13 Manfaat Seledri yang Jarang Diketahui, Baik untuk Jantung dan Imunitas

Seledri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, memperlancar sistem pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Selma Intania Hafidha
Oleh Selma Intania Hafidha - Reporter
13 Manfaat Seledri yang Jarang Diketahui, Baik untuk Jantung dan Imunitas
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay (© 2025 Liputan6.com)

Seledri tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan aroma dan cita rasa dalam masakan, tetapi juga menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Dengan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang melimpah, sayuran ini berkontribusi pada optimalisasi fungsi tubuh. Mengonsumsi seledri secara teratur dapat membantu mengatur tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. Nutrisi yang terdapat dalam seledri juga berperan penting dalam pencegahan penyakit kronis.

Selain itu, seledri berperan dalam mendukung proses pencernaan dan metabolisme tubuh. Sifat antiinflamasi dan diuretik yang dimiliki seledri menjadikannya sayuran yang vital untuk menjaga kebugaran sehari-hari, yang menggarisbawahi pentingnya manfaat seledri untuk kesehatan.

Mengutip buku berjudul Cerdas Memilih Sayuran; Plus Minus 54 Jenis Sayuran (2010) oleh Lanny Lingga, seledri memiliki beberapa manfaat, seperti mencegah hipertensi, mengatasi bau mulut, mencegah mual dan muntah, mengendalikan parasit, meningkatkan vitalitas pria, serta mengatur hiperaktivitas pada anak.

13 Manfaat Seledri untuk Kesehatan, Nutrisi Penjaga Jantung dan Imunitas Tubuh
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay © 2025 Liputan6.com

Meskipun seledri memiliki kalori yang rendah, sayuran ini kaya akan berbagai nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Dalam setiap 100 gram seledri yang sudah dimasak, terdapat sekitar 23 kalori, sehingga menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga berat badan.

Kandungan air dalam seledri mencapai 93 gram, sedangkan seratnya sekitar 2 gram, yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, seledri juga mengandung karbohidrat, protein, dan sedikit lemak, yang semuanya berkontribusi pada asupan gizi harian kita.

Seledri juga merupakan sumber mineral yang penting seperti kalium (260 mg), kalsium (50 mg), fosfor (40 mg), dan natrium (64 mg). Berbagai vitamin yang terkandung di dalamnya termasuk Vitamin A (dalam bentuk beta-karoten), vitamin B, C, E, K, serta folat, yang melengkapi profil nutrisinya. Selain itu, seledri kaya akan antioksidan seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa bioaktif seperti ftalid (3-n-butilftalida), apigenin, luteolin, serta polisakarida berbasis pektin (apiuman) juga memberikan manfaat kesehatan tertentu.

Menurut Handayani & Widowati (2020) yang dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Jamu Kusuma, 2(1): 23-29, Juni 2022, seledri secara umum memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, anti platelet, dan anti proliferatif. Secara tradisional, seledri (Apium graveolens L) dikenal memiliki manfaat untuk mengatasi rematik atau asam urat, tekanan darah tinggi, demam, sakit pinggang, sembelit, sesak napas, sakit mata, stroke atau lumpuh, serta kencing manis.

13 Manfaat Seledri untuk Kesehatan, Nutrisi Penjaga Jantung dan Imunitas Tubuh
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay © 2025 Liputan6.com

1. Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah

Seledri kaya akan kalium, antioksidan, serta senyawa 3-n-butylphthalide (BuPh) yang berperan dalam melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan mengatur irama jantung. Selain itu, serat, flavonoid, dan vitamin K yang terkandung dalam seledri juga berfungsi menurunkan kolesterol jahat dan mendukung kesehatan kardiovaskular. Menurut Dalimartha (2005) dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Medika Utama Vol 03, No 01, Oktober 2021, seledri (Apium graveolens) terbukti efektif dalam menurunkan hipertensi berkat kandungan kalium yang bersifat diuretik dan membantu tubuh mengeluarkan air serta natrium, sehingga tekanan darah dapat turun. Selain itu, Karnia (2012) menyatakan bahwa phtalides dan magnesium dalam seledri berkontribusi untuk melemaskan otot-otot pembuluh darah arteri dan membantu mengatasi penyempitan pembuluh darah.

2. Memperbaiki Pencernaan

Serat yang terdapat dalam seledri, baik yang larut maupun tidak larut, sangat mendukung pergerakan usus, mencegah sembelit, serta menjaga kesehatan sistem pencernaan. Fitonutrien dan polisakarida pektin dalam seledri juga berfungsi melindungi mukosa lambung dan mencegah terjadinya tukak lambung.

3. Sumber Antioksidan yang Baik

Seledri mengandung berbagai senyawa seperti flavonoid, vitamin C, beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin yang efektif melawan radikal bebas. Senyawa-senyawa ini berfungsi untuk mencegah kerusakan sel, penuaan dini, serta penyakit degeneratif. Dengan demikian, antioksidan dalam seledri turut menjaga integritas sel dan mendukung kesehatan jangka panjang.

4. Memiliki Efek Anti-inflamasi dan Mencegah Kanker

Senyawa seperti apigenin, luteolin, dan poliasetilen dalam seledri berperan dalam menghambat jalur inflamasi, mengurangi risiko artritis, serta melindungi saraf. Selain itu, senyawa-senyawa ini juga berpotensi menekan pertumbuhan sel kanker, bahkan ekstrak daun seledri menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker hati.

5. Mendukung Kesehatan Ginjal dan Hati

Vitamin A, B, C, serta zat besi yang terkandung dalam seledri berfungsi menjaga kesehatan ginjal dan mencegah pembentukan batu ginjal. Senyawa antioksidan dan anti-inflamasi dalam seledri juga mendukung proses detoksifikasi hati, mengurangi akumulasi lemak, dan menurunkan stres oksidatif.

6. Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan vitamin A (beta-karoten), lutein, dan zeaxanthin dalam seledri berkontribusi untuk menurunkan risiko katarak dan degenerasi makula, sehingga penglihatan dapat tetap tajam dan sehat.

13 Manfaat Seledri untuk Kesehatan, Nutrisi Penjaga Jantung dan Imunitas Tubuh
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay © 2025 Liputan6.com

7. Mengontrol Gula Darah

Seledri memiliki indeks glikemik yang rendah serta kandungan serat yang tinggi. Hal ini membantu menstabilkan kadar glukosa dalam darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes dan mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal.

8. Membantu Program Penurunan Berat Badan

Dengan kandungan air dan serat yang melimpah serta kalori yang rendah, seledri dapat memberikan rasa kenyang lebih lama. Ini berkontribusi pada pengurangan asupan kalori dan mendukung proses penurunan berat badan yang sehat.

9. Meningkatkan Fungsi Otak dan Kognitif

Ekstrak biji seledri mengandung L-3-n-butylphthalide yang berpotensi meningkatkan memori dan kemampuan kognitif. Selain itu, luteolin yang terdapat dalam seledri dapat melindungi neuron dari kerusakan dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

10. Meningkatkan Kualitas Sperma

Kandungan antioksidan dalam seledri berperan dalam melindungi sel sperma dari kerusakan akibat oksidatif. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun seledri dapat mendukung proses spermatogenesis dan meningkatkan kesuburan pria.

11. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Vitamin C dan berbagai antioksidan lainnya dalam seledri berfungsi memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif. Selain itu, sifat anti-inflamasi alami seledri dapat membantu meredakan peradangan dan mendukung respons tubuh terhadap infeksi.

12. Menunjang Kesehatan Tulang

Kandungan vitamin K dalam seledri sangat penting untuk proses pembekuan darah yang efektif serta untuk membangun tulang yang kuat. Folat (vitamin B9) juga berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan sel, terutama selama masa kehamilan.

13. Efek Menenangkan dan Anti-stres

Fitonutrien yang terdapat dalam seledri diyakini dapat memberikan efek menenangkan, yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi stres oksidatif. Hal ini mendukung kesehatan mental serta kesejahteraan secara keseluruhan.

13 Manfaat Seledri untuk Kesehatan, Nutrisi Penjaga Jantung dan Imunitas Tubuh
Ilustrasi Daun Seledri Credit: pexels.com/pixabay © 2025 Liputan6.com

Berikut adalah beberapa cara yang tepat untuk mengonsumsi seledri: 1. Jus Seledri Cuci hingga bersih 3 hingga 4 batang seledri yang segar, lalu blender bersama segelas air. Saring jika perlu dan konsumsi 1 hingga 2 kali sehari untuk mendapatkan manfaat yang optimal. 2. Teh Daun Seledri Rebus segenggam daun seledri segar dalam dua gelas air hingga volume air menyusut menjadi satu gelas. Saring dan nikmati selagi hangat sekali sehari. 3. Campuran Masakan Seledri sangat cocok ditambahkan ke berbagai hidangan seperti sup, sayur bening, tumisan, atau bisa juga digunakan sebagai taburan pada nasi dan mie goreng.

4. Infused Water Iris beberapa batang seledri dan masukkan ke dalam botol berisi air dingin untuk membuat infused water yang menyegarkan dan menyehatkan. Menurut Haitami, Annisa, U. & Akhmad, M (2017), sebagaimana dikutip dalam kajian di Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 6, No. 2, April 2023, infused water atau spa water adalah air yang ditambahkan potongan buah-buahan dan didiamkan selama beberapa jam hingga sari buah keluar, siap untuk dikonsumsi, sehingga memberikan cita rasa dan manfaat bagi kesehatan. Air yang diberi potongan buah ini akan terasa segar dan memiliki aroma khas, berbeda dengan jus atau sari buah yang terasa manis karena tidak ada tambahan zat aditif.

5. Camilan Sehat dan Salad Seledri mentah bisa dinikmati langsung sebagai camilan sehat atau dijadikan tambahan dalam salad segar. 6. Waspada Konsumsi Berlebihan Meskipun kaya manfaat, seledri sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping, seperti gangguan ginjal atau reaksi alergi pada beberapa orang. 7. Konsultasi dengan Ahli Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjadikan seledri sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Apa saja manfaat utama seledri bagi kesehatan tubuh? Seledri memiliki kandungan tinggi antioksidan, vitamin C, dan flavonoid yang berperan penting dalam melawan radikal bebas, mendukung kesehatan jantung, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Apakah seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah? Tentu saja, senyawa fitokimia seperti phthalides yang terdapat dalam seledri berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah dapat berkurang.

Bagaimana cara terbaik mengonsumsi seledri agar mendapatkan manfaatnya secara optimal? Seledri dapat dinikmati dalam berbagai bentuk, seperti jus, teh rebusan, infused water, atau sebagai bahan tambahan dalam masakan. Disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Apakah seledri memiliki manfaat untuk sistem pencernaan? Ya, seledri kaya akan serat alami yang berfungsi untuk melancarkan proses pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus.

Adakah risiko yang mungkin timbul jika mengonsumsi seledri secara berlebihan? Mengonsumsi seledri dalam jumlah yang berlebihan dapat mengakibatkan gangguan pada ginjal atau reaksi alergi pada beberapa individu. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsinya dalam batas yang wajar dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Rekomendasi