Bisa Masuk Tubuh Manusia Melalui 4 Cara, Ketahui Gejala Terinfeksi Antraks

Antraks bisa masuk ke tubuh manusia dengan berbagai cara dan menunjukkan gejala yang berbeda.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Bisa Masuk Tubuh Manusia Melalui 4 Cara, Ketahui Gejala Terinfeksi Antraks
Bisa Masuk Tubuh Manusia Melalui 4 Cara, Ketahui Gejala Terinfeksi Antraks (Merdeka.com)

Kejadian Antraks di Gunungkidul, Yogyakarta telah memakan 3 korban jiwa. Infeksi antraks pada tubuh manusia ini bisa terjadi melalui berbagai cara sehingga perlu dipahami gejalanya.

Kejadian Antraks di Gunungkidul, Yogyakarta telah memakan 3 korban jiwa. Infeksi antraks pada tubuh manusia ini bisa terjadi melalui berbagai cara sehingga perlu dipahami gejalanya.
Dok. Istimewa

Ketika seseorang mengonsumsi daging dari sapi yang mati karena antraks dan tidak memasaknya dengan baik, bakteri Bacillus anthracis yang ada dalam daging tersebut dapat masuk ke tubuh manusia. Bakteri tersebut kemudian dapat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Gejala antraks pada manusia bervariasi tergantung pada jenis infeksi dan bagian tubuh yang terinfeksi. Gejala umumnya termasuk demam, lesu, nyeri tubuh, batuk, sesak napas, mual, muntah, diare, dan pembengkakan area yang terinfeksi.

Dilansir dari Mayo Clinic, disebut bahwa terdapat empat rute umum infeksi antraks ini. Keempatnya memiliki tanda dan gejala yang berbeda.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gejala antraks dapat bervariasi tergantung pada jenis infeksi antraks yang dialami oleh seseorang. Terdapat tiga jenis utama antraks, yaitu antraks kulit, antraks gastrointestinal, antraks inhalasi, atau antraks injeksi, dan setiap jenis memiliki gejala yang khas.

Antraks Kulit

Antraks Kulit
Dok. Istimewa

Infeksi antraks kulit (kutaneus) masuk ke dalam tubuh melalui kulit, biasanya melalui luka. Kondisi ini merupakan rute penyakit antraks yang paling umum juga yang paling ringan. Dengan pengobatan yang tepat, antraks kutaneus jarang berakibat fatal.

Tanda dan Gejala Antraks Kulit

Benjolan dan gatal yang menyerupai gigitan serangga dan dengan cepat berkembang menjadi luka tanpa rasa sakit dengan pusat berwarna hitam. Pembengkakan di luka dan kelenjar getah bening terdekat. Terkadang, gejala mirip flu termasuk demam dan sakit kepala

Antraks Inhalasi

Antraks Inhalasi
Dok. Istimewa

Antraks inhalasi berkembang ketika terhirup spora antraks. Kondisi ini adalah bentuk antrak yang paling mematikan dan sering kali fatal, walau dengan pengobatan.

Tanda dan Gejala Antraks Inhalasi

- Gejala mirip flu selama beberapa jam atau beberapa hari, seperti sakit tenggorokan, demam ringan, kelelahan, dan nyeri otot - Ketidaknyamanan ringan di dada - Kesulitan bernapas - Mual - Batuk berdarah - Menelan yang menyakitkan - Demam tinggi - Kesulitan bernapas - Syok - kondisi medis akut yang melibatkan kolaps pada sistem peredaran darah - Meningitis

Antraks Gastrointestinal

Antraks Gastrointestinal
Dok. Istimewa

Infeksi antraks gastrointestinal terjadi akibat mengonsumsi daging yang tidak matang dari hewan yang terinfeksi. Infeksi ini dapat mempengaruhi saluran pencernaan mulai dari tenggorokan hingga usus.

Tanda dan Gejala Antraks Gastrointestinal

- Mual - Muntah - Nyeri perut - Sakit kepala - Hilang nafsu makan - Demam - Diare parah berdarah pada tahap akhir penyakit - Sakit tenggorokan dan kesulitan menelan - Pembengkakan leher

Antraks injeksi

Antraks injeksi
Dok. Istimewa

Rute infeksi antraks ini baru-baru ini teridentifikasi dan hanya dilaporkan di Eropa. Infeksi ini hanya terjadi melalui suntikan obat ilegal.

Tanda dan Gejala Antraks Injeksi

- Kemerahan di area suntikan (tanpa area yang berubah menjadi hitam) - Pembengkakan yang signifikan - Syok - Gagal organ ganda - Meningitis

Pada kebanyakan kasus, gejala akan muncul dalam waktu enam hari setelah terpapar bakteri. Namun, pada kasus antraks inhalasi, gejala dapat muncul lebih dari enam minggu setelah terpapar.

Pada kebanyakan kasus, gejala akan muncul dalam waktu enam hari setelah terpapar bakteri. Namun, pada kasus antraks inhalasi, gejala dapat muncul lebih dari enam minggu setelah terpapar.
Dok. Istimewa
Rekomendasi