Telur Matang vs Setengah Matang: Waktu Rebus Ideal untuk Bunuh Salmonella

Berapa lama sebaiknya merebus telur agar salmonella dapat mati?

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Telur Matang vs Setengah Matang: Waktu Rebus Ideal untuk Bunuh Salmonella
Ilustrasi telur rebus. (Foto: Pexels) (© 2025 Liputan6.com)

Pernahkah Anda merasa khawatir tentang keamanan telur rebus yang Anda konsumsi, terutama terkait dengan bakteri berbahaya? Tidak semua telur yang terlihat bersih terhindar dari risiko Salmonella.

Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi usus yang serius, bahkan berpotensi menyebabkan penyakit tipes. Umumnya, orang yang mengalami keracunan akibat konsumsi telur akan merasakan berbagai gejala, mulai dari mual, nyeri perut, hingga diare yang parah. Namun, ada fakta mengejutkan mengenai bakteri ini, yaitu bahwa salah satu penyebab kontaminasi dapat terjadi ketika telur masih berada di dalam ovarium ayam.

Dengan demikian, penting untuk memperhatikan cara merebus telur agar dapat membunuh kemungkinan kontaminasi oleh bakteri berbahaya tersebut.

Selanjutnya, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghilangkan Salmonella dari sebutir telur? Apakah telur yang dimasak setengah matang masih aman untuk dimakan? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak informasi lebih lanjut yang dirangkum oleh Heath Liputan6 pada hari Rabu, 3 September.

Rebuslah telur selama minimal 15 menit agar salmonella dapat mati sepenuhnya

Berapa Menit Merebus Telur Agar Salmonella Mati? Hati-Hati kalau Masih Setengah Matang
Ilustrasi telur rebus. (Foto: Pexels) © 2025 Liputan6.com

Salmonella merupakan jenis bakteri yang rentan terhadap suhu tinggi, sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh hingga dua puluh menit untuk menghilangkan keberadaan Salmonella dari telur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Titi Nur Rahayu dan Shofia Hanifa dari Universitas Terbuka Jakarta yang berjudul "Potensi Cangkang Telur Sebagai Sumber Kalsium Dengan Pendekatan Pengaruh Sterilisasi Dengan Perebusan Terhadap Kadar Kalsium Salmonella sp", perebusan telur pada suhu di atas 65,56°C selama 15 hingga 20 menit terbukti efektif dalam membunuh Salmonella sp yang terdapat baik di cangkang maupun di dalam telur.

Titi Nur Rahayu menegaskan bahwa suhu dan waktu tersebut sudah memadai untuk menurunkan jumlah Salmonella hingga tidak terdeteksi.

Ia juga menjelaskan, "Salmonella dapat hidup antara suhu 6,70°C hingga 45°C, berhenti berkembang biak pada suhu 50°C, sedangkan pada suhu 55°C bakteri ini masih dapat bertahan selama satu jam, dan pada suhu 60°C selama 15 hingga 20 menit,"

Penjelasan ini menunjukkan pentingnya pengolahan telur dengan cara yang tepat untuk memastikan bahwa bakteri berbahaya ini tidak ada dalam makanan yang kita konsumsi. Dengan pemahaman ini, kita bisa lebih berhati-hati dalam mengolah dan mengonsumsi telur untuk mencegah risiko kesehatan yang disebabkan oleh Salmonella.

Telur setengah matang mungkin masih mengandung Salmonella

Menurut informasi dari laman Hello Sehat, mengonsumsi telur yang dimasak setengah matang atau bahkan mentah memiliki risiko tinggi terkontaminasi bakteri Salmonella. Walaupun bagian putih telur tampak sudah matang, bagian kuningnya mungkin belum mencapai suhu yang diperlukan untuk membunuh bakteri tersebut. Risiko ini semakin tinggi ketika:

  1. Telur setengah matang digunakan dalam saus, salad, atau adonan kue mentah.
  2. Telur tidak dicuci dengan baik sebelum digunakan.
  3. Telur disimpan pada suhu ruangan lebih dari dua jam.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan telur yang dikonsumsi telah dimasak dengan baik dan disimpan dalam kondisi yang tepat. Dengan memperhatikan cara penyimpanan dan pengolahan telur, kita dapat mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan makanan akibat Salmonella.

Mengonsumsi telur yang terkontaminasi Salmonella dapat menyebabkan peradangan usus dan bahkan tipes

Dikutip dari situs Hello Sehat, bakteri salmonella tidak hanya menyebabkan diare biasa. Ketika masuk ke dalam tubuh, bakteri ini dapat memicu berbagai penyakit yang dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, seperti:

  1. Demam tinggi (melebihi 39°C)
  2. Kram perut yang parah akibat peradangan usus
  3. Diare yang sangat berat
  4. Muntah yang tidak kunjung berhenti
  5. Dehidrasi yang parah
  6. Gejala dapat muncul dalam rentang waktu 6 jam hingga 6 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Dalam kondisi yang lebih serius, infeksi salmonella dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti radang usus, infeksi sistemik, dan bahkan tipes. Risiko ini akan semakin meningkat pada kelompok rentan, seperti orang lanjut usia, individu dengan sistem imun yang lemah, dan anak-anak.

