Ini Risiko Mengonsumsi Aspirin Dosis Tinggi Setiap Hari Seperti Dilakukan Donald Trump

Donald Trump mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi aspirin dalam dosis tinggi setiap hari.

Rafa Dahayu Amandya
Oleh Rafa Dahayu Amandya - Reporter
Ini Risiko Mengonsumsi Aspirin Dosis Tinggi Setiap Hari Seperti Dilakukan Donald Trump
Presiden Donald Trump berbicara kepada media selama konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 3 Januari 2026, di Palm Beach, Florida. (Joe Raedle/Getty Images via AFP) (© 2026 Liputan6.com)

Dalam sebuah wawancara, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi aspirin setiap hari dengan dosis yang lebih tinggi daripada yang direkomendasikan oleh dokter. Ia mengaku telah menjalani kebiasaan ini selama 25 tahun, meskipun diketahui dapat menyebabkan memar pada tubuhnya.

Trump menjelaskan bahwa keputusannya untuk mengonsumsi aspirin berkaitan dengan keinginannya agar aliran darahnya tetap lancar. Ia percaya bahwa semakin banyak aspirin yang dikonsumsi, semakin baik pula peredaran darahnya menuju jantung.

"Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya," kata Trump dalam wawancara dengan Wall Street Journal.

Trump, yang kini hampir berusia 80 tahun, menyatakan bahwa ia mengonsumsi 325 miligram aspirin setiap hari. Jumlah ini diketahui empat kali lipat dari dosis yang disarankan untuk pencegahan penyakit kardiovaskular, di mana dosis normal hanya sekitar 81 miligram.

Tingginya dosis aspirin yang dikonsumsi oleh Trump tentunya menarik perhatian publik. Para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa penggunaan aspirin setiap hari tidak dianjurkan bagi individu yang berusia di atas 60 tahun.

Hal ini ditegaskan oleh US Preventive Services Task Force sejak tahun 2022, yang menyarankan agar orang yang rutin mengonsumsi aspirin sebaiknya menghentikannya pada usia 75 tahun.

Di sisi lain, seorang ahli kardiologi preventif dari Stanford Medicine, Eleanor Levin, menyatakan bahwa ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa risiko yang ditimbulkan oleh aspirin dosis tinggi sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh toleransi individu terhadap penggunaan aspirin dalam jumlah besar. "Sebenarnya, penggunaan aspirin dosis tinggi itu tidak diperlukan," kata Levin mengutip NPR.

Donald Trump Konsumsi Aspirin Dosis Tinggi Setiap Hari, Ini Kata Dokter Jantung
Presiden Donald Trump berbicara kepada media selama konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 3 Januari 2026, di Palm Beach, Florida. (Joe Raedle/Getty Images via AFP) © 2026 Liputan6.com

Aspirin merupakan bagian dari kelompok obat yang juga mencakup ibuprofen dan naproxen. Dalam dosis rendah, aspirin berfungsi untuk mengurangi produksi molekul yang dapat memicu pembekuan darah. Secara umum, obat ini dapat dibeli tanpa resep untuk mengatasi sakit kepala dan nyeri pada orang dewasa. Selain itu, dalam penggunaan yang tepat, obat ini dapat berperan sebagai langkah pencegahan terhadap masalah vaskular, terutama bagi orang-orang lanjut usia, seperti yang dialami oleh Trump.

Meskipun dianggap aman, penggunaan pil aspirin harus dilakukan dengan hati-hati dan dalam batas yang wajar. Seperti obat-obatan lainnya, aspirin juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Menurut para ahli, penggunaan aspirin yang tidak terkontrol berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya pendarahan pada lambung dan otak. Meskipun demikian, risiko tersebut jarang berujung pada kematian. Aspirin juga dapat menyebabkan pendarahan ringan, seperti memar atau luka kecil. Dalam hal ini, Trump diketahui pernah mengalami kedua kondisi tersebut, yang juga telah dikonfirmasi oleh dokter pribadinya terkait penggunaan aspirin yang berlebihan.

Levin mengungkapkan bahwa efek samping ini umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan aspirin sebagai pengencer darah memang efektif. Selain itu, pendarahan yang terjadi juga dipengaruhi oleh proses penuaan, di mana kulit seseorang menjadi lebih tipis dan rentan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan seringkali menjumpai pasien yang lebih tua dengan kondisi memar yang tidak dapat mereka ingat pernah dialami. Selain itu, aspirin juga dapat memengaruhi pendengaran seseorang. Gangguan tinnitus adalah salah satu efek samping yang sering terjadi akibat konsumsi aspirin yang berlebihan. Hal ini juga pernah dialami oleh Trump, sebagaimana diungkapkan dalam wawancaranya dengan media.

Rekomendasi