhatian. Orangtua bisa membuat anak agar melakukan perbuatan baik dan perhatian secara berulang dan terus-menerus dalam satu hari.

Hal ini bisa diterapkan oleh anak baik dalam membantu teman mengerjakan PR, berbuat baik di sekitar rumah, berbuat baik di sekolah, atau melakukan kegiatan sosial untuk meningkatkan perhatian mereka. Tentu saja hal ini membutuhkan arahan yang tepat dari orangtua atau orang dewasa lain.

Anak Butuh Arahan untuk Mengelola Perasaan

Anak Butuh Arahan untuk Mengelola Perasaan
Dok. Istimewa

Emosi negatif pada anak merupakan hal yang normal muncul dalam kehidupan mereka sehari-hari. Rasa marah, kesal, malas, atau iri bisa muncul pada anak dalam kehidupannya sehari-hari.

Penting bagi orangtua untuk membantu mengelola dan mengarahkan emosi negatif milik anak agar tidak terlalu berdampak buruk. Penting untuk memastikan emosi tersebut terasalurkan namun dalam cara yang lebih produktif.

Membuat Anak Memiliki Gambaran Kehidupan yang Luas

Membuat Anak Memiliki Gambaran Kehidupan yang Luas
Dok. Istimewa

Hal ini berarti anak harus mengetahui kondisi di lingkungan sekitarnya namun tetap memiliki perspektif yang luas mengenai hal yang terjadi. Orangtua harus membuat anak memiliki gambaran utuh mengenai kejadian dan membayangkan dirinya berada di posisi orang lain.

Hal ini bisa membantu anak tidak berbuat semena-mena dan memiliki perspektif kehidupan yang lebih luas. Lebih lanjut, hal ini bisa membuat mereka lebih simpatik terhadap orang lain dan tidak mudah mengadili suatu kondisi.

Pentingnya Teladan dari Orangtua

Pentingnya Teladan dari Orangtua
Dok. Istimewa

Anak yang berperilaku baik dan berbudi pekerti lahir dari orangtua dengan perilaku serupa. Orangtua perlu menjadi contoh mengenai bagaimana perilaku baik itu serta bagaimana bersikap di lingkungan serta terhadap orang lain.

Membesarkan anak agar menjadi baik dan perhatian terhadap lingkungan sekitar membutuhkan peran yang sangat besar dari orangtua.

Membesarkan anak agar menjadi baik dan perhatian terhadap lingkungan sekitar membutuhkan peran yang sangat besar dari orangtua.
Dok. Istimewa
Rekomendasi