Jangan Pernah Lakukan ini Jika Ingin Daging Kurban Awet

Dosen IPB mengingatkan daging kurban rentan terkontaminasi mikroba jika dicampur dengan jeroan dan ditangani tanpa sanitasi baik.

Ade Nasihudin Al Ansori
Jangan Pernah Lakukan ini Jika Ingin Daging Kurban Awet
Jangan Pernah Lakukan ini Jika Ingin Daging Kurban Awet (Merdeka.com)

Dosen Fakultas Peternakan IPB University dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP), Dr Muhamad Baihaqi, mengingatkan pentingnya penanganan hewan kurban secara tepat agar kualitas daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Menurut dia, salah satu kesalahan yang masih sering terjadi saat pembagian kurban adalah mencampur daging dengan jeroan dalam satu wadah.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroba pada daging kurban.

Selain itu, proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban di banyak tempat masih dilakukan di area terbuka dengan sanitasi yang kurang memadai.

"Penyembelihan dan pengolahan sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi mikroba," ujarnya seperti dikutip dari laman Kesehatan Liputan6.com dari laman resmi pada Kamis, (28/5/2026).

Baihaqi menyarankan panitia kurban memisahkan area penyembelihan dan pengulitan dengan area pemotongan serta pengemasan daging.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi potensi pencemaran mikroba selama proses pengolahan daging kurban.

Dia juga mengimbau agar daging yang sudah dipotong segera dibagikan kepada masyarakat.

Untuk penerima daging kurban, Baihaqi menyarankan daging dipisahkan dari jeroan dan tulang, kemudian dibersihkan sebelum disimpan di freezer jika belum akan dimasak.

Selain proses pengolahan, kondisi hewan sebelum disembelih juga memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan.

Menurut dia, penggunaan transportasi yang layak, pemberian pakan dan air minum yang cukup, serta waktu istirahat bagi ternak penting dilakukan untuk mengurangi stres pada hewan.

Baihaqi juga menyoroti proses distribusi daging kurban yang umumnya belum menggunakan sistem pendingin.

Karena itu, pembagian daging perlu dilakukan secepat mungkin untuk mencegah penurunan kualitas dan kerusakan daging.

Dalam beberapa kondisi, sejumlah lembaga kurban mulai mengembangkan pengolahan daging menjadi produk siap saji seperti rendang atau dendeng kaleng.

Namun, menurut dia, metode tersebut membutuhkan biaya serta peralatan yang lebih besar dibandingkan pembagian daging mentah.

"Penanganan yang baik tidak hanya menjaga kualitas daging, tapi juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.

Rekomendasi