Proses kontaminasi Salmonella

Proses kontaminasi Salmonella pada telur dapat dimulai bahkan sebelum cangkang telur terbentuk. Ada dua jalur utama melalui mana telur dapat terkontaminasi: a. Kontaminasi Internal

  1. Ini terjadi ketika telur masih berada dalam ovarium ayam.
  2. Bakteri dapat berpindah dari saluran reproduksi langsung ke bagian dalam telur.

b. Kontaminasi Eksternal Menurut situs kesehatan pemerintah South Australia, setelah telur dikeluarkan, ada kemungkinan terkena kotoran ayam yang mengandung Salmonella. Bakteri dapat masuk melalui pori-pori mikro yang ada di cangkang, terutama dalam kondisi berikut:

  1. Cangkang mengalami retakan
  2. Kotoran atau lendir menempel pada cangkang
  3. Pori-pori pada cangkang lebih besar dari biasanya

"Salmonella dapat berkembang biak dengan cepat. Hal ini dapat terjadi jika terdapat retakan pada cangkang yang terlalu kecil untuk dilihat," tulis laman kesehatan pemerintah Australia.

Salmonella

Berapa Menit Merebus Telur Agar Salmonella Mati? Hati-Hati kalau Masih Setengah Matang
Ilustrasi telur rebus. (Foto: Pexels) © 2025 Liputan6.com

Salmonella tidak menyebabkan perubahan pada warna, bau, atau tekstur telur, sehingga sulit untuk terdeteksi tanpa menggunakan alat laboratorium. Namun, Anda dapat menghindari telur yang berisiko dengan memperhatikan ciri-ciri fisik berikut:

  1. Cangkang yang retak atau pecah
  2. Cangkang yang kotor, berlendir, atau masih terdapat kotoran ayam
  3. Pori-pori yang besar
  4. Cangkang yang terlalu tipis atau rapuh

Hindarilah mengonsumsi telur yang memiliki ciri-ciri tersebut, terutama jika telur tersebut akan dimasak setengah matang. Memperhatikan kualitas telur sebelum dikonsumsi sangat penting untuk mencegah risiko infeksi Salmonella.

Mencegah

Mencegah selalu lebih baik dibandingkan mengobati. Berikut adalah beberapa langkah yang efektif untuk memastikan telur yang Anda konsumsi aman dari Salmonella: Pada Saat Membeli:

  1. Pilihlah telur yang memiliki cangkang utuh, bersih, dan tidak retak.
  2. Ambil telur yang disimpan dalam lemari pendingin.
  3. Pada Saat Memasak:Rebus telur setidaknya selama 15 menit.
  4. Hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.
  5. Pastikan untuk membersihkan alat masak yang bersentuhan dengan telur mentah.
  6. Pada Saat Menyimpan:Simpan telur mentah di dalam kulkas, dengan batas maksimal 3 minggu.
  7. Telur yang sudah direbus dapat bertahan hingga 7 hari di dalam lemari es.
  8. Jangan biarkan telur yang sudah matang berada pada suhu ruangan lebih dari 2 jam.

Apakah telur mentah aman untuk dikonsumsi jika masih segar?

1. Apakah telur mentah aman untuk dikonsumsi jika masih segar? Tidak. Meskipun telur terlihat segar, hal ini tidak menjamin bahwa telur tersebut bebas dari Salmonella. Agar aman, telur harus dimasak pada suhu minimal 72°C.

2. Apa saja tanda-tanda bahwa telur terkontaminasi Salmonella? Tidak ada indikasi visual yang jelas. Untuk mengetahui apakah telur terkontaminasi, perlu dilakukan pengujian di laboratorium. Sebaiknya hindari telur yang memiliki cangkang kotor, retak, atau bertekstur berlendir.

3. Apakah Salmonella dapat mati jika telur hanya direbus sebentar? Belum tentu. Untuk memastikan Salmonella mati, telur perlu direbus selama minimal 15 menit pada suhu mendidih untuk hasil yang optimal.

4. Apakah semua telur mengandung Salmonella? Tidak semua telur terkontaminasi, tetapi sekitar 1 dari 20.000 telur dapat terinfeksi secara internal. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati saat mengonsumsi telur.

5. Apakah ibu hamil boleh mengonsumsi telur setengah matang? Sebaiknya tidak. Ibu hamil memiliki sistem imun yang lebih rentan, sehingga mereka lebih berisiko terinfeksi Salmonella. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari telur yang tidak sepenuhnya matang.

Rekomendasi